Pekerjaan saya 99% bergerak pada peralatan elektronika, tapi karena pada pekerjaan tersebut kadang perlu saya melakukan pemrosesan pada logam aluminium, ada 3 macam proses yang biasa saya lakukan, yaitu “menyolder” atau “membrazing” dan “mengelas” aluminium.

Maka sayapun sekalian menjual flux ataupun perangkat-perangkat pendukung pemrosesan seperti diatas, salah satunya aluflux, alusol, alucast…

Semua punya awal atau permulaan atau pengalaman pertama…jadi banyak yang bingung mengenai proses diatas.

Banyak kejadian waktu menelpon atau  via sms saya menanyakan salah satu produk, dan pada saat produk itu lagi kosong, atau tidak cocok buat mereka….maka saya tawarkan produk lain dan umumnya yang nanya malah jadi bingung….

Satu lagi pertanyaan umum yaitu mengenai kekuatan dari 3 proses tersebut….
Banyak yang bertanya mengenai hal diatas…
Saya pribadi menilainya dari untuk apanya dulu…jika dari spek teknis penyolderan saja mempunyai kekuatan tahan pada tekanan ribuan PSi,
namun bukan masalah kekuatan saja menjadi pertimbangan namum kemudahan, fungsi dll.
Dan yang terpenting, coba dahulu…tanpa mencoba kita tidak akan mengetahui Realnya bagaimana.
Aluminium yang disolder memakai timah saja bagi saya itu sangat kuat…yah sekuat jika anda menyolder tembaga/pcb (papan elektronik) dengan timah…cukup kuat bukan?
Tetapi untuk apa dahulu..?
Jika untuk ditempat-tempat yang sangat panas walaupun tidak bergerak atau memerlukan ikatan yang kuat atau pada suhu 200 derajat celcius saja timah mulai retak…walaupun tidak cair…yaah tentunya saya melakukan brazing, bahkan pengelasan.

Contoh: Kita ingin menutup lubang pada radiator yang tidak bergerak dan tidak terlalu panas, atau bahkan cuma membuat huruf balok dari aluminium…
Panasnya Radiator tidak akan melelehkan timah, tekanannya sepertinya masih rendah…tentu saya pilih solder atau maksimum brazing saja.
Huruf balok aluminium…hanya ke pelat aluminium 0.2-2mm dan lebar hurufnya hanya beberapa-puluh cm saya pilih solder saja…

Jadi disini saya akan menguraikan satu persatu mengenai proses tersebut sebatas pengalaman saya…

  1. Proses pertama dan menggunakan suhu rendah namanya Menyolder Aluminium (menggunakan Aluflux).

    Solder ALuminium dengan Aluflux
    Solder ALuminium dengan Aluflux

    Menyolder “Aluminium dengan timah” ke Aluminium atau ke Tembaga atau ke Besi atau ke Seng atau ke stainless dll menggunakan cairan bantu/ flux agar terjadi proses perekatan antara aluminum dengan timah dan tembaga dll.
    Disini cairan fluxnya saya jual dengan nama ALUFLUX (hanya cairan).
    Proses ini bekerja pada suhu 280 s/d 300 derajat celcius atau lebih sedikit, proses ini tidak mencairkan aluminium, proses ini menggunakan timah elektronik atau timah putih batangan (lebih keras).
    Penyolderan umumnya saya menggunakan Turbo Torch daripada menggunakan solder listrik…
    Menggunakan solder listrik jika hanya pada aluminium kecil dan tipis, seperti kaleng minuman yang sudah dipotong…
    Jika sudah untuk menyolder pada aluminium lebar apalagi tebal, seperti heatsink, atau bahkan cuma plat 1mm yang seluas 5 x 10cm saja dengan solder elektrik sudah sangat sulit terjadi penyebaran panasa yang merata, maka sebaiknya gunakan pemanas api seperti turbo torch
    *Tambahan Turbo Torch untuk menyolder dan brazing bukan pengelasan!

    Info detil keterangan dan video-video mengenai penyolderan aluminium dapat dilihat disini.

