Pada tulisan ini ,saya tidak memaksakan pandangan saya terhadap bagaimana wanita itu sejatinya wanita atau seharusnya,
karena ini memang hak individual masing-masing.

Maksud saya menulis ini, saya hanya ingin meng-koreksi mengenai Pandangan Negative wanita, bahkan ada beberapa pandangan negative pria yang beragama ISLAM tetapi terkesan ketus atau melecehkan pria lain yang setuju dengan terhadap Poligami, walaupun saya sendiri belum ber-Poligami.

Saya maklum bagi wanita yg belum tahu, terlebih lagi dalam pernikahan itu berarti pria siap bertanggung jawab dengan kehidupan bersama setelah menikah,terhadap istri, terhadap tuhan. Terlebih utk pernikahan yg resmi tentulah bertanggung jawab secara Hukum Negara dimana kita tinggal.

Lihat dahulu pada video ini, penjelasan yang sangat bagus mengenai poligami:

Menurut saya banyak yg sudah melupakan bahwa dalam Islam (maaf saya tidak mengetahui bagaimana di agama lain mengenai ini) Poligami itu Dasarnya Dibolehkan bahkan sunnah, karena secara simplenya memperbanyak keturunan Islam, dan syaratnya sederhana jika seorang pria itu merasa mampu termasuk dia mampu merasa adil yaa silahkan.

Begitu Simple Rulenya tetapi diperumit dengan berbagai macam alasan sehingga menjadi tidak masuk akal bagi sebagian besar orang di Zaman Modern ini.

Pada zaman millenium ini banyak yg terbelalak keheranan dengan poligami ini ,istilah poligami menjadi hal yg Negative.
Padahal orang lupa sejatinya BOLEH atau tidak dilarang.

Saat ini banyaknya media-media lokal, asing yg menyebarkan cara kehidupan modern “bagaimana seharusnya” atau Idealnya kehidupan wanita itu dan racun-racun halus, lembut sehingga tidak terasa mulai dari seorang anak, satu keluarga dan satu kaum ter-ubah pandangannya.

Bahkan mulai menyalahkan apa yg dulu benar.
Ini baru tahun 2012 ,Poligami menjadi hal yg Memalukan, Tabu dll.
Bagaimana nanti poligami di tahun 2100 nanti ?
Mungkin nanti yg melakukan poligami bisa dihukum mati (just kidding), karena apa ?
Karena norma-norma yg dulu standard menjadi tidak standard menurut kalangan mayoritas.

DNA PRIA

Ini hanya khiasan, saya ingin menggambarkan betapa berbedanya antara Pria dan Wanita itu.
Perasaan Cinta Pria itu sangat berbeda dengan Wanita.
Saya pribadi sangat mencintai istri saya dan tidak ada perubahan rasa cinta itu tetapi saya juga mencintai wanita lain yg akan menjadi pasangan saya.

Keingintahuan saya mengenai Poligami dan saya simpulkan dari sisi Agama dan juga dari kehidupan sosial yg saya jalani.

Bagi saya Poligami itu Sederhana seperti saya sebutkan diatas,
Dari sisi agama dimana masalah Poligami ini saking sederhananya tidak banyak ayat-ayat quran mengupasnya.
Tidak seperti urusan Zakat, Warisan, Perzinaan di dalam Qur’an dituliskan dalam banyak surah.

Dalam hidup saya sampai saat ini, baru 2 orang pria (teman dekat saya) dari ribuan pria yg saya kenal : tidak Ingin, tidak tertarik dan selalu tidak mau menyambung bila orang lain mulai membicarakan wanita lain (mereka sudah punya istri dan anak juga).
Mereka terkenal dari Belum menikah sampai saat ini tetep keukeh dengan gaya mereka seperti itu.
Saya bukan termasuk seperti 2 orang diatas.

Tetapi juga Sudah banyak Pria yg saya kenal yg sudah ber-istri, mulai dari Kuli, Pengusaha, Dokter, Pendidik, Alim Ulama, Nelayan, Birokrat, Engineer, Politikus,dll Tetapi…..jika saya pancing membicarakan wanita, apa tanggapan Pria tersebut ?
Jika diajak membicarakan wanita, semua menyambung, dari kecantikannya,kemolekannya dll sebagainya.
Semua punya keinginan mempunyai Istri lagi…baik itu dari Pria yg Senang di kehidupan rumah tangganya, yg miskin, yg kaya, dll….

