Saya bukan spesialis berjualan perangkat cctv.
Hanya beberapa kali saya sempat menjual perangkat cameranya ataupun recordernya.

Namun banyak sekali yang salah dalam menanggapi baik itu dari sisi pembeli atau penjual.
Ada penjual yang bersikeras dengan kata realtime, ada pembeli yang bersikeras dengan fps atau resolusi dan macam-macam lagilah konflik-konflik umum yang dikarenakan tidak mengetahui base perhitungannya menjadi hal yang rumit. Padahal konsepnya sederhana.

Misalnya ada yg jual dengan mempromosikan bahwa card atau recorder cctvnya realtime 8 channel, sewaktu ditanya berapa Fps mereka tidak bisa menjawabnya atau parahnya menjawabnya dengan sembarangan, padahal ini permasalahan teknis yg sederhana dan memang harus diketahui konsumen, jika penjual dan pembeli mengetahui apa yang dimaksud Realtime, Fps, tentulah tidak ada kebingungan lagi dan penjualan akan semkain mudah serta konsumen semakin mudah juga menentukan pilihannya.
Jika penjual atau pembeli tidak tahu maka akan lahirlah informasi yang menyesatkan dan terus menerus menjadi salah.
Padahal yang perlu diketahui hanyalah berapa NILAI FPS dan Berapa ukuran Framenya, selesai!

FPS dan Frame ini adalah bagian yang sangat penting untuk diketahui oleh konsumen.

Pada kamera poket, kamera DSLR, kamera hp, termasuk recorder cctv mereka mempunyai nilai FPS dan frame tadi, itu pasti.

Televisi yang kita tonton setiap hari terdiri dari gambar yang banyak dan gambar tersebut menjadi video karena bergerak.
Nah jumlah gambar atau frame tersebut adalah 25 gambar dalam 1 detik (25Fps) untuk sistem PAL yang dipakai di Indonesia, dengan besar bingkai gambarnya 720 pixel × 576 pixel atau sering disebut saja 576, atau 30 gambar dalam 1 detik (30fps) untuk sistem NTSC (amerika).
Untuk melihat video dengan gerakan yang smooth atau halus tadi setidaknya diperlukan 25fps atau 30 fps tadi.
Jika dibawah 25 fps, anggap saja 15fps apa yang terjadi?
Video yang kita lihat akan terlihat menjadi patah-patah gerakannya.

Misalnya ada 25fps dengan resolusi 640×480 atau sering disebut saja dengan angka 480.
Apakah 25 fps dan 640×480?
Artinya perangkat tersebut bisa memainkan video dengan kecepatan 25 gambar per detik dengan besar ukuran gambarnya 640 pixel untuk horizontal dan 480 pixel untuk vertikalnya.

Masalah pixel sudah masalah berbeda pada perangkat display atau peraga atau layar.
Pixel itu titik, jika ukuran 1 titik itu = 1 centimeter, artinya tinggi layarnya saja akan 480 centimeter atau 4.8 meter.
Semakin tinggi jumlah pixel, dan semakin kecil ukuran titik maka semakin halus gambar tersebut.
Anggapa saja televisi anda berukuran 42 inchi dengan resolusi 1080, artinya Layar TV dengan diagonal 42 inch yang terdiri dari  1080 pixel  (tinggi) x 1920 pixel (lebar), jika dibanding layar Handphone dengan diagonal 5 inchi dengan pixel 1080 x 1920 juga, lebih halus gambar yang sama pada Handphone daripada di televisi 42 inch tadi dan pastilah lebih mahal harga layarnya Handphone, karena lebih susah membuat 1080 x 1920 pada ukuran yang lebih kecil tadi.

Kembali ke FPS dan Frame  25 fps dan 640×480 tadi, artinya jika perangkat tersebut anggaplah bisa kita paksakan dengan resolusi misalnya 1024 x 768, maka perangkat tersebut fpsnya tidak akan mampu lagi tercapai dengan kecepatan 25 fps, tentunya akan menurun.

Contoh samsung galaxy S5, mempunyai kemampuan maksimal untuk membuat video: 3840×2160 30fps.
Artinya bisa saja samsung S5 tersebut membuat video dengan mudah atau enteng lagi jika kita bisa mensettingnya misalnya 30fps saja dengan resolusi 640×480 atau 120fps bahkan dengan resolusi 640×480 tadi.

Nah kembali ke CCTV recorder atau perekam cctv, umumnya pada box recorder tertera nilai FPS-nya.
Misalnya pada box tersebut tertera tulisan 4 channel 100 fps (PAL) 120FPS ntsc.
Artinya perangkat tersebut jika tidak bohong spesifikasinya, bisa dipasangkan empat kamera dengan kemampuan merekam atau memainkan filmnya dengan kecepatan normal 25fps dalam 1 detik.
Tapi perlu diketahui juga berapa resolusinya atau frame-nya tadi?
Jangan terjebak nanti dengan spesifikasi, pastikan juga Framenya.
Banyak yang bilang hi resolusi dengan resolusi 1080 pixel misalnya, tetapi ternyata 100FPS tadi untuk 4 kamera resolusi 640×480 pixel. Tetapi untuk resolusi 1080pixel hanya 15 fps jika dipasang 4 kamera, kecuali untuk 2 kamera saja.

Jadi jika anda ingin membeli, jangan langsung percaya saja dengan kata-kata penjual hi resolusilah….realtime lah…dll.
Soalnya kadang merekapun tidak memahami konsep yang sebetulnya sederhana ini, sehingga konsumen tersesat semakin banyak.

Jadi jika ada perangkat yang bisa kita setting seenaknya (dengan kemampuan fps dan frame yang sudah terbatas dari perangkat) semakin tinggi nilai fps yang kita setting, maka ukuran frame yang akan menurun, dan semakin besar frame yang kita setting, maka nilai kecepatan fps akan menurun atau berkurang.

Itu sebabnya pada kamera anggaplah 15 mepapixel untuk memotret gambar, tetapi tidaklagi menjadi 15 mega pixel untuk membuat video.
Karena membuat video membuat kerja perangkat lebih keras.

Semakin tinggi FPS maka semakin detil suatu video, terlebih jika untuk keperluan gerak lambat, atau slow motion untuk pembuatan film atau analisis gambar.

Contoh 1000 FPS pada video dibawah ini:

Untuk melihat resolusi video, kita bisa menggunakan program player sederhana seperti media player classic yang gratis, lalu klik properties, dan lihat resolusi dan fps nya, seperti pada video dibawah ini.

Dibawah ini standard frame pada video

resolusi standard video

Iklan