Pertama jangan lupa, esensinya batu perhiasan itu adalah:
1: alami, baik yang berasal dari bahan organik atau mineral.
2: harus indah.
3: harus langka, dan….
4: harus tahan (kuat keras).

Jadi semakin alami (untreated), semakin indah, semakin langka, semakin tahan, itulah batu perhiasan termahal atau mendapat gelar “HEIRLOOM atau pusaka, seperti gambar Zamrud yang berkualitas seperti dibawah ini:

emerald zamrud kualitas AAA
emerald zamrud kualitas AAA

Nah pada emerald atau zamrud atau jamrud.
Zamrud yang berharga itu, berwarna hijau berkilau eye catching, bening (tidak kotor) yang tidak ada seratnya /RETAKANNYA (belum ada) atau semakin sedikit seratnya, itulah zamrud yang langka dan indah.

Lihat dulu pada video dibawah ini, faktor kualitas zamrud dan panduan sederhana yang sangat vital untuk membeli zamrud.

Kami sering menjual zamrud yang berharga beberapa ratus ribu, umumnya 1 batu cincin 5 s/d 20 karat, yang kami jual pada range harga 150 ribu s/d 300 ribu saja.

Namanya juga zamrud murah, maka sangat jauh untuk menyamai zamrud mahal sesuai dengan spesifikasi diatas.
Warnanya memang hijau tapi opaque atau sangat buram, serat-serat zamrud umumnya terlihat tidak begitu terlihat karena buram tadi.
Jadi yang masuk pada spesifikasi diatas hanyalah warna hijaunya saja, dan seperti ada urat-urat seperti aliran sungai sedikit,
hehehe…
Seperti gambar dibawah ini:

zamrud murah natural
zamrud murah natural
zamrud murah natural
zamrud murah natural

Namun sewaktu kami menjualnya, banyak yang berkeras itu adalah batu giok atau jade.
Padahal kami mempunyai alat pendeteksi nama batu-batuan umum, yang diproduksi oleh Diamond Jubilee Hongkong, dimana pada alat itu jelas menunjukkan pada level EMERALD (zamrud) bukan level JADE (giok), beberapa customer tetap saja bersikeras menyangka itu batu giok.

Yaa gimana mau terlihat jelas serat-seratnya, karena zamrud yang kami jual yang disangka GIOK tersebut zamrud yang berwarna sangat hijau tapi opaque.
Sebetulnya, yang dimaksud serat-serat itu adalah retakan, dan itu adalah suatu CACAT, semakin banyak cacatnya tentulah semakin murah.

Yang aneh dan dan yang “justru” lebih laku berbarengan dengan zamrud hijau opaque, adalah zamrud kami yang sedikit saja hijaunya, malah cenderung hijau agak putih susu, lebih sedikit warna hijaunya maka jelas untuk melihat kotorannya, atau dengan kata lain kotorannya lebih terlihat dimata.
Bayangkan, warna hijaunya lebih pucat, retakan semakin terlihat banyak, maka itulah zamrud yang baik, lebih baik dll.
Padahal, diluar negeri kenapa orang mentreatment zamrud karena 99.99 persen, zamrud itu banyak retaknya, bahkan treatment yang sudah berat seperti memakai “Resin”, artinya treatment tersebut untuk menutup keretakannya atau cacatnya!

Ternyata setelah kami pikir-pikir, kita sudah terlalu salah menilai, bahkan mengklasifikasi apa itu perhiasan.
Seperti dahulu, beberapa ada teman kami ada yang menyangka bahwa safir yang berharga itu harus berserat, padahal semakin banyak seratnya pada dunia internasional, itulah safir yang murah.

Begitu juga pada zamrud, kita banyak tidak mengetahui seperti apa zamrud yang buruk, baik, terbaik dll, tanpa mem-flashback ke
belakang lagi esensi apa klasifikasi batu perhiasan/permata terbaik itu.

Kita terkunci, bahwa zamrud yang berharga itu zamrud yang hijau pucat malah agak condong ke putih suram, dan berserat-serat dan
terlihat jelas kotoran-kotoran-nya, karena faktanya banyak yang membeli zamrud yang berjuta-juta hargaya namun penampakannya sedkit saja lebih bening seperti zamrud murah diatas, bahkan membelinya tanpa keterangan bahwa itu untreated atau di treatment.