  2. Proses kedua yang biasa saya jalankan adalah Brazing Aluminium (menggunakan Alusol dan Alucast).
    Alat yang biasa saya gunakan untuk menyambungkan/ menambal aluminium ke sejenisnya seperti logam babit, logam pada karburator misalnya, tapi tidak untuk ke besi atau stainless, seng dan sejenisnya.
    Brazing jelas lebih kuat daripada solder, namun semua punya kelebihan dan kekurangan…
    Salah satu kekurangan brazing menurut saya adalah saya tidak bisa menarik batangan yang dibrazing, dimana lagi mencair seperti saya menarik timah yang lagi cair pada proses penyolderan.
    Batangan Alusol atau Alucast lebih kental pada waktu mencair dibandingkan timah.
    Pada batangan Alusol / Alucast berbentuk logam dimana pada batangan tersebut sudah ada flux-nya (tidak terlihat karena sudah tercampur didalam batangan tsb).
    Proses ini bekerja pada suhu diatas 300 s/d 400 derajat celcius atau lebih, proses ini tidak mencairkan aluminium, proses ini menggunakan batangan khusus dimana sudah terdapat flux, proses ini jelas lebih kuat daripada penyolderan.
    Alusol lebih keras dan suhu leleh lebih tinggi sekitar , Alucast lebih lembut sedikit dan suhu leleh lebih rendah daripada alusol.
    Alucast menurut saya lebih mudah diarahkan….Info detil mengenai Alusol dapat dibaca disini.
  3. Mengelas Aluminium dengan proses TIG (gas argon).
    Konsep sederhana pengelasan dengan methode TIG.
    Konsep sederhana pengelasan dengan methode TIG.

    Salah satunya pengelasan aluminium yang saya gunakan dengan methode TIG.
    Walaupun ada proses pengelasan lain seperti MIG, bahkan methode Stick/SMAW pun ada yaang bisa untuk pengelasan aluminium.
    TIG Artinya > Tungsten Inert Gas, yaitu jarum yang terbuat dari tungsten (di dalam pena/torch tig yang kita pegang) dialiri tegangan yang rendah tetapi arus yang tinggi, seperti pada alat las tig saya ampere mulai 5 s/d 200A.
    Dan pada torch tersebut juga dialiri gas Argon pada waktu pengelasan saja.
    Jadi pada waktu starting mengelas, tungsten dialiri listrik dan gas argon.
    Guna gas Argon tersebut agar tidak terjadi oksidasi aluminium pada waktu aluminium leleh dan terkena udara.
    Simplenya gas argon itu akan seperti memayungi dimana aluminium leleh agar tidak kemasukan udara.
    Itulah sebabnya pada pengelas tig tidak ada kerak / hitam pada aluminiumnya….aluminiumnya tetap mengkilat…
    Coba anda torch/bakar dengan api las biasa pelat aluminium…aluminium tersebut akan mencair pada suhu 600 an derajat celcius dan menjadi rusak karena oksidasi dengan udara.
    Itu juga sebabnya Solder dan Brazing tidak mencairkan aluminium.
    Methode tig ini juga menggunakan kedua tangan kita, satu memegang batangan aluminium (filler rod) dimana akan dileburkan bersama media utama aluminiumnya dan satu lagi tangan kita memegang pena atau torch tungsten tersebut.

    Methode Tig ini bukan hanya sebatas aluminum saja, tetapi juga untuk besi, stainless dll.

Sekian sampai disini saja dahulu, mohon maaf jika ada yang salah…dimana disini saya hanya mencoba sharing sebatas yang saya ketahui…

Saran saya, jangan takut untuk mencoba terlebih untuk ilmu yang bermanfaat untuk kita sendiri atau orang lain, tanpa mencoba kita tidak akan pernah tahu dan hanya pada meraba-raba…tidak tahu bagaimana kondisi realnya.

Jika ada pertanyaan bisa menelpon saya pada nomor: 0816-384499 / 0819-7897920.

Tempat beli Aluflux di DNEGO.COM ukuran 5mL dan 50MmL

Iklan