Batu permata
Batu permata

Kesampingkan dulu permasalahan, batu palsu, batu asli alam, batu asli pabrik, treatment atau masakan dan lain-lain.

Tulisan ini mengenai pengalaman pribadi kami, agar kita dapat cukup memahami kenapa ada batu mulia seperti ruby safir berlian zamrud, termasuk juga kategori batu semi mulia seperti kecubung, spinel, garnet, tanzanite, dll yang berharga sangat murah, berharga sedang, berharga mahal dan berharga super mahal, karena ada beberapa konsep sederhana yang saling berkaitan dan fakta-fakta yang ada.

Setelah kita sudah cukup memahami, lalu kita putuskan untuk membelinya dengan harga “cukup mahal, atau sangat mahal” sekalipun barangnya berkualitas rendah (bukan permata) baik secara penampilan atau teknis, maka kita tidak akan menyesal di kemudian hari, begitupun sebaliknya.

Hal hal apa saja yang paling mendasar waktu kita ingin membeli batu permata?

Tetapi harus kita ketahui dahulu, apa kira-kira batu yang bisa menyandang gelar permata, karena banyak yang bingung dan akhirnya tercampur aduk mengenai Permata, Semi Mulia dan Mulia.

Permata menurut kami baik itu batu dari golongan Mulia ataupun semi mulia yang sangat berkualitas baik, tapi bagaimana yang berkualitas baik?

Batu yang mempunyai kemurnian yang tinggi.
Contoh Ruby yang mempunyai formula kimia Al2O3 strukturnya Hexagonal, Kekerasan 9 mohs, Warna Merah, tapi STOP cukup sampai disini.
Karena kita tidak sedang membicarakan masalah teknis yang sangat mendasar, tetapi yang harus kita ketahui dulu bagaimana “ESTETIKA” suatu batu yang mahal, murah, yang tidak bisa dimahal-mahalkan, dimurah-murahkan, karena berdasarkan fakta yang akan kami sebutkan dibawah nanti.

Nah, ruby yang semakin merah, semakin jernih, sejatinya semakin mendekati standard (komponen kimiawi) yang sudah di tetapkan diatas.
Ruby yang semakin kotor, artinya semakin tidak murni, semakin tidak indah, semakin murah. semakin tidak langka.
Misalnya ruby yang banyak sekali kotoran yang mengandung komponen lain, artinya bukan itu saja komponen nya.
Ada komponen lain, atau inklusi (inclusion) bisa saja quartz, komponen batu-batu lain.
Sebagian ahli percaya, inklusi yang terperangkap pada batu itu, lebih tua dari umur batu ruby itu sendiri.

Faktanya, batu apapun yang berkualitas baik (batu perhiasan yang mahal pada dunia internasional) akan mengerecut setidaknya ke “warna yang kuat dan kejernihan yang tinggi”.

Faktanya juga, batu apapun yang mempunyai “warna dan kejernihan yang tinggi” akan lebih indah, akan lebih langka, tentunya akan menjadi lebih mahal, ini faktor-faktor yang berlaku pada dunia internasional.

Jadi bagian ini bukan soal Batu Mulia atau Batu Semi Mulia.

Tetapi batu yang “TER” bagaimana yang akan kita beli nanti.

Kami akan berikan dahulu beberapa sample batu yang sangat kontras perbedaannya sehingga kita lebih mudah mencernanya dimana menjadi faktor penentu harganya.

Contoh lain, batu opal (batu lembut) yang “atraktif” dengan level brightness 5 dengan harga kecubung (jauh lebih keras dari opal) yang mempunyai kualitas warna ungu pas-pasan, kejernihan pas-pasan….
Maka tidak mungkinlah kecubung ini akan lebih mahal daripada opal yang mempunyai level brightness 5 walaupun jauh lebih lembut opal.

