Just Share :)

Ingat, Perhatikan beberapa Pokok yang penting:
Base Metal yang akan di Brazing Aluminium,
Permukaan sudah di bersihkan (biasanya saya pakai amplas halus atau sikat kawat sedang biar kinclong),
Ketahui titik cair yg tepat untuk Batang Alusol.
Ketahui titik cair yg tepat untuk Aluminium (berbahaya jika sampai pada titik cair aluminium).
Timing yang pas, tidak terlalu cepat, tidak terlalu lama.

Beberapa Tips penting, yang andilnya sangat tinggi pada proses penyolderan atau Brazing Aluminium dengan Batang Alusol agar lebih berhasil.

1: Bersihkan Permukaan sampai terlihat bersih.
*walaupun anda Menggunakan Flux Aluminium tambahan untuk mendampingi filler misalnya Flux Aluminum Alured yg mampu membersihkan kotoran pada bagian teratas dari Base metal Aluminum, proses pembersihan sebelum menyolder / brazing / pengelasan sangat kami anjurkan, proses ini sangat penting TERLEBIH jika anda HANYA menggunakan filler Batang Alusol tanpa flux tambahan.

2: Panaskan dahulu Base Metal (aluminium) TETAPI panas harus dibawah titik cair Aluminium (660 derajat celcius).

3: Ingat, (Filler) Alusol akan mencair pada suhu 386 derajat celcius dan pada Alusol terdapat juga FLUX.
Jangan Memanaskan Alusol (filler) ke Api secara langsung, sebab jika Alusol mencair secara langsung karena terkena api SEDANGKAN Base metal belum cukup panas untuk menerima Alusol, maka Flux yg terdapat pada Alusol akan rusak dan Alusol hanya menggumpal tanpa lengket ke Aluminium (base metal).
Maka dari itu, panaskan dahulu base metal, goreskan sekali-sekali Alusol ke aluminium, jika panas cukup pada base metal, maka alusol akan mencair dan menempel secara sempurna ke Base metal.

Lihat video dibawah ini, Perbandingan sederhana Proses Brazing yang Benar dan Salah.

Brazing spare parts automotive seperti Karburator, piston dll

4: Apakah Alusol yang gagal anda Solder / Brazing dapat digunakan kembali ?
Seperti timah solder, jika kita gagal dalam menyolder kaki IC Transistor dll, maka timah akan memburam dan tidak dapat dipakai lagi, KECUALI anda mempunya Flux untuk timah, timah dibasahi lagi dengan Flux, maka kondisi timah akan bisa dipakai kembali.
Pada Alusol pun demikian, Alusol yang rusak karena gagal waktu anda mem Brazingnya, tidak dapat digunakan kembali, karena cairan Fluxnya sudah terbakar / Habis / atau tidak ada lagi, Kecuali anda mempunyai Flux Aluminium yang mempunya suhu kerja yang sama, maka Alusol tentu dapat anda gunakan kembali.

Permasalahan Umum: 
Karena metode brazing aluminium dengan alusol ini adalah dengan cara memanaskan Base Metal dan alusol mencair sendiri karena bersentuhan dengan Base Metal yg memanas.
Nah masalah yang timbul umumnya, bila kita hendak menempelkan 2 plat aluminium, dan disatukan dengan ALusol,
masalah umum yg akan terjadi adalah :
Alusol mencair, tapi tidak mengikat secara kuat ke 2 Base metal aluminium tersebut.
Alusol mencair, tapi hanya mengikat secara kuat ke 1 Base metal aluminium tersebut saja.

Dua masalah ini paling sering terjadi karena perbedaan suhu salah satu atau 2 base metal tersebut belum mencukupi.

Solusi paling mudah yang biasa saya lakukan:
Brazing satu persatu base metal, setelah selesai satu, pastikan hasilnya menempel dengan sempurna, kemudian
brazing lagi base metal satunya, pastikan merekat kuat, baru 2 base metal tersebut di join/sambungkan dengan menambah sedikit lagi alusol ke kedua permukaan base metal.

Contoh Pipa aluminium saya brazing dengan Piston mobil.
Karena massa pipa aluminium jauh lebih sedikit dengan piston mobil yang akan saya brazing,
Jika kita mem brazing secara langsung, sulit menentukan panas diantara dua base tersebut sudah mencukupi.
Maka saya Brazing dulu satu persatu,
memastikan sudah menempel secara sempurna,
barulah saya brazing pipa dan piston itu secara bersamaan.
Metode ini lebih pasti menurut saya.

Pastikan Permukaan Base Metal Bersih
Hasil Brazing pad Piston dengan Alusol
Pipa dan Piston melekat dengan sempurna

Thanks :)

Iklan