Bagian tanya jawab batu cincin yang berhasil kami kumpulkan, dan selalu update sekarang ada disini.

Tujuan di website 3batu.com adalah untuk berbagi (sharing) mengenai batu batu perhiasan baik dari kategori mulia dan semi mulia.

Semua daftar tanya jawab, dapat dilihat disini.

Silahkan kirimkan pertanyaan jika belum ada pada daftar diatas,

ke +62 816 384499 , +62 8197897920 melaui sms, menelpon langsung atau whatsapp ke +62 816384499, lalu akan kami publish disini.

Salam 3batu.com

  • Akik saya warna merah darah, harusnya lebih mahal daripada Ruby yang merah biasa.

Pertama jangan lupa, esensinya batu perhiasan itu adalah:
1: alami, baik yang berasal dari bahan organik atau mineral.
2: harus indah.
3: harus langka, dan….
4: harus tahan (kuat keras).

Marilah kita mainkan 4 komposisi diatas untuk menentukan apakah si akik merah darah / Red Agate (atau apapun akiknya) dengan si ruby.
Alami? Ok…Sama-sama alami.
Indah? Mari kita katakan akik merah ini juga indah, tapi ruby jauh lebih indah, karena ruby yang sangat baik selain merah juga sangat jernih…tidak ada akik yang sejernih ruby…
Langka? Tidaklah langka akik merah darah jika dibanding ruby sekalipun yang merah saja (bukan merah darah).
Tahan? sudah pasti lebih tahan gores ruby daripada akik.

Contoh akik merah dibawah ini, diluar negeri di karyakan seperti ini dulu baru bisa menjadi barang mahal (kisaran 1jutaan s/d 2 jutaan)

Akik Merah - Red Agate
Akik Merah – Red Agate
  • Alat test batu permata seperti Presidium dan Gemlogis tidak bisa membedakan batu masakan.
Presidium Gemlogis Gems tester
Presidium Gemlogis Gems tester

Kami pernah mendengar statement ini secara langsung.
Sejujurnya, pernyataan ini sangat tidak nyambung, dan tidak ada hubunganya dengan fungsi si alat.
Alat ini tidak mau tahu, batu apapun, baik yang di treatment (masakan) ringan seperti heated only, atau treatment berat seperti lead glass filling dll.
Alat ini hanya menentukan jenis batu yang artinya juga sama dengan kekerasan batu pada akhirnya.
Misalnya alat ini menunjukkan safir, ruby, akik, berlian dll, maka jelaslah bahwa si ruby mempunyai kekerasan 9, berlian 10.
Maka treatment atau tidak, tidak mempengaruhi kekerasan batu tersebut, itu sebabnya kami sebutkan diatas, alat ini tidak mau tahu dengan treatment atau tidak di treatment (dimasak atau tidak dimasak).
Baca mengenai treatment disini, asli palsu disini.

Jika sudah di test dengan alat tersebut, misalnya alexandrite yang mempunyai kekerasan 8 mohs, maka sangat jelas si alexandrite lebih keras dari akik atau bacan atau zamrud, tetapi lebih lembut dari ruby safir berlian.
Contoh pada video dibawah ini:

  • Batu cincin nabi adam sebesar buah kelapa?

Sampai saat ini belum pernah terdengar, terbaca, terlihat, terdokumentasi baik dari media cetak, televisi atau internet.

  • Asahan model berlian (banyak facet) yang berharga murah adalah batu cetakan, batu yang disasah model poloslah (cabhocon) yang memang batu asli.

Tidak ada hubungan sama sekali.

Yang bisa dicetak itu umumnya terbuat dari kaca, dilelehkan, dicetak, di warnai, mau menyerupai ruby, safir, berlian, dll.
Itu sebabnya murah, kiloan bisa hanya puluhan atau ratusan ribu, Inilah palsu.

Tetapi, batu apapun yang diasah model berlian (Faceted), memang diasah secara manual, 99% karena faktor keahlian, faktor dari mesin pengasah kecil, tapi lebih banyak faktor manusianya yang mempunyai skill.

Warna warni batu mulia
Warna warni batu mulia

Kenapa bisa murah?
karena sangat banyak sekali pengasah khususnya dari thailand, india yang mampu mengasah seperti ini.
Contoh, beberapa customer kami pernah mengupah mengasah seperti batu diatas (banyak facet), upahnya 375rb s/d 400rb di jakarta, ada juga yang pernah mengupah di yogyakarta, upah mengasahnya Rp700.000.
Upah mengasah di india dan thailand? Jauh sangat murah sekali bahkan asahan thailand lebih banyak facetnya, karena sangat banyak orang-orang disana yang mempunyai kemampuan seperti ini.

Contoh video dibawah ini, 200an butir berlian, 1 karat (0.2 gram) lebih, berukuran 0.8mm s/d 1mm (1 cm = 10mm), semua diasah, dan harga semuanya hanya 4 jutaan.

  • Batu masakan (treatment) adalah hasil dari cetakan?