Contoh lain Ruby yang warna merahnya sangat pudar, kejernihannya sangat buram (cenderung opaque) berkualitas sangat rendah, walaupun kerasnya termasuk paling keras dibanding grup batu berwarna selain berlian, tapi warna merahya pas pasan…kejernihannya pas-pasan….maka tidak mungkin si Ruby akan lebih mahal daripada Kecubung (amethyst) yang berkualitas GEM, dimana kecubung yang baik mempunyai warna ungu yang cukup kuat dan kejernihan yang tinggi.

Contoh lain dibawah ini, Batu tanzanite (semi mulia) yang berwarna cukup biru, sangat jernih (GIA Report), dan batu Safir Biru Kehijauan yang sangat jernih (AIGS Report) dan Batu safir berwarna biru (warna royal blue warna safir termahal) tetapi kejernihannya SUPER BURAM yang berharga Super Murah!

Apakah menurut anda layak harus disinari dari bawah itu adalah permata?
Apakah menurut anda layak harus disinari dari bawah itu adalah permata?
Batu Permata dan Bukan Permata
Batu Permata dan Bukan Permata
Batu Permata dan Bukan Permata
Batu Permata dan Bukan Permata

Fakta dari gambar dan video diatas, walaupun itu batu safir yang mempunyai kekerasan yang sangat tinggi (9 mohs scale), safir tersebut bahkan jauh lebih murah daripada tanzanite dari golongan semi mulia, bahkan kecenderungannya lebih mahal Safir Sintetis sekalipun daripada safir yang murah tersebut.

Permata itu batu yang siap tempur pada kondisi cahaya normal bahkan pada cahaya yang agak redup mereka masih terlihat unjuk kerjanya, bukan batu yang harus disinar-sinari dahulu dari bawah agar terlihat isinya atau keindahannya.

Jika batu yang berkelas permata itu harus disenteri dulu, bisa saja dikatakan ibarat kendaraan yang modern, agar bisa berjalan harus di dorong dahulu baru hidup mesinnya, artinya ini kendaraan yang tidak sepenuhnya sehat.

Jika ada yang berkata, batu batu mulia yang buram bahkan batu semi mulia yang buram itu batu yang mahal, maka kami siap mencarikannya untuk anda dalam kuantiti yang banyak.

Jika ada yang berkata, batu batu mulia yang jernih bahkan batu semi mulia yang jernih itu batu yang murah, maka kami siap membelinya.

Seperti tulisan kami terdahulu, esensinya batu perhiasan mulia itu adalah:

  • Alami, baik yang berasal dari bahan organik atau mineral.
  • Harus Indah.
  • Harus Langka
  • Harus Tahan (kuat keras).

Jadi semakin tinggi tingkat kealamiannya (untreated), semakin indah (berwarna dan Jernih tentu samakin indah), semakin langka, semakin tahan (kuat), itulah batu perhiasan termahal atau mendapat gelar “HEIRLOOM atau pusaka”.

Pilihlah sesuai selera “mata” dan menyukainya secara naluriah dahulu.
Jangan sekali-kali mengutamakan ORIGIN atau daerah asalnya si batu, sebab hal ini tidak ada gunanya sama sekali dan cukup aneh, sebab:
Safir murah juga banyak dari ceylon, juga safir mahal.
Zamrud murah juga banyak dari colombia, juga zamrud yang mahal.
Kualitas suatu batu itu tidak mengunci ke origin, tapi berdasarkan EMPAT FAKTA pasti yang kami sebutkan diatas.
Safir murah bisa dari mana saja, karena tidak jernih, tidak begitu biru misalnya, banyak kotoran (serat terlalu padat) dll dll.
Zamrud murah umumnya juga tidak jernih, ada yang hijau tapi opaque (buram), ada yang cukup jernih tapi kurang hijau dll dll.
Jadi jika batu itu berkualitas bagus dan tidak mau tahu dari mana, semua batu pasti mahal, begitupun sebaliknya.