Rasanya2 bila berdekatan dengan sekelompok wanita, jarang sekali terdengar membicarakan pria…apalagi terdengar mereka berucap “pengen nambah Suami 1 lagi”….
Terlebih lagi bagi wanita yg sudah bahagia…baik dari sisi Lahir maupun Bathin-nya….

Tidak pernah saya terdengar 1x saja terucap seperti diatas…
Inilah bedanya Wanita dan Pria itu.
Sayapun termasuk dalam Golongan kebanyak ini, tetapi saya orang yg merdeka dalam mengambil Keputusan…tidak ada Intervensi dari Keluarga, Teman dll 

Banyak dari Pria-pria diatas terbebani bahkan tersiksa kehidupannya karena posisi mereka bukan pada tempat seharusnya yaitu sebagai Sejatinya kepala rumah-tangga.

Kenapa terbebani ?
Karena mereka semua sama, semua kalangan yg saya sebut diatas dari yg mukanya culun, muka garang, muka ganteng, semua menginginkan Hal yg sama, yaitu Mendambakan Istri lagi, yg terbentur Norma-norma yg bagi saya Salah Besar.
Tidak salah besar tentunya jika mereka Tidak Tertarik lagi kepada wanita lain….
Ini masalahnya mereka semua tertarik…

Jika saya minta anda mengambil pilihan,
Apakah tipe pria spt ini tidak normal ?

Bagaimana menurut pandangan kamu jika semua pria begitu dan cuma 2 yg saya kenal tidak begitu, tentulah yg mayoritas yg normal, gimana ngga, beribu-ribu yg saya kenal cuma 2 pria yg tidak tertarik dengan Wanita lain selain Istri mereka, ini bukan di Sinetron.

Apa Solusi mereka utk mensiasatinya ?

Ada yg terpaksa membeli Nasi Bungkus lalu ketagihan dan ada yg masih punya guilty feeling.

Ada yg dari belum menikah tetapi bergelimang Pacarnya, anti nasi bungkus tetapi setelah menikah tetap saja Bergelimang Pacarnya dan menjalin hubungan gelap sampai puas lalu mencari yg lain dan akhirnya menjadi keasyikan tersendiri.

Ada yg spesialis Bini Orang, semakin dalam dan pada akhirnya Guilty Feeling yg asalnya dari nilai imanpun mulai memudar dan menghilang…

Ada yg takut istri dan takut dosa berhasil mengekang keinginannya dan mengorbankan keinginannya serta memendam rasa itu sampai mati dan menunggu di surga.

Ada lagi Raja di Raja karena kekayaannya dengan mudahnya mendapatkan istri baru tetapi anehnya sebelum sampai dirumah menghapus SMS atau mengganti Nomer Handphone, memblokir nomor-nomor dan sms-sms rahasia, karena antara suami dan istri sudah tidak ada rasa saling percaya dan yg lebih penting lagi sudah tidak tahu kedudukan masing-masing dimana mereka seharusnya berada yaa begitulah jadinya.
Begitu ketahuan mempunya istri ke 2 terpaksa menceraikan istri ke 2nya, begitu ketahuan lagi mempunya istri baru selanjutnya diceraikan karena cukup dengan 1 Hentakan Komando Samber Nyawa (istri Pertama), lalu mendapatkan lagi istri baru yg ke 3 dan ketahuan lagi dan lagi…maka Komando Samber Nyawa Menghentakkan suaranya yg menggelegarkkan maka si Raja di Raja langsung menurut-manut menjadi bayi lugu menceraikan istri barunya tadi lewat jarak jauh…u gue cerai ini sah (lewat sms)
Coba anda bayangkan seorang Raja di Raja yg seharusnya punya POWER….berapa banyak Damage Cost Moril dan Materil yg dia buang ?

Betapa Hancurnya seorang wanita yg dinikahinya, yg sudah berpikir siap berbagi, rela dimadu, lalu dicampakkan seketika begitu mendengar Perintah Commando Samber Nyawa ?
Ini semua gara-gara apa ? Karena mereka tidak tahu dimana seharusnya tempat mereka berada.