99% salah, sebab batu walaupun dengan suhu yang tinggi, anggaplah intan berlian yang meleleh pada suhu diatas 3500 derajat celcius tidak dicetak dan tidak tinggal pakai  saja.
Batu, BAHKAN yang sintetis sekalipun semua yang menjadi perhiasan hasil dari di asah, bukan di cetak.

Kemungkinan dicetak itu adalah, batu palsu yang terbuat dari kaca yang dibuat menyerupai  “WARNA & KILAUnya SAJA” seperti warna & kilau Ruby, Safir, Berlian, Topaz, dll.
Karena umumnya kaca bisa dilelehkan dengan suhu ratusan derajat celcius, dimana para peralatan sederhana dan murah sangat bisa untuk melelehkan dan mencetak kaca.
Dan terlebih batu-batu palsu ini harganya dengan jumlah ratusan biji bahkan kiloan sudah dalam keadaan jadi, harganya hanya pada ribuan rupiah dan ratusan ribu per kilonya.

  • Batu di treatment pada waktu sudah di asah?

99.9 persen treatment dilakukan sebelum diasah atau pada waktu ditemukan di alam, di treatment dahulu, setelah itu barulah batu tersebut diasah, seperti gambar dibawah ini:

Ruby Safir setelah di treatment
Ruby Safir setelah di treatment heated only
  • Batu dari luar negeri lebih bagus, batu dari dalam negeri berkualitas jelek?

Sama sekali tidak berhubungan.
Yang paling umum terjadi adalah, kualitas batu permata itu ada yang bagus dan ada yang jelek dari satu tempat. Jadi yang bagus bisa dari mana saja begitupun yang berkualitas rendah bisa dari mana saja.
Namum mengenai asahan, memang Indonesia tidak terkenal untuk kualitas asahan, asahan berkualitas umumnya dari Thailand, USA, Eropa dan India.
Sedangkan batu yang mereka asah, bisa dari mana saja.

Kami sudah sangat sering sekali mendapati batu termasuk cincinnya yang dibawa oleh customer kami dari Arab atau mekah.
Mereka membeli pada kisaran 600 ribuan, sampai dibawah 2 juta, dimana warna batu cincinnya berwarna seperti Ruby atau Safir.
Sewaktu kami periksa, ternyata batu-batu cincin mereka tersebut pada alat menunjukkan hanya pada level Kaca, dimana kekerasannya sangat jauh sekali dengan safir bahkan batu akik sekalipun. Karena alat tidak bisa berbohong.

  • Batu saya tidak di treatment atau dimasak sama sekali, karena ada seratnya.

Ada serat atau tidak ada, bukanlah artinya tidak di treatment.
Banyak sekali batu-batu ruby safir yang katanya peninggalan lama, yang kami beli dari customer dimana mereka bercerita peninggalan nenek, kakek, buyut dll ternyata sewaktu diperiksa secara mendalam batu tersebut sudah pernah di treatment walaupun “heated” atau “dipanaskan” saja.
Sebab Treatment heated sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu.

Umumnya juga, kaca pembesar dengan penguatan 2x atau 10x tidaklah cukup untuk memastikan bahwa batu tersebut di treatment atau tidak sama sekali, dan umumnya perlu dilihat melalui mikroskop.

Sebab dengan modal sekedar yakin tidak ditreatment adalah hal yang sangat membuang-buang waktu untuk diperdebatkan, maka dari itu jika kita yakin bawah batu tersebut tidak di masak/treatment sama sekali, buatlah sertifikatnya, setidaknya minta lengkapi keterangan bahwa batu tersebut di treatment atau tidak, jika di treatment apa metode treatmentnya dll.

  • Batu saya level kekerasannya 7 mohs sangat jernih dan dibeli 1 milyar tuh..

Memang tidak ada hukumnya yang melarang menjual batu apapun, semahal apapun. Sekalipun batu sekeras KACA, lalu kita asah dan kita jadikan batu cincin dan kita menjualnya seharga 1 milyar tidak ada masalahnya.

Tetapi faktanya, semua batu berharga berkiblat pada kelangkaan dahulu, juga pada fakta sekaligus standard yang terjadi di bumi ini adalah:
Batu keras tapi jernih sangat langka, batu keras tapi kotor banyak, batu jernih tapi lembut sangat banyak.
Batu keras dan jernih menjadi batu perhiasan yang mewah, batu keras tapi kotor masih berguna untuk industri seperti membuat gergaji serbuk intan, amplas serbuk intan, batu corundum (ruby safir) direkondisi menjadi kaca jam mahal karena anti gores, dan banyak lagi terapan-terapan pada industri untuk batu yang keras tapi buram.

  • Batu saya asli karena sudah saya periksa dengan menggesernya ke touchscreen hp.

Sangat salah dan semakin membuat kita tersesat dalam memahami batu.
Contoh 1, trouchscreen tipe capacitive (hp modern), Ruby safir quartz berlian dll dimana batu yang tidak menghantarkan listrik, maka touchscreen tidak akan pernah bekerja.
Contoh 2, trouchscreen tipe capacitive lagi, air saja, karet tertentu bisa kita pegang dan mengoperasikan touchscreen tersebut, karena mempunyai daya hantar listrik.
Contoh 3, touchscreen tipe resistive (pda hp jadul), semua bisa dioperasikan melaluinya plastik, karet, besi, tumbuh-tumbuhan, batu dll.