Banyak sekali customer kami, yang terlanjur membeli batu permata yang akhirnya terbeli dengan permata yang berkualitas rendah, dibeli dengan harga tinggi gara-gara mempunyai sertifikat/report saja, tapi tidak mengetahui keterangan penting pada sertifikat, yang sangat menentukan kualitas batu tersebut. (baca mengenai sertifikat disini)

Bahkan ada  yang membelinya berjuta-juta harganya tanpa sertifikasi/report, sewaktu kami periksa ternyata safir palsu atau kaca.

Banyak sekali faktor faktor penyebab kenapa batu permata itu mahal atau murah.

Ada keras, ada kejernihan, ada warna, ada asahan (CUT), ada treatment, jadi ada harga, ada rupa, dll.
Walaupun begitu memang tetap tidak ada hukumnya yg melarang seseorang yg ingin menjual batu permata sekeras kaca (kekerasan sangat rendah) sekalipun dengan harga selangit.

Paling utama, penjual yang mengerti barang dan dapat dipercaya, bukan dipercaya oleh penampilan, kemewahan toko dll.
Tapi penjual yang STRAIGHT dengan barangnya atau tidak menutupi keadaan barangnya.

Diluar negeri seperti thailand dan amerika, hampir tidak ada penjual yang mengajak anda main hide and seek atau “petak umpet”, di Indonesia banyak sekali penjual yang mengajak kita main petak umpet dimana maksudnya MENSIASATI pembeli untuk “tidak mengendus” sesuatu yang bersifat mengurangi nilai batu permatanya, baik batu permata kelas mulia atau semi mulia.

Hal-hal penting setidaknya yang perlu dijelaskan secara mendetil adalah:

1. Nama batunya yang lumrah, seperti Ruby Safir dll, untuk nama dan kandungan teknis kimiawi-nya yaa nomer sekian. seperti safir ruby mengandung zat bla bla bla…

2. Ukuran batunya, Panjang, lebar, tinggi, kecuali sudah terpasang di cincin, mungkin masih bisa diperkirakan ukuran panjang dan lebar saja.

3. Berat dalam ukuran CARAT, 1 carat = 0.2 gram.

4: Asahannya, oval? Round? dll dll.

5: Ini yang paling penting, yaitu pada bagian comment/komentar/note.
Terlebih pada barang mahal, banyak sekali yang mengisinya dengan kata-kata indah, top luster, kinclong dan kalimat-kalimat yang sama sekali tidak penting.
Yang Paling penting, jika sudah mahal harganya, tentulah PENILAIAN Sertifikat-nya, apakah tidak ada treatment (untreated) atau di treatment, jika di treatment dengan methode apa?
Jika tidak ada sertifikat? pada comment berikan TESTIMONI Pribadi kita sebagai PENJUAL yang BERTANGGUNG JAWAB, kita berani mentestimoni UNTREATED tentulah dengan jaminan apa jika seandainya pembeli memeriksakannya ke laboratorium ternyata telah di treatment.

Contoh dibawah ini, penjual menjual Ruby, harganya tergolong cukup mahal, sudah sertifikatnya ada apa tidak…tidak disebutkan, setelah tidak ada sertfikatnya juga tidak berani MENTESTIMONI apakah ada treatment atau tidak pada batunya.

RUby mahal, no comment pula...
RUby mahal, no comment pula…

Sebab akan menjadi suatu yang “Lucu” jika seorang penjual yang menerangkan sampai “kandungan kimiwai” si batu, seolah-olah sangat ahli atau mengerti, tapi sama sekali tidak tahu bahwa yang paling penting itu menjelaskan ke calon pembeli si batu ada treatment atau tidak!

Waspadai, penjual yang suka ngajak main PETAK UMPET terhadap barangnya yang di treatment.

Ciri-cirinya:

  • Pada keterangan batunya, hanya bicara NATURAL saja.
    Perlu diketahui, mengetahui batu natural, sintetis, dan palsu itu sangat mudah.
    Tetapi mengetahui batu tersebut telah di treatment atau tidak di treatment dan terlebih jika di treatment…treatmentnya dengan methode apa, itu yang paling penting dan sangat mempengaruhi harga batu.

