Tuhan menciptakan kesenangan ataupun kesedihan mempunyai level yang tetap, baik pada orang miskin, kaya, pejabat, hamba sahaya sekalipun.

Terlebih suatu kesenangan yang andilnya berasal dari kemampuan materi dari seseorang.
Jadi santai sajalah bagi kita merasa miskin, yang merasa kaya, yang merasa berkuasa, yang merasa hidup terhina dll.

Semua yang terjadi dalam kehidupan ini untuk dinimakti termasuk hal yang tidak kita senangi….
Apalah arti kehidupan di dunia ini? Sedih, senang, kaya, miskin, raja, rakyat jelata paling juga berumur 100-200 tahun akhirnya mati juga…dan kita akan menemui kehidupan yang sebenarnya yang tak terbatas panjangnya….

 

https://zulkarnain.files.wordpress.com/2014/10/cc00e-dead-man.jpg
Mati…hidup yang sesungguhnya….

Saya pernah diceramahi oleh teman dimana teman tersebut agar saya lebih keras dalam mencapai suatu kesuksesan yang tinggi dalam bentuk materi…agar pada kehidupan kedepan kita, keluarga akan lebih bahagia.

Menurut saya inti dari kebahagian itu adalah, rasa sukur, tidak adanya beban yang terlalu besar atau tinggi pada suatu hal yang terjadi pada hidup kita….
Apapun beban itu, jika sudah membebani dalam hidup kita tentulah dia akan menyita waktu, tenaga dan pikiran, setelah itu terjadi maka terkorbanlah hal-hal lain yang biasa kita jalani dalam kehidupan sehari-hari.

Kita dapat rezeki yang kecil misalnya, yaa sukuri saja…jangan menjadi beban karena melihat ke atas…
Kita dapat masalah, yaa jalani saja…walaupun terasa menyedihkan, ambil hikmahnya…jika saya tidak begini mungkin akan begini…
Jika kita memberi atau bersedekahpun dalam keadaan susah ataupun senang sebaiknya juga tidak merasa terbebani!
Intinya kita bersukur dan tidak ngotot….

Memang ini suatu hal yang sulit untuk dilakukan….namun harus di biasakan…

Kadang memang kita berlebihan terhadap sesuatu, ini pasti pernah terjadi khan karena kita manusia bisa….
Misalnya rasa ambisus yang sangat tinggi…baik itu untuk sesuatu yang baik ataupun yang buruk atau yang biasa-biasa saja…
Jika kita terlalu ambisius terhadap sesuatu akan ada dua efek yang pasti, keberhasilan dan kegagalan.
Tapi ingat konsekwensinya pasti akan ada juga hal-hal yang lain yang harus kita lewatkan semasa itu….

Jika kita merasa miskin, jangan terlalu merasa itu suatu hal yang buruk terjadi terhadap kita sampai kita mati,
begitupun jika kita kaya janganlah terlalu sombong seolah-olah tidak akan miskin sampai mati dll…
Sebab hal yang paling hakiki menurut saya adalah ketenangan dalam hidup…sehingga bisa membuat kita merasa nyaman baik dalam keadaan susah, senang, kaya, miskin….
Bagaimana agar lebih tenang dalam hidup ini?
Yaa selalu bersukur…
Bagaimana wujud sukur?
Jika kita beragama, tentu ada hak dan kewajiban…hak kita telah dipenuhi oleh yang maha kuasa tentu kita harus menunaikan kewajiban kita…
Jadi tunaikan kewajiban adalah salah satu wujud sukur…bukan sekedar ngomong alhamdulillaah setiap saat mendapat sesuatu yang baik…
Mau mempunyai cara yang lebih baik lagi untuk bersukur?
Yaa bersedekah…memberikan sesuatu yang membantu untuk orang yang tidak mampu…bukan sekedar bersedekah “alfatihah” yang dulu sempat tren…
Setiap kesusahan yang terjadi pada kita, pasti ada yang lebih susah dari kita…itu sebabnya selalu sempatkan untuk bersedekah!

Pada suatu percakapan saya dengan teman saya diatas, sempat juga akhirnya terjadi debat berkepanjangan…
bahkan ngalor ngidul ke misalnya kemampuan membeli sesuatu yang mewah…luxury dll….jika kita mempunyai tingkat materi tertentu….