  • Berapi waktu diasah artinya batu saya sangat keras

Salah, kacapun diasah bisa mengeluarkan api, banyak sekali batu-batu yang berapi sewaktu diasah, baik batu yang tergolong lembut dan keras, terlebih lagi umumnya karena batu pengasahnya kering, semakin kering batu pengasahnya semakin banyak apinya.

  • Berharganya batu itu karena tua.

Salah, esensi berharganya batu itu pertama kali adalah karena indah dan tidak banyak atau langka.
Semakin langka artinya semakin prestisiuslah batu tersebut dan semakin meningkatkan prestise si pemilik.
Sarat umumnya menjadi batu yang prestius tersebut salah satunya adalah keras, karena semakin keras tentulah semakin susah dicari.
Keras, karena semakin keras tentulah semakin susah dicari.
Keras tapi buram banyak, keras tapi sangat jernih sangat langka.

Lihatlah contoh yang kami buatkan videonya, ruby safir yang sangat keras, tapi buram yang bahkan tidak di treatment, berukuran beberapa belas karat cukup kami jual Rp150.000 saja.
Dan safir biru yang tidak di treatment sama sekali, didapat dari alam, lalu langsung diasah dan jernih yang hanya mempunyai berat 2 carat lebih kami jual diatas 10 juta.

Atau contoh video dibawah ini, dimana berlian (4 kali lebih keras dari Safir Ruby) yang sangat langka karena berwarna pink (tanpa di treatment) berukuran hanya 59.6 carat menjadi batu berlian pink terbesar dan termahal (hampir 1.000 milyar rupiah atau 1 trilyun rupiah atau 83 juta dolar amerika serikat).
Dimana pada video ini, tentulah nilai kelangkaan yang menjadikannya prestisius dan juga pemiliknya akan tercatat dalam sejarah walaupun sang pemilik sudah meninggal sekalipun, karena pemilik pertamanya adalah dia.

Artinya jika dibuat statistik:
Pemilik ruby safir yang hanya 100ribuan tersebut akan sangat banyak sekali orang yang memilikinya.
Pemilik ruby safir yang jernih namun tidak di treatment lebih sedikit. Pemilik batu-batu lembut dibawah 7 skala mohs jauh lebih banyak lagi yang memilikinya karena sangat mudah ditemukan.
Namun hanya satu yang memiliki Pink Diamond seberat 59.6 carat di planet bumi ini.

  • Cara jual dan beli batu permata itu seperti menjual handphone?

Handphone, gadgets mempunyai spek teknis yang pasti, seperti Samsung S5, maka semua samsung S5 diseluruh dunia 99% sama.

Tidak seperti Ruby Safir Berlian dll.
Belum bisa seperti jual beli handphone, terlebih di Indonesia.
Di dunia Internasional, seperti India, Thailand, USA, dan negara-negara eropa jual beli batu permata sudah mendekati seperti jual beli handphone.

Banyak yang ingin menjual batu ruby safir dll kepada kami, tapi hanya dengan modal SMS dan hanya menyebutkan nama batunya saja berikut karatnya misalnya, setelah itu ingin mendapatkan kata DEAL atau Setuju atau sepakat harga!
Kecuali batu permata kita telah dilengkapi dengan sertifikasi dari GIA USA, AIGS, GRS (swiss), HRD Antwerp (Belgia) yang terkenal dengan standarisasinya yang ketat.
Sehingga dengan adanya sertifikasi dari badan terkenal tersebut, maka terjadi pengurucutan spesifikasi, kelas, qualitas batuan semakin tepat atau spesifik.
Sehingga terjadilah negosiasi yang cepat, tepat, tidak kemahalan, tidak kemurahan bahkan dengan hanya melihat secarik kertas report/sertifikasi saja, dan terlebih para penjual dan pembelinya bisa membaca “maksud” dan nilai-nilai atau  kualitas batu pada sertifikat tersebut.

  • Cutting artinya model yang diasah seperti berlian

Cutting artinya asahan.
Jenis cutting atau jenis asahan ada yang polos atau cabochon seperti gambar dibawah ini:

cutting/asahan polos atau cabochon
cutting/asahan polos atau cabochon

Dan ada juga cutting atau jenis asahan ada yang facet (bersegi atau banyak sudut) , seperti gambar dibawah ini:

bentuk asahan facet
bentuk asahan facet
  • Data Origin atau daerah asal batu harusnya ada di sertifikat atau reportnya?

Jawaban sederhananya tidak, jika iya….bolehlah sekedar hanya untuk menghilangkan rasa penasaran…hehehe

Banyak yg menurut kami salah pada konsep awal untuk menghargai batu terlebih batu mulia rubys safir zamrud berlian…
Mereka mengawali perntanyaan apakah ada zamrud colombia, safir ceylon? Safir birma dll dll.
Seolah-olah atau dengan kata lain, tingginya nilai si batu berawal dari faktor origin….