    Banyak sekali para penjual, yang hobi membuat sertifikat/report batu-batunya dengan model seperti ini, yaitu hanya membubuhi kata natural, tapi tidak menyelesaikan report atau nilai yang penting, yaitu NILAI TREATMENT pada comment atau NOTE, terlebih treatment banyak sekali memegang peranan penting pada batu mulia Ruby Safir Zamrud dan Berlian.
    Sehingga banyak pembeli yang pada akhirnya tertipu, membeli batu safir yang mahal, tetapi telah mendapat treatment berat seperti glass filled dll.

*Treatment = perlakuan terhadap batu sebelum atau sesudah di asah.
Treatment hanya kata umum, jenis treatment-lah yang banyak sekali tipenya.
Namun treatment paling ringan pada Ruby Safir dan batuan umumnya adalah Heated Only, atau dipanaskan saja dan masih bernilai tinggi.
Jika lebih dari HEATED, maka harga sangat jatuh.
Pada Zamrud, treatment yang masih diterima, tinggi nilainya adalah OILED, atau diminyaki saja.
Treatment sederhana diatas, telah dipakai manusia, sejak ribuan tahun lalu.

Gambar dibawah ini, menyatakan emerald/zamrud natural saja, tidak ada keterangan bahwa di treatment atau tidak ada treatment, padahal banyak sekali tipe treatment zamrud.

Jangan sampai anda membeli batu dilengkapi sertifikat/ report dengan tipikal penjelasan sederhana NATURAL saja tanpa ada keterangan (comment) tambahan mengenai di treatment atau tidak, sebab jika anda membeli dengan mahal, ternyata telah di treatment berat, maka sewaktu anda hendak menjualnya lagi pembeli atau pehobi batu yang berpengalaman tidak akan langsung percaya saja, mereka akan mengirimnya ulang ke badan sertifikasi kepercayaan mereka.
Contoh, pada Zamrud atau emerald, treatment teringan adalah “oiled” atau diminyaki, nah bahkan para pemilik zamrud-pun banyak secara sengaja meminyakinya, menurut mereka agar tidak retak, jadi dengan di minyaki saja, itu artinya kita sudah men-treatment si zamrud.

  • Jika barangnya mempunyai sertifikasi dan jelas pada “note” atau “comment” menjelaskan bahwa batunya “UNTREATED” (tidak ada treatment) dia meng-expose-nya dengan lugas tegas dan bahkan sedikit lebay.

    Contoh penjual yang menjual batu alexandrite yang kebetulan tidak di treatment, dia “menjelaskan ulang bawah batunya “tidak ada treatment” pada keterangan comment websitenya, hehehe…

    Batunya Untreated super expose
    Batunya Untreated super expose
  • Jika barangnya mempunyai sertifikasi dan jelas pada “note” atau “comment” menjelaskan bahwa batunya mendapat indikasi di treatment mereka tidak meng-expose-nya dan berusaha mengajak anda main petak umpet tadi, hanya menyertakan foto sertifikatnya yang berukuran kecil agar tidak terlalu terbaca!
    Umumnya mereka penjual ini hobi menjual batu dengan sertifikasi/report laboratorium yang memakai “kode treatment” saja, dan parahnya pada website penerbit sertifikat tidak menyertai arti kode yang mereka buat.Pada website laboratorium seperti AIGS yang tertua di asia tenggara, mereka menggunakan kode, seperti kode H1 artinya heated only misalnya, dan menyertakan dokumentasi pada websitenya mengenai kode-kode yang tertera pada sertifikatnya!