Agar tidak diperiksa Handphone, saya tidak perlu menjadi Raja di Raja tersebut, Handphone saya tidak pernah diperiksa istri saya karena dia tahu bagaimana tersinggungya seorang suami bila diperlakukan demikian, dan begitupun saya tidak pernah memeriksa handphone istri saya karena saya yakin dengan kualitas istri saya.

Kebanyakan Wanita dan Pria di zaman sekarang ini, menurut saya terbuai asyik dengan kerusakan-kerusakan moral yg secara sangat perlahan sekali, sehingga mereka-pun tidak merasakan kerusakan tersebut mengakar dan menurun nantinya ke anak cucunya, highly egoism sehingga agama bukan menjadi pandangan mereka tetapi Ego, tidak sadar bagaimana seorang wanita itu seharusnya memPosisikan dirinya terhadap Pria dan bagaimana Pria itu seharusnya terhadap Wanita.
Mereka di ”NinaBobokkan” dengan emansipasi wanita yg salah arah, Kehidupan Modern yg menyenangkan yg hanya ada dalam mimpi semu.

Apalagi maaf bagi wanita Islam yg merasa dari kalangan yg merasa kaum metropolis atau merasa seorang sosialita kelas atas,begitu mendengar kata Poligami seperi membayangkan suatu kejahatan, atau suatu yg hina.

Ketidakpercayaan dengan sikap Pria yg berpoligami sungguh diluar akal sehat mereka, kok gitu, kok bisa , tidak masuk akal, bukankah pria itu seharusnya begini dan begitu dll.

Coba mereka berbalik pandang beralih ke al-quran sebagai panutan tentulah sangat mudah mengantisipasi keanehan yg ada di benak mereka. Pikiran mereka telah dirusak oleh Media selama bertahun-tahun dan akhirnya menjadi pemBenaran yg secara tidak sadar bahwa merekalah yg sekarang tersesat oleh EGO, dimana hal seperti ini tidak ada pada beberapa puluh tahun silam.

Inilah keberhasilan Media Yahudi sebenarnya, dimana semakin banyak jumlah Wanita tetapi ironisnya juga wanita semakin sedikit yg tahu bagaimana seharusnya sejatinya mereka.
Ada yg larut dengan gaya berpacaran tak berkesudahan, atau begitu naifnya bergaya bak wanita modern dan mengharap cinta sejati dari seorang pria dan akhirnya ditinggalkan dan mereka tidak sadar bahwa mereka ditinggalkan karena sangat egoism, dengan gaya hidup yg memuakkan bagi seorang pria, atau bahkan mereka pada waktu didekati pria sudah menjadi niatan pria tersebut untuk menyantap, “mencicipinya” saja karena pada awalnya mereka misalnya berpakaian terlalu Vulgar dimana di KeNaif-an si Wanita “hanya orang yg ga waras saja” yg berpikiran Negative.

Ada seorang Janda yang saya kenal, cantik, baik, sopan, umurnya sekarang 30an-th, tetapi ke-angkuhannya (menurut saya) sangat kuat.
Suatu saat saya pernah mengajak menikah, dia mau menikah tetapi syaratnya saya harus cerai dulu dengan istri pertama saya.
Dari Zaman Jahiliah (zaman rock n roll saya) ,tidak pernah terbersit sekalipun untuk menceraikan istri saya, bagaiman tidak wong istri saya ga ada salah sedikitpun. Tetapi dia siap menJanda sampai tua jika tidak menemukan Pria yg Ideal menurut dia (saya pria IDeal bagi dia jika saya sudah menceraikan Istri saya).

Sekitar 10 bulan lalu saya melihat dia lagi, namun saya tidak menegornya, diapun sepertinya masih seperti dulu, konsekwen dengan omongannya.
Suatu hal yg aneh bagi saya, karena dia menyukai lagunya Charlene – I`ve Never Been to Me.

Saya pernah baca disuatu majalah, kalau tidak salah majalah Intisari tahun 80an, dimana diceritakan orang-orang yg beragama kristen pun (maaf bukan bermaksud sara) pada masa th 40 sd 60an masih tabu menggunakan Pakaian Renang , Rok mini dsb.