Sekarang, coba kami tanyakan dan apakah anda mau jika:
anda menemukan di sumatera, atau dimana saja di Indonesia, menemukan sebuah batu safir yang belum diasah tentunya, dan berwana biru dengan tone yang dalam…serta kejernihan yang sangat tinggi…
Apakah kita mau safir kita dihargai mahal, lalu berubah menjadi murah karena setelah diketahui orang lain bahwa safir kita dari Indonesia? Hehehe….

Baca lebih detil mengenai origin pada sertifikat disini

Videonya dibawah ini:

  • Giok yang saya beli ternyata sintetis!

Pertama ketahui dulu apa yang dimaksud dengan sintetis dan apa yang dimaksudkan dengan Palsu, kunjungi link ini mengenai “asli palsu” dan mengenai “definisi treatment

Kedua, giok, atau batu-batu dengan kekerasan 7 skala mohs kebawah, sangat sulit untuk ditemui dalam keadaan sintetis.
Karena simple saja, skala kekerasan dibawah 7 skala mohs, banyak sekali yang bagus, juga murah, terdapat pada planet bumi ini, dengan kata lain kurang berharga.

Giok, juga termasuk batu yang kurang berharga pada level perhiasan yang melekat pada tubuh manusia, kecuali perhiasan-perhiasan dekorasi. Karena kurang menarik warnanya, deposit yang banyak diberbagai belahan bumi, tidak istimewanya bagi si pemakai jika banyak dan juga kebanyakan dipakai orang sebagai dekorasi rumah.

Jika kurang berharga terlebih karena keindahannya juga ikut berkurang, maka pabrikan besar “berat” atau tidak mau membuat sintetisnya, karena membuat batu secara sintetis itu tetap memerlukan bahan utama batu tersebut, dan biayanya mahal.

Itu sebabnya paling banyak yang dibuat secara sintetis, yaitu batu-batu dengan kekerasan 8 atau 9 skala mohs, karena mempunyai nilai jual yang masih tinggi, susah membuatnya, mahal membuatnya tidak apa-apa, karena masih menguntungkan.

Fakta, yang paling banyak ditemui di dunia internasional jika mengenai batu-batu agate (akik), zamrud, giok atau yang mempunyai kekerasan dibawah 7 skala mohs adalah di “TREATMENT”, dipercantik, misalnya heat (dipanasi) agar warnanya lebih kontras, hidup, menarik dll, agar harganya lebih terangkat (sedikit).

  • Jika ada sertifikat, batu saya pasti batu mahal!

Salah, pahami dulu isi report atau sertifikat tersebut.
Misalnya, kita membawa batu ruby, yang jernih, bahkan tanpa treatment (bagi kita), lalu kita berikan ke GIA atau AIGS, lalu mereka memeriksanya dan memutuskan BAHKAN itu bukan RUBY, batu kita tersebut hanyalah sekedar batu dari keluarga AGATE/AKIK (batu lembut) yang bersih, jernih dll.
GIA atau AIGS tidak akan memberitahukan kepada kita hasil report tersebut, bayar dahulu biaya pemeriksaannya sekian juta, barulah kita terima dan baca.
Artinya kita telah membayar biaya sertifikasinya yang mahal, batunya mau dibawa kemanapun tetap akan berharga murah.

  • Karena mahal saya beli, maka harusnya mahal juga waktu menjualnya.

Bisa iya bisa tidak.
Jika batu mulia (Ruby, Safir, Zamrud, Berlian) yang kita beli mahal, terukur secara reportnya, maka memang akan tetap mahal dijual dimana saja diseluruh dunia, karena memang sudah ada pasaran harga yang jelas, kecuali kita tertipu…membeli ruby safir zamrud berlian yang ada sertifikat tetapi ternyata hanya ruby safir berlian kelas sampah (untuk industri) yang dibeli.

Tetapi jika batu semi mulia (selain dari empat batu diatas) and beli mahal ataupun murah, bisa jadi waktu ingin menjualnya bisa mahal bisa juga sangat murah bahkan tidak bernilai, karena tidak ada warna yang kuat dan kejernihan yang tinggi.

Bahkan batu mulia yang juga berkualitas sangat buruk akan sangat murah karena faktor warna dan kejernihan tadi.

Jika tidak percaya, belilah batu bacan (akik agate family) atau batu sarang tawon/teratai, carilah yang bagus dan mahal menurut anda, anggaplah 10 juta, lalu jual ke toko batu permata, dan anda akan mendapati pendapat yang sangat beragam, tidak menentu dll dll.

Tujuan penulisan ini hanya berbagi, kami yakin di Indonesia yang tercinta ini, pasti memiliki juga deposit batu mulia yang berkualitas internasional, dan jika kita mengetahui apa itu batu mulia, yang murah, yang mahal bahkan berkualitas heirloom (Pusaka), tentulah akan membuat kita sesama pencinta batu mulia tidak tertipu dalam perdagangan batu secara nasional dan internasional.
Jika ada saran dan pertanyaan mengenai batu, kirimkan pertanyaan anda melalui sms ke 0816-384499 atau whatsapp dengan no +62 816 384499.

