Ibarat anda ingin membangun perangkat musik hi-fi (high fidelity), dari jaman dahulu komponen yang harus mendapat perhatian dan persentase dananya pembangunannya paling banyak pada perangkat speakernya.
Karena pada speaker inilah semua akan dilimpahkan, jika anda membeli Blueray player seharga 5 juta, lalu amplifier 5juta dan speaker hanya 2 juta tentulah hasilnya tidak akan maksimal, idealnya speakernya seharga yang 10jt.

Begitu juga pada pemilihan Solar Charge Controller (off-grid), jangan ragu-ragu meng-investasikan pada controller yang sebagus-bagusnya, yang sebesar-besarnya wattnya, sebab controller yang akan mengatur, yang bisa memanfaatkan tenaga surya dari solar cell dan mengubahnya menjadi arus dan tegangan yang siap digunakan, selain itu harga tertinggi pada PLTS akan banyak tersedot ke pembelian Solar cell, Batterai bukan controller.

Ada jenis PWM dan ada jenis MPPT (bukan merk tapi jenis).
Dengan asumsi Ampere dan Watt yang sama, sifat controller kelas PWM umumnya berharga murah, Tegangan Input hampir sama dengan Tegangan ke Baterai / Aki, misalnya pada controller autovolt untuk baterai 12/24, input 12-23VDC untuk baterai 12v dan input 24~30V untuk baterai 24VDC, intinya tegangan input tidak jauh berbeda dengan tegangan output (ke baterai).

MPPT umumnya mempunyai keistimewaan yaitu tegangan input yang tinggi untuk mencharge baterai baik 12v s/d 48v, bahkan sebagian controller bisa mencharge sampai 60VDC.
Harga memang mahal, tapi efesiensinya memang lebih baik.

Sebelum saya menceritakan kenapa lebih efesien kelas MPPT, baiknya saya ceritakan dahulu mengenai sifat solar cell atau photovoltaics itu sendiri biar lebih nyambung.

Solar cell yang kita miliki, baik itu berukuran 10W (watt), 20w, 50w, 100w atau 200W sekalipun jika anda ukur tegangannya tanpa dipasang pada controller (tegangan terbuka atau VOC) baik itu dipagi hari, siang hari, berawan, hujan, sore hari, tegangan atau voltage-nya cenderung tetap.
Misalnya anda mempunyai solar cell 10W dengan sepesifikasi tegangan 19 volt, maka jika anda ukur pada berbagai cuaca atau keadaan baik pagi, sore, siang, berawan berat, hujan deras, tegangannya cenderung sama, tetap pada kisaran 18V s/d 20V atau lebih.
Tapi apa yang berubah?
Amperenya yang berubah, jika tidak percaya coba ukur ampernya pada waktu pagi hari jam 7 pagi dan jam 12 siang (asumsi semua dalam keadaan cerah).

Nah sampai disini sudah terbayang belum kenapa MPPT akan lebih efesien dalam mencharge baterai?
MPPT akan lebih bisa mengisi baterai jika hari mendung dibanding PWM.
Kenapa MPPT lebih bisa mencharge baterai dihari mendung daripada PWM?
Karena pada MPPT bisa memanfaatkan kelebihan tegangan tadi dan dikonversi menjadi arus/ampere yang tinggi ke baterai, sedangkan pada PWM karena hari mendung, walaupun tegangan tetap ada (bahkan hampir sama atau tidak ada penurunan) tapi Ampere jauh lebih kecil.
Dengan kata lain, MPPT akan lebih jago mencharge baterai daripada PWM.

Karena sifat atau kelebihan MPPT seperti diatas maka MPPT lebih efesien, lebih terjamin dalam mencharge baterai terhadap ketersediaan ampere atau arus untuk ke baterai.

Terlebih lagi masalah pengawatan dari Solar Cell ke Controller, pada PWM mutlak diperlukan kabel yang sepadan, misalnya spesifikasi 100W dapat menghasilkan 7A, maka jika anda mempunyai 4x 100W tentu pada saat hari sangat terang Ampere yang akan tercapai 7Ax4 (paralel) = 28A dengan volt yang rendah, maka kita harus lebih hati-hati dalam memilih kabel, sebab jika kita membeli kabel yang kecil, tentu akan sia-sia atau terbuang ampere yang dihasilkan oleh solar cell tidak akan tersalur secara sempurna ke controller.
Sebaliknya pada MPPT, karena mppt umumnya bertegangan lebih tinggi, misalnya anda mempunyai solar cell 100W x 4 (serial) ampere 7A, anda hanya perlu kabel 7A atau 10A saja, karena pengawatan MPPT diserial, maka hanya tegangan saja yang menjadi tinggi sedangkan ampere akan tetap pada 7A dihari terang.

Dibawah ini contoh pengawatan umum pada controller PWM dan MPPT.

Pengawatan umum controller jenis PWM
Pengawatan umum controller jenis PWM
Pengwatan Umum controller jenis MPPT
Pengwatan Umum controller jenis MPPT

Jika anda ingin mempunyai pembangkit dengan kinerja tinggi, misalnya hanya 50Watt saja tetapi ingin digunakan selama 24Jam, saran kami gunakanlah MPPT, karena jangan lihat harga MPPT lebih mahal, tetapi investasi akan membengkak jauh lebih tinggi jika anda menggunakan controller PWM.
Sebab sebetulnya biaya pembuatan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) umumnya akan banyak tersedot ke Solar cell dan Batterai bukan Solar Charge Controller.

Namun jika anda ingin membuat PLTS anggaplah mempunyai beban max 50w, dan hanya dipakai 10-12 jam memang PWM akan lebih murah, tapi jika anda ingin menambah beban (upgrade) dihari lain, maka MPPT pilihan tepat.
Lebih baik dipersiapkan dari sekarang Solar controller MPPT dengan power 1000W walaupun solar cellnya hanya 200W.
Daripada membangun sistem 200W dengan PWM controller, maka umumnya waktu ingin diupgrade, controller harus diganti dan belum lagi efesiensi yang rendah tadi pada PWM.

Dengan melihat video dibawah ini, akan jelas sekali perbandingan Volt & Ampere Input dan Output controller PWM VS MPPT.

Pada video diatas, pengetesan pertama pada controller PWM 12/24, 30A, mencharge sistem baterai 24V (12vx2) 150A.

Tegangan Input tercatat rata-rata 30V.

Ampere Input tercatat 16A.

Ampere output ke Batterai tercatat 16A.

Pengetasan kedua pada controller MPPT, dengan max input 75V dan max charge 25A.

Tegangan Input tercatat rata-rata 48V.

Ampere Input tercatat 13-14A.

Ampere output ke Batterai tercatat 25A.

Pengetasan ketiga pada controller MPPT plus Inverter 220VAC Sinus 2400 Watt, dengan max input 75V dan max charge 25A.

Tegangan Input tercatat rata-rata 65V.

Ampere Input tercatat 13A.

Ampere output ke Batterai tercatat 25A.

——————————-

Jika ada pertanyaan mengenai ini, dengan senang hati saya akan coba menjawabnya (0816-384499 / 0819-7897920)

Berbagai macam controller bisa dibeli di http://www.JBL.CO.ID (jual beli lelang)

Jual Beli Lelang Ebay Mode
Jual Beli Lelang
Ebay Mode
Iklan