Atau anda pernah Nonton Filmya Clint Eastwood yg berjudul “Gran Torino” (2008), bagaimana sikap seorang Walt Kowalski yg benci terhadap cucunya yg berpakaian seronok ?
Sedangkan Walt Kowalski sendiri bukan seorang yg Taat dalam agamanya, karena dia tahu pria yaa tetap pria yg akan terbangkit birahinya dan bagaimana “RATA-RATA” pandangan cowok setelah melihat itu….?
Inilah Pria, Sayapun termasuk dalam pria normal jenis ini.

Atau Film berjudul “Malena” (2010) yg dibintangi Monica Belucci yg berperan menjadi Malèna Scordia , dimana ia seorang wanita kesepian karena suaminya ikut berperang,yg selalu berpakaian sexy, dimana anak-anak meranjak dewasa berOnani, sampai Orang tua yg selalu berpikiran yg mengarah kehubungan Sex ketika melihat dia lewat, lalu terjadilah berbagai perselingkuhan dll dll.

Inilah Pria, Sayapun termasuk dalam pria normal jenis ini.

Nah anda bayangkan apa yg terjadi bila saat ini ada orang yg melarang memakai rok mini, pakaian renang, Foto sexy dll ?
Tentu mereka akan marah dan menjawab itu sudah menjadi Seni atau Hal yg lumrah, lalu yg menegur nanti diomongin
kamu saja yg berpikiran Negative” bla bla bla….Sungguh Naifnyaa mereka…

Contoh, saya mengenal fotografi sejak saya masih di Sekolah dasar dengan kamera Ricoh ayah saya.
Kakek dan Buyut sayapun dari zaman belanda sudah bekerja sebagai tukang potret utk para Pribumi dan Belanda.
Sayapun termasuk orang yg hobi saja bukan professional dibidang itu, dan pernah ikut memfoto wanita-wanita yg lebih dikenal dengan nama MODEL (aissss),
bahkan saya bela-belain demi tidak ketinggalan sesi potret memotret membayar ke suatu komunitas hanya untuk memfoto model ini, terbang pagi-pagi ke kota lain dan pulang sorenya semua dilakukan untuk mengetahui Bagaiman Cara Memotret Model ? (aisss sungguh wasting time saat itu)

Apakah mereka tahu bahwa yg memotret menganggap juga itu sebuah seni seperti anggapan mereka ?

Apakah mereka punya pendengaran Superman terhadap apa yg dibicarakan fotografer’s pria mengenai dia ?

Setahu saya, Jawabannya 30% persen seni, 70% masalah ketertarikan lawan jenis.

Simple saja, kenapa umumnya Pria memotret wanita atau Wanita memotret Pria ?
Jika membicarakan Pure Art tentulah kita tidak memilih harus wanita atau pria yg kita Foto.
Inilah Pria, Sayapun termasuk dalam pria normal jenis ini.

Apakan anda pernah menonton film Drama “American beauty” 1999, yg memenangkan 5 oscar, dan ratusan penghargaan,
Film ini bercerita mengenai tekanan berat 1 rumah tangga yg sangat realistis pada kehidupan modern seperti sekarang ini, dimana yg suami suka Onani, tertekan dan Istri suka dengan pria lain.

Tetapi didalam film ini seperti yg saya sebut diatas simple saja, antara suami dan istri tidak bisa menempatkan pada posisi dimana seharusnya, dan lagi juga dlm case film ini tidak membicarakan islam.

Inilah Gambaran saya mengenai DNA Pria sejatinya.
Saya bukan orang yg sangat Alim dalam beragama, tetapi saya berusaha agar hidup saya lebih baik utk didunia ataupun di akhirat, pernah melakukan beberapa hal seperti diatas dan alhamdulillah keadaan saya insyaalah lebih berkualitas daripada yg lalu.

Saya seorang pria yg menggunakan AKAL dan Beragama Islam, jadi sayapun mencari wanita yg Menggunakan AKAL dan beragama Islam.

Cerita Pendek ini akan disambung lebih dalan pada Poligami Nasibmu Kini bag 2.
Mengenai kenapa saya bisa mendapatkan Izin Menikah.

Wassallaam.
Mohon maaf jika ada kata2 yg salah.