  • Kyanite safir palsu, orang sering sebut safir australia.

Kyanite 4-5 skala mohs, memang cukup mirip secara penampakan sekilas, tapi tidak untuk kekuatannya dll.

Safir, sapphire, Ruby, itu semua adalah corundum family, dan terukur secara kekerasannya (9 skala mohs), secara nilai refractivenya, secara gravity-nya, tidak mau tahu safir australia, safir ceylon, madagaskar, kalimantan dll.
Jadi kyanite adalah kyanite, begitu pula safir.
Cara paling mudah, gesekkan batu quartz yang murah ke batu yang kita curigai sebagai batu kyanite, maka seharusnya si kyanite langsung tergores.
Jika itu memang safir, justru si safir yang akan menggores si Quartz.
Tidak mau tahu safir murah, safir mahal, safir natural, safir sintetis sudah pasti dengan mudah akan menggesek semua batu yang skala mohs nya dibawah 9.

Pada video diatas, jelas bahkan kyanite rata-rata lebih lembut dari batu akik sekalipun.

  • Katanya paling keras, tapi Ruby Safir Berlian saya pecah?

Kerasnya batu permata artinya keras jika di gores (scratch) , malah lebih keras dari besi dan baja.
Tapi bukan keras (durability) untuk dipukul, dihempaskan, jika dipukul dengan besi, jelas batu ruby safir melawan besi akan kalah.
Itu sebabnya gergaji besi tidak bisa untuk membelah batu atau besi yang lebih keras, tetapi diperlukan gergaji yang dilapisi serbuk batu-batuan yang lebih keras atau berlian dimana kualitasnya atau gradenya tidak layak menjadi perhiasan.

  • Katanya batu akik atau agate bukan batu mulia, kenapa akik jadi batu semi mulia atau setengah mulia?

Batu mulia hanya ada 4 macam, Ruby Safir Berlian Zamrud.
Contoh, kami mempunyai Safir yang puluhan juta hanya 2 carat lebih, juga mempunyai safir yang hanya 250rb dengan berat diatas 10 carat (2 gram).
Karena apa? karena ada parameter, selain beratnya ada warna, kejernihannya (level kotoran), kelangkaannya, ke indahannya.
Semua parameter tersebut terukur, jadi bisa dibandingkan, dilihat secara langsung dll.

Sekarang jika itu akik atau agate,  tidak ada parameternya..jika indahnya berdasarkan corak saja, berdasarkan rasa suka pribadi masing-masing karena coraknya tadi, jika kita menyukainya bisa saja kita membelinya dengan mahal, jika kita tidak suka tentu kita akan menawarnya murah bahkan tidak mau menawarnya sama sekali, penilaian kita bisa saja berbeda dengan orang lain.
Namun nasehat kami, jika anda mampu membeli suatu batu yang masuk pada kategori semi mulia dan dengan harga mahal (menurut kantung pribadi masing-masing)…kita harus bersiap-siap jika bosan dan ingin kita jual belum tentu ditawar orang lain juga mahal, misalnya waktu beli 10 juta rupiah, bisa saja waktu dijual hanya 10 ribu rupiah.

  • Level 5-6 Skala mohs (batu) seperti agate/akik dll tidak bisa diasah model banyak facet seperti asahan berlian.

Bisa saja, tapi batu-batu yang mudah retak pengasah cukup enggan untuk mengasah dengan model banyak facet, sebab takut retak/belah, seperti zamrud yang mudah retak.

Contoh batu Tanzanite kami yang bersertifikat GIA, level kekerasannya pada 5.5-6 diasah dengan banyak facet yang cukup rumit, seperti gambar dibawah ini.

Tanzanite - GIA - 1188312021
Tanzanite – GIA – 1188312021

 

 

  • Menyukai batu karena indah dimata saja?

Bisa iya bisa tidak.
Faktanya, banyak sekali yang kecewa yang membuat mereka marah, tidak terima, bahkan membuang batunya setelah kami periksa JIKA kekerasannya hanya pada level kaca.
Tetapi banyak yang masih menerima, masih mencintai batunya setelah mengetahui kekerasannya sudah melebihi level kaca/glass.

  • Menyukai batu karena asal daerahnya?

Ini yang membuat kami bingung, jika faktor daerah asal (origin) sebagai tolak ukurnya.
Seharusnya kita memilih batu permata (Ruby Safir Zamrud Berlian) mana yang menurut kita indah dahulu, mengetahui asal / origin itu nomor sekian.

Banyak sekali yang menanyakan kepada kami dengan kata-kata, apakah ada safir ceylon? Safir madagascar? dll dll.

Padahal kami ada safir ceylon yang berharga puluhan juta, atau hanya ratusan ribu, yang murah simple saja karena kualitasnya rendah atau kurang indah.