Safir Ruby atau batu-batu permata yang sangat keras itu sulit sekali untuk didapatkan dalam keadaan bersih, apalagi berlian.
Safir dan Ruby yang kotor banyak sekali di dunia ini, dan tidak ada harganya jika kotor atau setidaknya sangat murah.
Maka kebanyakan produsen men-treatmentnya agar lebih cantik dan tentunya menjadi layak dijadikan perhiasan.
Jika anda membeli Ruby atau Safir terlebih yang sudah mahal harganya (diatas 2 juta atau 3 juta bahkan puluhan atau ratusan juta) sebaiknya tanyakan kepada mereka apakah safir ini di treatement atau tidak? Jika di treatment, di treatment-nya dengan methode apa?
Terlebih jika penjual berkata Alami dan tanpa treatment sama sekali, mintalah kepada penjual tersebut jaminan uang kembali, jika sewaktu anda sertifikasi ternyata safir itu telah di treatment.
Lebih baik, jika sudah mahal, belilah dengan yang sudah dilengkapi dengan Sertifikat yang di terbitkan oleh badan sertifikasi yang terkenal secara Internasional.

Gambar dibawah ini, giliran batunya sepertinya di treatment HEATED, penjual tidak “menjelaskan ulang” dan parahnya sertifikatnya memakai kode saja untuk batu yang di treatment dan super parahnya lagi pada website penerbit sertifikat tidak dilengkapi arti KODE yang mereka buat!

Heated treatment bisu
Jika mendapat Heated treatment tidak disebutkan.

Gambar dibawah ini, cara atau ETIKA berjualan batu yang benar, baik dari penjual dalam dan luar negeri yang STRAIGHT, TERBUKA, APA ADANYA.

Pada gambar dibawah ini, penjual memberikan gambar sertifikatnya, dan jelas pada sertifikatnya menyebutkan bahwa si safir telah di treatment “HEATED”, dan penjual tetap menegaskannya/menuliskan ULANG pada kolom spesifikasi bahwa si safir telah di treatment HEATED.

GHI-and-seller
GHI-and-seller

 Gambar dibawah ini, penjual dari lokalan, yang straight apa adanya, dia menjelaskan ulang, treatmentnya bahkan tipikal treatment berat “beryllium”, yang membuat safirnya tidak begitu mahal lagi.

Safir Beryllium treatment
Safir Beryllium treatment

Carat / atau berat.
Satuan karat pada batu bukanlah satuan kemurnian pada emas.
1 carat batu mulia = 0.20 gram.
Harga batu permata berdasarkan carat bukan berarti nilai kelipatannya, atau tidak seperti harga emas, misalnya 1 gram 100 ribu, maka 10 gram 1 juta.
Anggaplah misalnya berlian 0.3 carat seharga 10juta, bukan berarti berlian 1 carat harganya 30 juta, tetapi bisa saja menjadi 50 juta.
Sebab sangat susah untuk mendapatkan batu permata yang keras dalam ukuran besar, semakin lembut semakin banyaklah batu tersebut.
Itu sebanya berlian berwarna PINK (diluar nilai color D-Z) yang hanya seberat 59.6 carat terjual hampir 1 trilliun rupiah (83 juta dolar amerika serikat).

Warna.
Harga suatu batu permata semakin tua atau semakin kontras warnanya umumnya lebih berharga mahal.
Misalnya ada safir yang berwarna agak bening, biru muda dan biru tua.
Tentu safir yang putih lebih murah dibanding yang biru muda dan jika dibanding dengan biru muda dan biru tua, umumnya yang berwarna biru tua itu lebih mahal.
Perhitungan warna ini kebalikan dari warna pada berlian, semakin bening (colorless) (nilai D = tanpa warna) semakin mahal, dan semakin menjauhi warna bening (nilai Z) semakin murah.

