Peta Dunia zaman dahulu tahun 1500-an

 Seperti saya kecil dahulu sering mendengar misalnya saya lagi mencari teman, lalu teman yang lain berkata dia lagi main kelaut…atau yuk kita mancing ke laut…atau yuk kita berenang ke laut.

Saya yang waktu itu masih di sekolah dasar terheran-heran kenapa dibilang kelaut, padahal itu hanya sungai, yaitu musi yang terdapat di Palembang…
Tapi masyarakat disini apalagi orang tua disekitar sini menyebutnya laut…saat ini sudah agak jarang saya mendengar kata-kata laut untuk sungai musi…
Mungkin semakin realistis orang-orang disini menanggapi bahwa sungai yang jelas-jelas sungai ini memang bukan laut…

Lalu waktu di sekolah dasar juga saya sering melihat tulisan atau lagu Nenek Moyangku seorang Pelaut..

Tulisan atau lagu ini sudah aga jarang saya dengar atau saya lihat mengenainya…

Saya pikir pada waktu itupun tidak banyak yang bisa diceritakan pada setiap buku apapun itu menceritakan secara mendetil kedigjayaan nenek moyang kita sebagai pelaut…semua hanya menceritakan seadanya dan mungkin hanya sekedar menanamkan ideologi yang harus dipahami dari anak-anak bahwa Nenek moyangku seorang pelaut.., tapi untuk apa ? untuk saling bangga terhadap sesama orang indonesia ?

Sebab jelas, Nenek Moyangku Seorang Pelaut tidak terlihat secara jelas sepak terjangnya di luar negeri….

Saya jadi bertanya dalam hati…
Pada zaman dahulu pesawat terbang memang belum ada, jelas kehebatan maritim yang menjadi andalannya saat itu…

Terlebih lagi negara kepulauan apapun itu nama negaranya, pastilah secara alami banyak mempunyai perahu atau kapal….dan saya percaya Nenek Moyangku seorang pelaut…tapi jelas pelaut yang biasa-biasa saja…Mungkin untuk menangkap ikan atau berdagang dll,…

Seorang atau kaum bahkan negara yang mempunyai kehebatan Maritim pada saat itu pastilah mempunyai ambisi untuk menaklukan suatu daerah atau menjelajahi daerah-daerah baru…

Sebab pemetaan masih belum jelas dan masih terlalu banyak tempat yang belum dipetakan dan terlebih juga hukum dunia / internasional belum ada, hanya hukum sesama penjajah yang ada, seperti hukum-hukum sesama penjajah seperti Inggeris dan Portugis dan Spanyol dll. Juga sifat keingintahuan manusia yang alami tentunya akan menjadi basis semua keingintahuan sekaligus penjajahan ini….
Siapa saja yang besar, atau siapa saja yang merasa besar / mampu (saja) tentu akan mencoba untuk menjelajahi dunia…

Kita seandainya “merasa” mampu dalam sesuatu pastilah kita akan mencoba kemampuan itu khan, dan mencoba lagi dengan sesuatu yang lebih besar lagi khan ?

Contoh jepang pada tahun-tahun sebelum restorasi Meiji, siapa jepang, apa yang dilakukan jepang ?
Dan lihat jepang setelah mampu atau setelah restorasi meiji…bagaimana dan sepak terjangnya, apa saja yang dilakukan jepang pada waktu PD1 dan PD2 ?
Jepang sama menjadi penjajah seperti negara-negara Inggris, Spanyol, Portugis dll.
Itu tahun hukum-hukum internasional sudah ada lho…
Apalagi pada waktu abad-abad kegelapan jika ada kaum yang memang menguasai maritim tentulah dia akan menjelajahi dunia dan menjajahnya.

Jadi kembali ke Nenek Moyangku Seorang Pelaut, apakah memang benar-benar seorang pelaut yang dimaksudkan seperti sekelas spanyol portugis inggris dll, atau maksudnya nelayan?

Sederhana saja kenapa dia menjajah, karena zaman waktu itu belum banyak diketahui ada daerah-daerah baru…setelah menemukan daerah baru terlebih lagi disana banyak juga hal baru yang tidak terdapat di negaranya masing-masing seperti rempah, emas dll…jadilah dia penjajah…
Jadilah dia semakin mencari daerah-daerah lain.

Hebatnya malah inggris yang sampai ke Australia…bukan Nenek Moyangku tadi yang menduduki Australia, padahal jelas Nenek Moyangku lebih dekat dengan Australia daripada Inggris.

Jika seandainya Nenek Moyangku ini “dibawah sedikit saja” kehebatan maritimnya dibanding inggris, seharusnya tetap saja Nenek Moyangku duluan mengenal Australia. Khan lebih dekat Nenek Moyangku dengan Australia daripada Inggris atau Eropa.