Safir yang indah, tidak tahu dari daerah mana saja yaa mahal semua.

Beberapa fakta/ contoh anehnya adalah:
A: Jika batu kerikil atau koral saja dari daerah favorit tersebut tidaklah kita sukai.
B: Jika batu safir ruby yang berkualitas jelek, buram (opaque), kotor kita serta merta tidak menyukainya padahal dari daerah favoritnya.
C: Jika batu safir ruby yang jernih, indah, lalu disebutkan dari daerah favoritnya kita menjadi menyukainya.
D: Jika kita menyukai batu safir ruby, lalu setelah disebutkan dari daerah yang bukan favoritnya, lalu berubah menjadi tidak suka.

Perlu diketahui, misalnya ruby safir dari ceylon, yang menyebabkan para ahli bisa memutuskan safir dari ceylon (jika tidak ada keterangannya) atau dari daerah manapun, mereka para ahli telah mengetahui faktor umum, ciri suatu kristal yang terkandung didalamnya, dimana tidak terlihat dimata biasa, tapi secara hati-hati diperiksa dan dipastikan oleh laboratorium bahwa Safir Ruby tersebut dari ceylon, jadi bukan masalah keindahaanya.
Ada Safir ceylon berwarna biru royal, bahkan hijau, bahkan safir berkualitas rendah sekalipun juga banyak di ceylon.

Dibawah ini, contoh safir berkualitas rendah dari Ceylon:

Contoh Safir Ceylon yang berkualitas Rendah
Contoh Safir Ceylon yang berkualitas Rendah
Contoh Safir Ceylon yang berkualitas Rendah
Contoh Safir Ceylon yang berkualitas Rendah
  • Natural sudah pasti mahal!

Inilah kesalahan berat yang banyak terjadi disini.
Banyak sekali kami lihat iklan berjualan batu dengan kata “NATURAL safir, ruby, zamrud dll dll..”
Faktanya, banyak yang justru membeli batu yang berkualitas rendah dengan harga tinggi gara-gara hanya ada kata “NATURAL” atau alami, dan sebaliknya jika ada yang ingin menjual yang berkualitas tinggi juga sudah tentu natural, tapi menawarnya dengan sangat rendah.
Banyak sertifikat, hanya memberikan kata NATURAL, padahal memastikan bahwa batu itu natural jauh lebih mudah (kualitas umum) daripada menentukan batu tersebut NATURAL tapi telah di treatment atau tidak.
Justru metode treatment yang parah, walaupun natural sekalipun, maka lebih mahal batu SINTETIS daripada batu NATURAL.

Kami berikan analogi:

  • Buah pisang yang kita lihat masak, kuning, lalu kita langsung makan, kita sebutlah itu pisang alami.
  • Buah pisang yang kita lihat masak atau tidak masak, lalu kita bakar terlebih dahulu (agar lebih berasa nikmat), kita sebut JUGA itu pisang alami, padahal pisang itu seandainya itu batu , batu itu telah di treatment, namun jenis treatmentnya masih ringan…
  • Bahkan buah pisang yang kita lihat masak atau tidak masak, lalu kita campur gandum, air, sedikit garam lalu kita goreng terlebih dahulu (agar lebih berasa nikmat), kita sebut JUGA itu pisang alami, padahal pisang itu seandainya itu batu, batu itu telah di treatment berat atau campur tangan manusia untuk membuat pisang itu lebih nikmat sudah terlalu banyak!

Inilah salah satu contoh, sertifikasi dari AIGS badan sertifikasi yang terkenal di dunia, dan berani memberikan TESTIMONIAL NATURAL tapi tidak ada treatment sama sekali atau ada tretment, maka treatementnya seperti apa, kedua batu dibawah ini, cukup banyak perbedaan harganya, yang pertama NAtural DAN TIDAK ada TREATMENT SAMA SEKALI, dan yang kedua NATURAL tapi diberi MINYAK Oiled.

6214A Zamrud AIGS
6214A Zamrud AIGS
6214A Untreated Emerald
6214A Untreated Emerald

Contoh lagi gambar dibawah ini, zamrud yang di jelaskan oleh AIGS bahwa “Indication of “minor” clarity enhancement”, artinya zamrud tersebut telah di treatment pada level oiled!

6214B-zamrud-AIGS
6214B-zamrud-AIGS
6214B-zamrud-AIGS
6214B-zamrud-AIGS

Jelas pada batu NATURAL dan TIDAK ada treatment (untreated), penjelasan untreated inilah yang mempunyai nilai TERTINGGI jika ada 2 – 3 batu dengan kualitas yang cukup menyerupai.

Ini menurut kami tidak sepenuhnya benar, malah cenderung salah dan sangat tidak bisa menjadi pegangan.
Safir/Ruby yang di treatment ataupun tidak ditreatment, ada yang berserat ada yang tidak.
Simplenya, ruby dan safir yang semakin banyak seratnya artinya safir tersebut semakin tidak bagus kualitasnya.
Anggaplah kondisi sama-sama tidak di treatment, sama warnanya, sama bentuk dan beratnya, maka safir ruby yang semakin banyak seratnya jelas lebih murah.

