Kodepos adalah serangkaian angka dan/atau huruf yang ditambahkan pada alamat surat untuk mempermudah proses pemilahan surat.
Negara yang pertama kali memakai sistem kodepos adalah Jerman pada tahun 1941, lalu diikuti Inggris pada tahun 1959 dan Amerika Serikat pada tahun 1963. Sampai dengan Februari 2005, 117 dari 190 negara anggota Universal Postal Union telah memiliki sistem kodepos masing-masing. Beberapa negara yang belum memiliki sistem kodepos adalah Irlandia, Hong Kong, Panama, dan Vietnam. (sumber wikipedia)

Sering saya sewaktu memberikan alamat untuk keperluan tertentu, saya “dipaksa” menyebutkan Kecamatan, kelurahan, RT RW,
Walaupun sudah saya jelaskan kata penutup “PASTI” yaitu Jl Ratna No.1 Palembang 30143.

30143 adalah angka PASTI yaitu kode pos.
Pengalamatan mulai dari Negara, Propinsi, ke Kota, Diciutkan ke Kecamatan, Keluarahan, Jalan, RT/RW .
Suatu kota akan “menciut” langsung ke Kelurahan ketika sudah dilengkapi kodepos.

Baik dari Bank, BUMN sampai yang swasta banyak yang belum menganut sistem pengalamatan yang simple yaitu kodepos, banyak mereka bertanya dan menanyakan seperti ROBOT yang tidak di upgrade, mereka akan melayani jika alamat tersebut lengkap jika ada kelurahan/kecamatan (bagi mereka).

Itu sebabnya pada website apalagi website yang menjual sesuatu di USA seperti Ebay Amazon, mereka meminta (cukup) kodepos, sebab melalui kodepos inilah angka pasti biaya pengiriman bisa ditentukan.

Setahu saya Di indonesia (karena saya berlangganan Fedex) Fedex mereka saya rasa satu-satunya yang sangat perhatian untuk peng-alamatan,
mereka selalu menanyakan kodepos setiap pelanggan ingin mengirim, atau setiap pelanggan yang ingin menanyakan Area tersebut dilayani oleh Fedex atau tidak, maka Fedex menanyakan Kota dan diakhiri Kodepos untuk menentukan bahwa kodepos itu AREA Service mereka atau bukan, simple khan ?

Terakhir pengalaman mengenai kodepos (menurut saya konyol) saat saya menelpon ke CS PLN Pusat di kota saya…karena waktu itu ada ganggunan PLN. Apa yang ditanyakan oleh CS pada akhirnya ? Kecamatan Kelurahan RT RW…mereka memerlukan ini untuk memastikan petugas dari kantor mana yang akan dihubungi dan mendatangi Area Alamat saya…
(Terus terang saya sering tidak ingat apa nama kecamatan saya)

Kenapa CS PLN (BUMN) tidak menerapkan pertanyaan Kodepos dahulu ?
Tentu jika mereka mendapatkan kodepos, maka dengan drastis mereka sudah mendapatkan Area itu SAMPAI KE KELURAHAN.
Jika seorang penelpon tersebut tidak hafal kodepos, barulah beralih ke Kecamatan kelurahan….
Hal ini lebih masuk akal bagi saya….

Kodepos paling juga ada 100an untuk di Palembang,..
Buat daftar kodepos dengan nomer sekian, cakupan area dari kecmatan s/d Kelurahan bla bla bla…
Ah..mungkin tidak perlu diajakarkan mereka seperti itu,..mereka lebih pintar seharusnya…

Yang saya ceritakan di atas Standard CS pada BUMN terkenal lho…

Iklan