Kita lupa, bahwasannya Zamrud yang mahal bahkan yang berharga fantastis itu sangat hijau, sangat bening, serat-serat yang memanjang hampir tidak ada, serat-serat yang ada hanya garis-garis yang sangat pendek, itulah zamrud kualitas papan atas.
Idealnya, zamrud yang indah itu harusnya “TIDAK ADA SERAT SAMA SEKALI”, namun belumlah diketemukan sampai sekarang.

Bahkan beberapa hari lalu kami bahkan ditunjukkan oleh pemilik zamrud, dia baru membeli zamrud seharga 4 juta dan menunjukkan
sertifikatnya.
Begitu kami lihat sertifikatnya, pada sertifikatnya tertulis zamrud (emerald beryl) yang alami.
Warnanya hijau pucat, cukup jernih, dan berserat-serat, inilah zamrud yang indah katanya.

Pada sertifikat tersebut hanya menunjukkan kata bahwa itu “zamrud alami“, tanpa ada keterangan pada sertifikatnya yang menjelaskan bahwa zamrud itu “tidak ada proses treatment (UNtreated)” atau bahkan jika di treatment-nya…maka treatmentnya seperti apa?
Di beri minyak atau oiling oiled (masih cukup mahal) atau treatment resin…yaitu jenis treatment batu zamrud yang sudah tergolong banyak campur tangan manusianya untuk memperindah si zamrud, yang membuat si zamrud kalah harganya dibanding yang di treatment oiled, atau lebih kalah lagi harganya dengan zamrud “untreated” yaitu tidak ada treatment sama sekali.

Kami berikan analogi:

  • Buah pisang yang kita lihat masak, kuning, lalu kita langsung makan, kita sebutlah itu pisang alami.
  • Buah pisang yang kita lihat masak atau tidak masak, lalu kita bakar terlebih dahulu (agar lebih berasa nikmat), kita sebut JUGA itu pisang alami, padahal pisang itu seandainya itu batu emerald atau zamrud, pisang itu telah di treatment, namun jenis treatmentnya masih ringan…
  • Bahkan buah pisang yang kita lihat masak atau tidak masak, lalu kita campur gandum, air, sedikit garam lalu kita goreng terlebih dahulu (agar lebih berasa nikmat), kita sebut JUGA itu pisang alami, padahal pisang itu seandainya itu batu emerald atau zamrud, pisang itu telah di treatment berat atau campur tangan manusia untuk membuat pisang itu lebih nikmat sudah terlalu banyak!

Sebab jangan salah, kebanyakan zamrud adalah alami, tapi bagaimana level / tingkat kealamiannya (treatement level)?
Itulah yang harus kita ketahui jika harganya sudah berjuta-juta rupiah.

Artinya, nilai “KEALAMIANNYA” semakin alami untuk yang dinilai “untreated“, dan sedikit berkurang sedikit kealamiannya pada treatment “OILED”, dan berkurang lagi atau semakin murah pada level treatment “RESIN” atau treatment-treatment lain melebihi oiled.

Sedangkan untuk mengetahui zamrud itu alami atau tidak alami itu suatu hal yang lebih mudah daripada mengetahui si zamrud mendapat perlakuan khusus (treatment) atau tidak sama sekali (untreated).

*Perlu diketahui, nilai treatment yang umumnya masih membuat zamrud itu berharga mahal (jika zamrud yang indah) adalah pada batas treatment OILED atau diminyaki saja.

Terlalu banyak yang ingin menjual zamrudnya kepada kami, hanya beberapa karat dengan nilai jutaan, tetapi hanya mempunyai sertifikasi/report yang hanya menjelaskan “NATURAL EMERALD” tanpa ada penjelasan mengenai treatmentnya…

Maka kami sarankan, jika kita sudah membeli batu zamrud, ruby, safir, yang berharga pada harga jutaan rupiah, sebaiknya kita bisa
memastikan bahwa zamrud yang kita beli itu mendapat perlakuan (treatment) seperti apa?
Contoh dibawah ini, report / sertifikasi dari AIGS yang menjelaskan bahwa zamrud itu tersebut tidak ada indikasi di treatement bahkan treatment OILED sekalipun.