Kami akan berikan beberapa contoh video qualitas perbandingan Ruby/Safir (Corundum family).

  • Ruby Safir yang di treatment “Dipanasi saja” atau “heated only” pasti lebih murah daripada yang murni natural (untreated)!

Salah besar, dan kami siap menampungnya dengan harga pantas bahkan fantastis. Asal, memang jernih, dan cuma heated only.

Seperti kami sebutkan pada tulisan terdahulu, alam-pun mentreatment safir ruby dengan pemanasan dalam kurun waktu yang sangat lama, bedanya manusia yang meng-heating-nya (dikenal sejak beribu-ribu tahun) dalam waktu cepat, jam-an, harian dll, itu sebabnya kenapa metode “heated” only masih diterima dengan harga tinggi pada jual beli Internasional.

Jika anda mempunyai safir yang “ternyata” lebih kotor atau kejernihannya sangat rendah, mau safir biru, yellow dll, harganya akan lebih murah daripada safir yang jernih atau sedikit kotorannya walaupun si safir dipanaskan (asal memang heated only) sekalipun!

Jadi mengenai harga safir ruby yang natural tapi di heating pasti lebih murah daripada yang natural untreated, jelas sangat salah, tetap saja mengacu pada konsep baku/standard nilai batu perhiasan, semakin alami, semakin jernih, semakin langka, semakin indah, semakin kuat tentulah dialah yang termahal.

Contohnya pada video ini dibawah ini:

*pada kasus video dibawah ini, si yellow dan biru lebih alami (untreated), tetapi jauh lebih buram dari pada si hijau yang hanya di treatment heating only, begitupun dari kelangkaan barang, safir yang jernih jauh lebih langka daripada yang buram atau banyak seratnya.

 

  • Sertifikat / Report dibuat agar lebih dipercaya tanpa perlu mengerti isinya?

Ini menurut kami sangat salah.
Banyak yang ingin menjual batu batu perhiasan jadi kepada kami, contohnya ada yang menawarkan kepada kami batu safir, dan meminta harga pada angka yang tinggi.

Lalu kami bertanya apakah ada sertifikatnya?
Segera dijawab ada!
Permasalahan utamanya adalah pada sertifikat tersebut ternyata tidak menyebutkan apakah safir tersebut di treatment atau tidak.
Hanya menyebutkan Safir Natural saja.

Jika pada sertifikat tersebut tidak berani memberikan penjelasan (pada bagian comment kosong) mengenai apakah ada indikasi di treatment ATAU TIDAK sama sekali  di treatment, maka kemungkinan mengenai kualitas safir tersebut menjadi sangat lebar range kualitasnya, bisa saja safir yang berharga puluhan ribu atau bisa jadi memang safir yang berharga jutaan!

  • Sertifikat / Report batu yang kita beli dari toko artinya semacam kuitansi pembelian emas

Salah, sertifikat / report adalah laporan mengenai kondisi si batu mulia atau semi mulia yang di terbitkan oleh laboratorium.
Bisa saja toko itu mempunyai laboratorium lalu mengeluarkan report mengenai batu yang kita beli

  • Sertifikat / Report untuk menaikkan harganya.

Iya dan tidak, karena jika sudah di treatment berat, walaupun sudah di sertifikasi dari GIA USA sekalipun tetaplah tidak akan sama harganya jika dibandingkan dengan batu yang sama jenis, warna dll tetapi tidak ditreatment sama sekali atau setidaknya treatment HEATED only.

Ada sebagian customer (juga pedagang), yang membeli batu ruby safir dari kami, yang berharga murah dan jernih, namun ruby safir tersebut hasil dari treatment berat, harganyapun hanya beberapa ratus ribu rupiah.
Sekarang bayangkan, kami pedagang batu safir/ruby, ruby safir yang kami jual sangat jernih, tapi harganya hanya seharga beberapa ratus ribu rupiah, tidakkah kita heran?
Pastilah ada rupa ada harga, ada kemurnian, ada level kealamian, ada kualitas, dan ada harga.

Lalu customer tersebut ingin membuat reportnya atau sertifikatnya melalui kami.
Jika kami tidak peduli dan “hanya mau untung” tanpa mengindahkan hal lainnya, tentulah ini suatu hal yang mudah dan jelas menambah keuntungan.
Namun kami jelaskan dahulu permasalahan utamanya kepada customer tesebut, karena angan-angannya melambung tinggi, yaitu ingin menjualnya menjadi berlipat-lipat lebih mahal kepada konsumen lain yang tidak mengerti dengan batu.
Lalu kami jelaskan, safir ini, safir yang murah, dan kami juga anda sudah sama-sama tahu harganya pada angka ratusan ribu dan treatmentnya sudah jauh diatas “sekedar” treatment “HEATED”.