Warna terbaik safir
Warna terbaik safir

Kejernihan.
Jernih disini bukan berarti berwarna bening seperti air atau kristal.
Umumnya semakin keras suatu batu permata maka semakin sulit juga untuk mendapatkannya dalam keadaan jernih.
Misalnya batu safir yang berwarna biru, idealnya pada bagian dalam safir yang berwarna biru bersih tidak ada kotoran, walaupun namanya batu permata pasti ada kotoran, namum semakin sedikit kotoran tersebut, maka semakin mahal batu tersebut.
Batu permata semakin keras, semakin susah untuk didapatkan dalam keadaan jernih, dan yang tipikal batu yang lebih lembut lebih mudah didapatkan dalam keadaan jernih, ini sudah hukum alam.
*Jernih dan keras, tetapi mahal, umumnya hanya pada Ruby dan Safir NON TREATMENT atau setidaknya treatment HEATED only.
Jernih dan keras , tetapi murah, umumnya hanya pada Ruby dan Safir yang di treatment canggih, umumnya melebihi treatment HEATED atau dipanaskan saja.

Cutting atau asahan.
Asahan polos (cabochon) tentulah lebih murah daripada asahan yang banyak facet-nya.
Bayangkan batu berlian yang hanya diasah polos, bisa-bisa 90 persen keindahannya akan hilang.
Apa maksudnya orang-orang diluar negeri lebih menyukai asahan yang banyak facetnya?
Membuat facet yang banyak bukanlah untuk suatu hal yang tidak ada manfaatnya, namun justru meng-optimalkan agar perhiasan tersebut menjadi lebih indah dan keindahan itu ada nilai matematisnya.
Setiap batu permata, mempunyai nilai REFRAKSI (index refraksi), nilai bias/pantul, misalnya ruby safir mempunya nilai refraksi 1.757 – 1.779, nilai ini berbeda-beda pada setiap batu permata dan sifatnya pasti, belum ada ada ruby safir yang kami ukur dengan alat pengukur refraksi  yang mempunyai nilai refraksi dibawah atau diatas itu. Karena sudah sifat bawaan alam atau kimiawi yang terkandung pada batu tersebut.
Nah dengan banyaknya facet apalagi facet atas dan bawah yang sempurna (GIA USA salah satu penerbit sertifikat yang bisa menilai grade kesempurnaan asahan facet) maka batu permata akan terlihat indah jika terkena sinar.
Jadi facet yang banyak bukanlah sekedar mengasah membentuk sudut sudut yang tidak ada gunanya.

Asahan pada batu permata
Asahan pada batu permata
Asahan Cabochon / Polos
Asahan Cabochon / Polos

 

Kami akan memberikan 9 contoh sederhana karena faktor-faktor umum diatas tadi, untuk penilaian selanjutnya atau penilaian lain tentu semua terserah kepada anda, lihat pada video berikut ini.

Contoh1:
Batu ruby non treatment yg sudah diasah namun kelas asahannya masih jauh dari bagus kami jual hanya 200 ribu rupiah.
Walaupun jelek namun batu ini tetaplah ruby yang mempunyai kekerasan 9 skala mohs, dibawah berlian 1 level.
Dalam hal ini Ruby safir sudah unggul kekerasannya, termasuk paling tinggi, jika anda gesek gesekkan dengan jarum besi biasa, atau kaca tentu kacanya yang lecet, ruby safirnya tidak apa-apa…
Jika anda ingin mengasahnya dengan batu gerinda yang sering dipakai orang untuk mengasah batu akik, dijamin batu gerinda itu yang kalah.

Contoh 2:
Batu ruby atau safir yang belum diasah sama sekali, tapi di treatment dengan metode dipanaskan saja (heated Only), heated metode pemanasan batu permata sejak ratusan tahun lalu telah digunakan oleh pengasah, dan batu yang diproses dgn metode ini masih mahal harganya, dengan hanya di treatment dipanaskan saja namun sudah jelas terlihat dimata kejernihannya lebih bagus dari ruby yang hanya seharga 200 ribu tadi.
*Batu-batu yang di treament Heated Only ini masih tinggi harganya.