Inilah salah satu contoh, sertifikasi dari AIGS badan sertifikasi yang terkenal di dunia, dan berani memberikan TESTIMONIAL bahwa zamrud yang mereka periksa tidak terdapat indikasi bahwa ada treatment, artinya nilai ke-alamiannya sangat murni, manusia mencari batu zamrudnya lalu mengasahnya langsung tanpa ada perlakukan khusus.

6214A Zamrud AIGS
6214A Zamrud AIGS
6214A Untreated Emerald
6214A Untreated Emerald

Contoh lagi gambar dibawah ini, zamrud yang di jelaskan oleh AIGS bahwa “Indication of “minor” clarity enhancement”, artinya zamrud tersebut telah di treatment pada level oiled (tanpa pewarna)!
*Orang di luar negeri justu men-treatment zamrud dengan mewarnai si zamrud agar lebih hijau kepada zamrud yang kurang bagus hijaunya, disini justru zamrud yang hijau pucat yang dicari.

6214B-zamrud-AIGS
6214B-zamrud-AIGS
6214B-zamrud-AIGS
6214B-zamrud-AIGS

Oleh sebab itu, jika hendak membeli Zamrud yang sudah mahal, mintalah keterangan pada pemilik barang atau toko (jaminan), jika perlu mintalah sertifikat dari badan sertifikasi yang kredibel, seperti AGL dari Indonesia, atau bila perlu AIGS (thailand) atau GIA Amerika.

Tidak ada gunanya atau sia sia saja, jika kita membeli zamrud yang hanya 2, 10, 20 karat yang berharga berjuta-juta ternyata telah mendapat treatment yang melebihi treatment Oiled.

Tidak ada gunanya atau sia sia saja, jika kita membeli Ruby Safir yang hanya 2, 10 karat yang berharga berjuta-juta ternyata telah
mendapat treatment yang melebihi treatment HEATED.

*Perlu diketahui, zamrud itu batu yang keras, walaupun dibawah safir, 6, 7, 8, mohs.
Tetapi walaupun keras, zamrud batu yang getas, rawan retak baik sebelum diasah atau sesudah diasah…
Oleh sebab itu, faktor fisik paling penting pada zamrud adalah tidak adanya retak/gurat, sebab jika ada retak pada permukaan, maka zamrud tersebut akan bisa di treatment dengan cara diminyaki, baik diminyaki untuk menutup retaknya saja, atau diminyaki dengan minyak pewarna.

Treatment diminyaki ini melalui cara umumnya disedot dulu kandungan airnya dengan daya hisap ratusan, ribuan psi, lalu barulah ditekan dengan tekanan ratusan, ribuan psi…lalu minyak akan menyusup masuk ke zamrud.

Jadi zamrud, metode treatment-nya bukan dengan cara dipanasi, apalagi panas tinggi, tentu akan membuatnya semakin mudah retak.

Bahkan mencuci zamrud sangat dilarang menggunakan metode vibrasi (getaran) seperti ultrasonic cleaner, air panas..

Tidak ada ke ajaiban pada dunia batu mulia, ada harga, ada rupa, ada kelas dan kualitasnya, tetapi jangan sampai kita membeli
barang yang ternyata sangat murah tetapi kita hargai sangat mahal.

Video dibawah ini, mengenai hubungan nilai kekerasan (mohs scale) terhadap batu mulia zamrud.

Zamrud pada video diatas, zamrud untreated, AIGS Report, 2.28 carat, diukur dengan alat pendeteksi jenis batu-batuan mulia atau semi mulia Presidium dan Gemlogis.

Hati-hati juga mengenai Obsidian yang dimana banyak disebut bahwa itu zamrud kalimantan, dapat dibaca disini

Info mengenai “treatment” lebih lanjut dapat dibaca disini dan disini.

Info mengenai Batu Zamrud atau Emerald pada website GIA dapat dibaca disini

Iklan