Apa yang kita harapkan dengan membuatkan sertifikatnya?
Bisa menjualnya berjuta-juta, puluhan juta atau ratusan juta rupiah?
Karena kami tidak meremehkan konsumen, sebab nanti pada sertifikatnya akan jelas dituliskan bahwa batu tersebut misalnya mendapatkan treatment “Glass Filling”, atau “cobalt” atau “corundum diffussion” treatment.
Jika batu ini reportnya dibaca oleh yang mengerti, tentu menjual batu ini dengan harga mahal akan membuat kita ditertawai saja.

Untunglah pada akhirnya, si penjual tersebut lebih mengerti dengan yang kami maksudkan dan tidak jadi membuat report/sertifikatnya.

Jadi ada tidaknya sertifikat tidak begitu menjamin harganya lebih tinggi jika pada sertifikatnya ternyata treatment sudah berat, bisa saja menjadi lebih mahal jika ternyata yang membelinya konsumen lain yang tidak begitu mengerti dengan penjelasan sertifikat.
Tetapi kembali lagi kepada diri kita masing-masing, kami tidak bisa melarang, dan memang tidak ada hukumnya yang melarang menjual kaca sekalipun dengan harga selangit.

  • Sintetis adalah palsu, palsu adalah sintetis!

Salah besar.
Sintetis dibuat dengan bahan yang sama, sintetis bukan alam yang membuatnya tetapi manusia, itu sebabnya sintetis tetap berharga mahal.
Bahkan Zamrud sintetis dengan proses “CHATHAM” lebih mahal dari zamrud alami yang berkualitas biasa-biasa saja, zamrud chatham bisa berharga jutaan per caratnya, karena proses pembuatannya memakan waktu berbulan-bulan.

Tetapi Palsu dibuat dengan bahan yang lain, yang berbahan murah, tapi menyerupia untuk dilihat. Misalnya bahan dari kaca yang diwarnai seolah batu ruby, safir dll.

  •  Treatment artinya batu permata tersebut pasti tidak alami?

Sangat salah.
Kami beri 3 contoh:
A. Jika Pisang yang sangat istimewa dan masak di pohon lalu kita petik dan kita makan, lalu kita anggap ini pisang yang alami, betul?
B. Apakah jika pisang yang sama, yang kita goreng terlebih dahulu sebelum dimakan ini artinya pisang yang tidak alami?
Tidak, pisang ini tetap alami, namun agar lebih lezat bagi sebagian orang ada yang perlu menggorengnya dahulu.
C. Apakah jika pisang yang sama, yang kita goreng, lalu kita tambahi gandum dan sedikit garam sebagai  bumbu tambahan agar lebih sedap, lalu pisang tersebut tidak alami?
Tidak, pisang tersebut tetap alami.

Analogi contoh A adalah Batu permata tersebut tidak di treatment sama sekali.
Analogi contoh B adalah Batu permata tersebut di treatment ringan, seperti HEATED Only pada Ruby Safir, atau OILED pada zamrud.
ANalogi contoh C: batu permata yang sudah ditreatment berat, dan banyak sekali akar atau turunan dari kompleksnya treatment-treatment pada batu permata di zaman modern ini.
*Heated only sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

  • Treatment itu berbeda dengan DIMASAK?

*Treatment = perlakuan terhadap batu sebelum atau sesudah di asah.
Treatment kata umum, jenis treatment yang banyak sekali.
Namun treatment paling ringan pada Ruby Safir dan batuan umumnya adalah Heated Only, atau dipanaskan saja dan masih bernilai tinggi.
Lebih dari HEATED, harga sangat jatuh.
Pada Zamrud, treatment yang masih diterima, tinggi nilainya adalah OILED, atau diminyaki saja.
Treatment sederhana diatas, telah dipakai manusia, sejak ribuan tahun lalu.

  • Zamrud colombia itu zamrud yang mahal.

Salah, sama seperti permasalahan safir ceylon diatas, zamrud columbia, brazil, zambia dll dll ada yang berkualitas bagus ada yang berkualitas rendah.
Menilai zamrud itu sederhana:
Hijau, Bening (sedikit kotoran), tidak ada treatment, itulah ZAMRUD yang mahal.
Tiga faktor penting diatas tidak ada, atau berkurang, yaa jatuhlah harga si Zamrud.

Contoh gambar dibawah, zamrud colombia yang berharga murah.
300an karat hanya pada kisaran 2 jutaan.

zamrud columbia 300an karat
zamrud columbia 300an karat

Contoh dibawah ini, zamrud origin colombia, di treatment oiled, 2 carat, harganya 1482usd.

Zamrud Colombia 2 carat
Zamrud Colombia 2 carat

Contoh dibawah ini, zamrud origin zambia, di treatment oiled, 2 carat, harganya 1600usd!

Zamrud zambia 2 carat
Zamrud zambia 2 carat

Kenapa lebih mahal zambia?
Simple saja, pada kasus gambar diatas karena lebih jernih zamrud zambia.

Klik disini untuk membaca lebih jauh mengenai Zamrud atau EMERALD.

*Baca lebih lanjutmengenai apa yang dimaksud dengan

*Baca lebih lanjutmengenai apa yang dimaksud dengan TREATMENT.

Iklan