Kejar-kejaran saling menempati daerah baru ini bagi saya wajar-wajar saja…pada waktu itu belum ada hukum dunia.
Penjajahan menjadi terang-terangan, tidak sepeti tren sekarang penjajahan itu dlakukan dengan halus…
misalnya USA menyerang irak dan kesempatan bagi Amerika dan sekutunya menjajah secara halus…

Yang membuat kita semakin mundur atau jalan di tempat, kenapa kita terbiasa dengan (maaf) menurut saya berlebihan (lebay) menanggapi siapa kita disini…semua puji-pujian ini atau hal-hal besar ini hanya kita sendiri yang menciptakannya dan untuk siapa kalau tidak untuk memuji kita sendiri.

Anda lihat dari “Laut” di Palembang, Nenek Moyangku seorang pelaut…semuanya menurut saya hasil dari Ideologi yang salah…
Dan banyak sekali kelebay-an yang terjadi di Indonesia…

Mulai dari heboh-hebohnya blue energi, atau minyak yang bisa diganti dengan tenaga air adalah penemuan orang indonesia, justru di internet kit nya dijual berhamparan…

Ternyata di ebay saja banyak buatan perorangan yang menjual paket pengubah air menjadi hidrogen yang hasilnya bisa digunakan untuk mesin dll yang dijual dengan harga mulai 1 juta-an sampai beberap puluh juta.
Kenapa tidak menjadi favorit atau sangat bernilai (setidaknya untuk saat ini) ?

Karena sederhana saja, untuk menghasilkan sesuatu butuh sesuatu yang setidaknya sama nilainya antara pemicu dan hasil yang dicapai.
Ngga usah ditarus disini videonya di youtube…terlalu banyak, bahkan sepertinya orang-orang indonesiapun ada yang membuatnya dan mem-publishnya di youtube juga…
Cari dengan kata “HHO” di youtube…

Atau pernah juga saya melihat di TV seorang anak SMP Indonesia dimana disebut atau dikatakan menciptakan semacam senjata elektronika atau coil gun yang banyak di temui di youtube…
Bukankah ini sangat banyak di youtube dan bagaimana cara membuatnya bahkan hanya dengan beberapa puluh dolar ada orang yang menjual kitnya…

uniden-wireless
Telepon Rumah ini, menggukan charger yang wireless

 Atau juga pernah di TV sebuah Sekolah teknik setingkat SMA yang berhasil menciptakan charger wireless, artinya jika anda hendak mencharger hp anda cukup dekatkan saja ke charger itu, tidak perlu mencolokkannya seperti umumnya kita mencharger sekarang…

Bukannya itu sudah banyak diterapkan di peralatan HP sekarang ini ?

Bahkan saya punya Telepon rumah wireless, karena telepon rumah itu wireless dan waterproof / tahan air maka chargernya pun wireless…
cukup dekatkan dan telepon itu akan di charger…
Dan itu sudah lama ada dan dijual di Amerika dengan murah…bahkan sepertinya dari tahun 2008 sudah banyak dijual.

Yang cukup mendapat tempat menurut saya pribadi, misalnya ada anak indonesia yang Kreatif, membuat sepatu Anti perkosaan, idenya memang kreatif..yaitu listrik bertegangan tinggi yang bisa menyengat dirakitkan ke sepatu dan tinggal tendang jika diperlukan….

Sepatu ini buatan Hibar Syahrul, dan karena memang kreatif dan bernilai.

Wajar saja Hibar mendapat tiga medali emas dan dua perak dalam ajang International Exhibition of Young Inventors (IEYI) 2013 di Kuala Lumpur.

Anda lihat penemuan Hibar ini ?
Ini tidak muluk-muluk, dan semua ada prosesnya…penemuannya yang kreatif mendapat apresiasi pada dunia…

Jika usaha itu mempunya kekuatan atau nilai dari 1 sampai dengan 10.
Misalnya anda berlari terus menerus dengan kecepatan 10, anda melintasi seseorang dan orang itu mengejar anda.
Dengan kekuatan 5 dia pasti tidak akan mampu mengejar anda, kecuali anda sempat santai atau stop berlama-lama.
Dengan kecepatan 3 pun jika anda lengah anda akan disusul.
Tapi walaupun anda dikejar dengan kecepatan 10 sekalipun, anda tidak akan terkejar karena kecepatannya sama.

Apa yang dilakukan Hibar inilah yang dimaksud dengan tahap atau fase…
Semua ada tahapannya, tidak ada loncatan, tidak ada keajaiban…semua terjadi dengan tahap-tahapnya.
Semua orang di dunia saling berlomba, semua ilmuwan di dunia tiada henti mencari hal-hal yang baru.