Waddduuuh….materi lagi…materi lagi impiannya….
Seharusnya kita bisa belajar dari kenyataan yang sederhana ini saja…
Kita semasa dari kecil…sampai dewasa saat ini pernah mengalami yaitu keinginan memiliki sesuatu yang bersifat materi khan?
Bahkan sampai kita dewasapun kita tetap mempunyai keinginan memiliki materi tertentu khan?
Tidakkah kita terbayang setelah kita dapatkan? Bahagia?
Betul bahagia…tapi apa selamanya bahagia karena mendapatkan materi itu?
Nggalaah…paling cuma beberapa jam, hari…bulan…setelah itu kesenangan dari memiliki materi tersebut mereda…dan menghilang…mau dari sekedar mainan pistol-pistolan, gadgets, mobil mewah, apapun itu yang bersifat materi.
Karena apa? karena bukan pada materi itu terletak kebahagiaan sejati.
Apapun materinya, mainan, handphone tipe baru, motor baru, mobil baru, apapun itu…pada akhirnya akan menjadi biasa-biasa saja…
Inilah salah satu contoh keadlilan dari tuhan….

Level kebahagiaan sejatinya tidak ditentukan dari materi

Jika ada suatu materi yang mempunyai harga, dan materi itu bisa membahagiakan seseorang hingga akhir hayatnya tentulah membuat tuhan menjadi tidak adil….
Misalnya, ada orang yang bisa membeli pesawat terbang atau kapal selam, maka dia akan bahagia selamanya, karena dia sudah bisa terbang laksana burung…dan berenang menyelam laksana ikan sedangkan orang lain tidak mampu seperti dia….
Lalu bagaimana dengan yang tidak mampu membelinya, level kebahagiaanya dibawah dari yang punya kapal terbang?
Jika memang demikian maka orang-orang terkaya di dunia artinya orang-orang paling berbahagia di dunia!

Menurut saya, tingkat atau level kesedihan dan kebahagiaan mempunya level yang tetap (terbatas) yang dirasakan oleh semua manusia!
Untuk mencapainya tidak bisa dibuat dalam tingkat atau level, dengan kata lain untuk mencapainya caranya UNLIMITED atau tidak terbatas.
Jika bisa dilevelkan dalam bentuk angka, anggaplah kesedihan -10 (minus 10) dan kebahagiaan pada level 10, maksimum.
Artinya orang yang kekurangan materi bisa mencapai kebahagiaan level 10 dan orang yang mempunyai banyak materipun bisa mencapai kebahagiaan level 10 juga…
Namun caranya berbeda-beda…bahkan unlimited cara untuk mendapatkannya!

Bisa saja orang miskin dengan hanya mempunyai uang hanya 10.000 rupiah, pada hari itu menjadi orang yang sangat bahagia atau mencapai level 10 bahagianya, karena dia membeli hanya beras murah, lauk pauk seadanya, dimakan bersama-sama anaknya yang semua berkumpul dirumah…dan dia bersukur…mempunyai keluarga yang lengkap dan sehat-sehat saja!

Bisa saja juga orang yang kaya mungkin pada hari itu dia menghabiskan uang 10.000.000 rupiah, tapi baru mendapatkan level kebahagiaan 7 saja, karena sewaktu mereka makan malam di suatu hotel mewah, ada satu anaknya yang tidak dapat hadir karena terlalu sibuk dengan teman-temannya yang lain….

Orang miskin ini tahu rasa bersukur, melihat keuntungan yang sudah pasti di depan mata yaitu semua anaknya hadir dan sehat walafiat, itu sebabnya dia merasa bahagia.
Apa yang terjadi jika dia tidak bersukur dan selalu merasa kekurangan? Bisa-bisa level kebahagiannya anjlok menjadi level kesedihan berkepanjangan!

Orang kaya inipun tahu rasa bersukur, melihat keuntungan yang sudah pasti di depan mata yaitu keluarganya masih dan, hanya 1 anaknya yang tidak hadir dan namun semua sehat walafiat, itu sebabnya dia merasa bahagia.
Apa yang terjadi jika dia tidak bersukur dan membandingkan dengan orang lain yang semua anaknya bisa berkumpul saat itu?
Bisa-bisa level kebahagiannya juga menjadi anjlok menjadi level kesedihan berkepanjangan!
Inilah level kebahagiaan yang mempunyai nilai yang tetap, tetapi caranya mendapatkannya yang berbeda-beda.