Contoh 3:
Ruby safir yg indah ini bahkan lebih indah dari yang contoh 1 dan 2 dan masih berharga murah, kami menjualnya pada kisaran 500 ribu sampai 1jutaan (bergantung berat), namun di treatment dengan metode difussion (corumdum difussion), tipe treatment ini sudah cukup modern, namun tingkat campur tangan manusia untuk mempercantik ruby safir ini sudah terlalu jauh, lebih cantik namun yaa begitulah…bukan alam yang membuatnya menjadi cantik. Namun Walaupun demikian jenis inilah yang paling banyak diterima pemakai perhiasan terlebih pada masyarakat internasional, karena jauh lebih indah dan layak jadi perhiasan dari pada contoh 1 tadi dimana tidak masuk atau masih jauh dari standar batu perhiasan yang layak.

Contoh 4:
Ruby Safir yang ditreatment dipanaskan saja, namun sudah cukup jernih, ini kami jual pada harga 2jt-an.
Jika sudah bicara harga diatas 2 jtan kami sarankan belilah dengan yang sudah dilengkapi sertifikat/lab report.

Contoh 5:
Batu tanzanite (6.5-7 mohs), batu ini lebih lembut daripada batu ruby safir tapi umumnya lebih mahal dari contoh 1,2,3,4, Karena batu ini sangat jernih tanpa treatment sama sekali (paling hebat treatment heated) terlebih pada asahannya yang dimana banyak sekali facetnya dan dilengkapi dengan sertifikat/report dari GIA USA ini, kami jual pada harga 4 s/d 7 juta.

Contoh 6:
Batu safir biru yang hanya 2.2 carat sekitar 9mm ini kami jual pada harga 7.5jt.
Loh bukankah ini jauh lebih kecil dibanding dengan contoh 3 yang hanya berharga 500 ribu?
Safir biru ini sudah cukup jernih dan berwarna sangat indah, tetapi keindahannya didaptkan tanpa di treatment sama sekali, atau alam yang membuatnya, manusia hanya mengasahnya saja.
Pada tulisan kami terdahulu, semakin lembut batu itu semakin mudah mendapatkannya bahkan dengan nilai kejernihan yang tinggi, namun tidak sebaliknya.

Contoh 7:
Berlian ini seberat , kami jual hanya pada harga 4jutaan, bersertifikat/lab report.
Kelas berlian ini masih dibawah rata-rata.
Mulai dari warna, kejernihan, ketepatan pengasahan (cut grade), itu sebabnya dengan berat 0.88 carat harganya hanya 4jt-an.
Berlian ini mempunyai sertifikat.

Contoh 8:
Berlian ini hanya seberat 0.32 carat, namun kelas warna, clarity, dan terlebih asahannya sangat jauh nilainya dibanding contoh 7, dan semakin berkelas atau tinggi standard standard pada batu permata khususnya berlian bisa langsung terlihat pada mata telanjang atau jika terlalu kecil cukup dengan kaca pembesar saja.
Berlian ini dilengkapi report dari GIA USA.

Contoh 9:
Batu ini banyak sekali macamnya, ada seperti Ruby, seperti berlian, seperti kecubung yang indah, namun harganya pada kisaran 1000 rupiah sampai 50 ribu rupiah (sepengalaman kami dari orang-orang yang mengecek batunya dan kecewa).
Kenapa murah sekali padahal mereka indah?
Karena hanya indah dimata saja, dan tetap saja tidak bisa menyamai indahnya ruby, safir, kecubung (amethyst), berlian, dll, tetapi hanya mirip.
Apalagi kekerasannya, sewaktu diperiksa hanya pada level glass/kaca atau CZ (cubic zirconia).
Nah inilah yang disebut palsu. Atau secara nampak dimata saja menyerupai.
Menyerupai berlian, menyerupai ruby safir dll, namun kekerasannya hanya pada level kaca. Kami tidak men-generalisir kekerasan kaca artinya itu kaca, karena banyak batu-batu yang tidak berharga memang hanya pada kekerasan tersebut, alias mudah sekali tergores, diasah dll.
Banyak yang membawa batu perhiasan seperti ini kepada kami dan ada yang kecewa ringan, kecewa berat dengan langsung membuang batu permatanya dll.
Tetapi mau bagaimana lagi, harganyapun murah, anggap saja 1000-50.000 rupiah itu sebagai upah mengasahnya.