Sekelas militer amerika saja termasuk baru merampungkan Senjata Elektronika atau coil gun tadi,
lalu ada anak smp yang membuat senapan plasma lalu dia termasuk penemu (bukan bermaksud merendahkan) ?
Alangkah malu saya jika sebagai anak smp itu jika saya disebut-sebut sebagai penemu…
Saya yakin anak itu tidak bermaksud seperti itu dan diapun malu jika dikatakan sebagai pencipta atau penemu, tapi kita atau media yang suka lebay atau berlebih-lebihan memuji diri sendiri.

Saya ada cerita realistis lainnya…

Saya menjual dan juga sebagai pengguna suatu program.
Program ini mempunyai guna yang sangat khusus, artinya tidak banyak yang bisa dilakukan oleh program ini, kecuali untuk membaca hasil scanning sonar (bawah air) dan gps dan mencitrakannya.
Tapi program ini walaupun sangat sedikit kegunannya, bagi saya program ini sangat spektakuler menurut saya, sangat sedikit program-program yang beredar atau diperjual belikan yang bisa seperti ini.
Pengganti program ini ada, bukan tidak ada, yaitu jika kita tidak mau membeli program ini, unit sonar itu sendiri bisa mengolahnya tapi pada unit itu saja bukan datanya bisa dibawa ke komputer.
Program itu dibuat oleh perusahaan kecil,oleh sekelompok software engineering dari eropa dan harganya relatif murah, sekitar 3 juta-an.

Lalu suatu hari saya mau menghubungi perusahaan pembuatnya lagi ternyata mereka tidak lagi menjualnya, ternyata hak cipta program itu sudah dibeli oleh salah satu raksasa industri peralatan sonar di Amerika, pastilah dengan harga milyaran rupiah. Mereka tidak lagi menjualnya…

Tidak ada loncatan dahsyat yang sangat spektakuler yang pada penciptaan ini program ini, tapi karena sesuatu yang berguna, banyak perusahaan raksasa yang meliriknya.

Dan mereka yang membuatnya telah berusaha keras agar terciptanya program tersebut, terbukti update atau perbaikan program itu ada terus menerus semasa itu masih dijual umum.
Jika hasil yang kita buat 1 maka hasilnya juga akan 1, begitupun jika kita menghasilkan 10 tentu akan bernilai sepuluh.

Ini realita.
Saya merasa ke-lebay-an ini atau perasaan memuji pada diri sendiri sudah sedemikian tingginya di Indonesia,hampir semua sektor bahkan sekedar iklan kitapun sangat tidak realistis….

Maksud saya…berkarya…yaa berkarya saja…lakukan saja…
Kejar apa yang bisa dikejar, dan hasilkan…
Walaupun hasilnya kecil, seperti hanya menghasilkan untuk sebatas kehidupan dalam suatu negara saja atau bahkan hanya dalam keluarga kita sekalipun, ini tetap hasil namanya…kita menghasilkan sesuatu untuk keluarga.

Kita bekerja sebagai pedagang, sebagai tehnisi, sebagai sopir, sebagai orang bengkel atau sebagai apa saja yang bertujuan membuahkan hasil…lakukan saja, tetap berusaha melakukan yang terbaik…
Bukan hasil yang hanya meninabobokan masyarakat yang akhirnya terpesona dan hanya mengambang..tanpa arah bahkan tanpa hasil sama sekali.

Tidak usah dilebih-lebihkan…malu yang didapat jika kita hanya berkoar-koar tapi ternyata ditempat lain banyak yang lebih hebat seperti itu bahkan sudah menjadi hal biasa…apalagi dilihat oleh negara lain…

Sederhana saja, jika itu berguna, apalagi bisa diterapkan dan bersifat penemuan baru, DUNIA yang akan menilainya.
Bukan kita sendiri yang menilainya….

Buktinya cina…mungkin jika ada yang bisa mereka ciptakan itu hanya 1 atau 2 hal dibanding berjuta-juta sesuatu daripada apa yang bisa diconteknya…
Mereka tetap pada tracknya…sebagai sesuatu yang sederhana saja, mencontoh, membuatnya lebih murah walau ada konsekwensi dengan kualitas yang lebih rendah…
Mereka akhirnya menjadi negara yang hebat…sebagai produsen, pedagang berbagai macam kebutuhan dunia…

Kita terlalu sering euforia…bahkan ultra euforia

Download gambar dibawah ini, tapi saya harap kita tidak berkecil hati.

Daftar Peringkat Paten se Dunia
Daftar Peringkat Paten se Dunia

Drmikianlah, mohon maaf, jika ada kata-kata yang salah, dengan tidak bermaksud menyinggung apalagi menyinggung suatu kaum atau negara…
Tapi tulisan ini saya buat karena semata-mata saya orang indonesia yang ingin melihat bangsanya realistis dan mengejar ketinggalan….

Wassallaam…

Iklan