Contoh lain mengenai level kebahagiaan itu sama saja pada umumnya orang adalah:
Ada seorang pengemis yang berharap dapat uang setidaknya 15000 pada suatu acara musiman yang tidak terjadi di tiap hari, dengan harapan nanti uang 15000 tersebut untuk makan nasi rendang, karena dia sangat ingin makan nasi rendang….
Pada sampai sore hari, terkumpullah uang 20000 bukan 15000.
Segera dibelikannya nasi rendah dan es teh manis plus rokok satu batang…
Pada saat dia menjadi pengemis tersebut dan memakan nasi rendang tadi, pastilah yang terasa adalah kenikmatan yang luar biasa yang dia rasakan….
Bayangkan nasi rendang saja mampu membuat kenikmatan yang luar biasa bagi seorang yang miskin tersebut…
Anggaplah dia mencapai kenikmatan dengan level kenikmatan 8 saat itu.

Di lain tempat, ada orang yang jauh lebih mampu dari sekedar membeli makanan yang biasa-biasa saja, malah sampai harus memakai program “Zomato” pada gadgetnya, karena pada zomato semua info restauran disekitar lokasi dia berada, jenis makanan, harga, testimonial dari pemakai zomato yang sudah mencicipinya, gambar makanan tersebut tersedia pada zomato…
Mencari jenis makanan saja sampai satu jam!
Karena nasi rendang tadi sudah tidak seberapa kenikmatannya jika siang itu dia makan nasi rendang..
Sudah terlalu biasa…jadi biasa-biasa saja rasanya…bisa-bisa jika dipasang levelnya cuma 5 atau 6 paling tinggi!
Akhirnya dia temukanlah satu jenis makanan yang dia rasa akan membuatnya senang….malah lokasi restaurant tersebut bisa 40 menit perjalanan menggunakan mobil…
Sesampainya di restauran atas petunjuk zomato tersebut…maka ia pesanlah makanan tersebut…
Dan terasa, karena ini baru pertama kali dia mencicipinnya…kenikmatannya luar biasa dan walaupun nilainya jauh dari harga nasi rendang…harga tidak masalah bagi dia saat itu…
Dengan kenikmatan tersebut, anggaplah pada hari itu dia bisa mencapai kenikmatan dengan level 8 juga…

Tuhan sangat adil bukan?

Tidak mungkin seorang yang miskin atau sederhana dalam kehidupannya mengimpikan hal-hal yang diimpikan oleh orang kaya…
Misalnya tukang becak memikirkan ingin membeli mobil mewah…seorang nelayan sederhana ingin membeli kapal pesiar mewah dan dikelilingi oleh pengawal dll….
Nah jika ada sesorang itu dari tingkatan materi yang tergolong miskin dimana untuk membeli motor atau mobil saja tidak mampu dan baginya itu level yang cukup berat dalam kehidupannya, lalu suatu hari dia akhirnya meningkat tingkat ekonominya dan saat itu dia sudah mempunyai motor mobil, barulah dia keinginannya meningkat sedikit demi sedikit, misalnya untuk memiliki hal-hal yang lebih dari sekedar itu dan bersifat materialistis juga…seperti memiliki rumah mewah…
Rumah mewah tersebut level bebannya akan sama persis sewaktu dia masih miskin tadi pada waktu dia belum mempunyai motor mobil tadi…

Jika tuhan membuat kita saat kita dari belum mampu membeli motor tadi, lalu sudah terpikir atau berkeinginan yang sangat kuat untuk membeli rumah mewah, apa jadinya?
Berkeinginan sangat kuat maksudnya terpikir setiap saat, hanya memikirkan itu saja berhari-hari..

Level kebahagian dan kesedihan mempunyai nilai yang tetap

Jadi hemat saya begini saja….
Dalam keseharian kita…berapa banyak hal-hal yang kita sukai telah terjadi, berapa banyak yang tidak kita sukai terjadi, berapa banyak keberuntungan yang kita sadari atau tidak kita sadari dan berapa banyak kita telah berderma dalam bentuk apa saja yang sudah kita lakukan kepada orang lain…
Dan terlebih berderma kepada orang yang tidak mampu, tentu akan memberikan efek perasaan yang luar biasa kepada kita baik langsung atau pun tidak langsung…
Karena semua yang kita lakukan mempunyai efek timbal balik…baik yang kita langsung rasakan saat itu atau ketahui saat itu, maupun nanti dan tidak kita rasakan sekarang….

Yang penting, hari ini kita tetap hidup, dan mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik.

Wassallam….mohon maaf jika ada kata-kata yang salah…

Iklan