Video contoh 1 s/d 9 dibawah ini:

Jadi sebaiknya jika kita sudah berbicara mengenai batu permata Ruby Safir dan terlebih berlian atau batu apapun yang sudah termasuk mahal (umumnya mulai dari 2jt-an keatas) dan agar mudah dalam membandingkan dan menghindari debat kusir, lebih baik ada sertifikat/lab report sehingga menghemat waktu.
Kita tidak bisa berbicara seperti: disana lebih bagus, disitu murah dan bagus bagus, punya saya lebih alami, namun tidak ada sertifikatnya atau lab report sama sekali.

Jadi semua punya standard kewajaran, keajaiban itu hampir tidak ada.

Jika kita membeli batu permata seharga 1 juta yang hanya seberat 10 carat ternyata sewaktu kita periksa kekerasannya hanya sebatas kaca kemungkinan artinya tertipu, lain lagi jika dibeli hanya seharga 1000 atau maksimal 50 ribu rupiah, bagi kami wajar-wajar saja, kecuali testimoni penjual itu batu ruby atau safir🙂

Jika kita membeli batu ruby safir yang sangat indah, sangat bening dengan kotoran yang sangat sedikit, tetapi harganya hanya pada ratusan ribu atau 1 juta lebih sedikit dengan berat 1-20 carat, ternyata sewaktu kita periksa pada lab itu di treatment, menurut kami itu hal yang wajar-wajar saja. Sebab tidak mungkin safir yang sangat bening dengan kotoran/cacat internal sedikit (hampir tidak ada) bisa didapatkan dengan harga ratusan ribu, atau 1 juta lebih.

Jika kita membeli batu ruby safir yang sangat indah, sangat bening dengan kotoran yang sangat sedikit, tetapi harganya hanya pada ratusan ribu atau 1 juta lebih sedikit dengan berat 1-20 carat, ternyata sewaktu kita periksa pada lab itu tidak di treatment sama sekali, artinya kita sedang beruntung berat.
Sebab tidak ada ruby safir dengan kelas seperti ini seharga ratusan ribu atau 1 juta lebih sedikit.

Jadi, jika anda sudah berniat ingin membeli batu mulia seperti Ruby, Safir, Berlian dan Zamrud, yang berharga mahal,
ingatlah…carilah penjual yang straight apa adanya, mintalah yang sudah dilengkapi sertifikasi dari badan penerbit yang juga “tidak menutupi” pada batu tersebut ada indikasi di treatment?, tidak di treatment? jika di treatment apa metode treatmentnya?
Jika tidak ada sertifikat/ report, mintalah GARANSI jika kita sertifikasi sendiri bagaiman jika ternyata “tidak sesuai dengan testimoni” penjual.

Kami di 3batu.com menjamin sampai 47 hari khusus batu-batu yang cukup mahal, yang tidak sempat kami sertifikasi, tapi kami MENYATAKAN UNTREATED atau HEATED ONLY, silahkan anda sertifikasi sendiri dan kami tunggu sampi 47 hari, jika tidak sesuai dengan testimoni maka uang akan kembali atau sesuai perjanjian sebelumnya dengan kami.

*Semua batu-batuan diatas, jauh lebih indah jika dilihat langsung, batu terlihat lebih sederhana, berkurang keindahannya karena terbatasnya pada peralatan perekaman video.

Mari kita bahas lebih lanjut, mengenai MAKSUD TREATMENT atau ENHANCEMENT atau MASAKAN pada batu mulia dengan meng-klik LINK dibawah ini.

Baca lebih jauh mengenai batu masakan atau di treatement disini.