Batt > baterai, battery, aki.
Li-ion > jenis baterai yang menggunakan zat lithium-ion.
Current > arus.
CC > Constant Current.
CV > Constant Voltage.

Point pada tulisan ini adalah, hati-hati dalam mengisi batt tipe li-ion terutama dalam mensupply arusnya, karena kemampuan batt dalam menarik arus memang sangat bagus (tinggi) tapi juga menghasilkan panas yang tinggi jika tidak di kontrol.

Jika kita hendak mengisi / men-charge battery lithium-ion (LI-ion) yang bersifat emergency atau pada saat kita tidak mempunyai charger nya, kita tentunya bisa saja mengisinya dengan power supply biasa…

Tetapi jika dulu dimana li-ion belum banyak dipakai, atau pada batt konvensional seperti batt panasonic yang sering digunakan pada ups atau batt mainan yang bisa di charge seperti sanyo AA ni-cd dll dll, baterai-baterai ini hanya bisa penuh dalam waktu tempo yang cukup lama…6 s/d 12 jam bahkan….

Artinya , kemampuan daya sedot arus pada batt konvensional ini rendah…

Tetapi pada li-ion, daya sedot arusnya sangat tinggi, sehingga cepat dalam pengisian tentunya sangat menghemat waktu…Namun jika kita tidak mengontrol suhunya, maka akan sangat berbahaya…
Si batt akan meledak karena terlalu panas….

Contoh kasus, saya biasanya mencharge batt konvensional dalam keadaan emergency atau bukan dengan charge khususnya, tapi cukup dengan tegangan yang pas, dan dengan arus yang tidak begitu saya kontrol…bertahun-tahun saya mencharge batt konvensional tidak ada ledakan…

Saya sering juga mengisi li-ion, dengan charge untuk li-ion ataupun dengan power supply biasa, tetapi selama ini saya menngisinya dengan power supply yang kecil sehingga tidak menimbulkan temp yang tinggi dan tentunya belum pernah mengalami baterai nya meledak.

Suatu saat saya ingin mengisi  batt 18650 li-ion yang sudah saya serial, 4 batt, artinya tegangan yang saya set adalah 4.2V per batt x 4 batt = 16.8 volt.

Sewaktu saya isi, saya menchargenya dengan tegangan yang benar, tapi tidak membatasi arusnya…

Hasilnya dalam waktu beberapa menit, baterainya meledak…

Jadi batasi arusnya yang paling penting, sebab kemampuan si 18650 li-ion ini sungguh menyenangkan, menghemat waktu dll…tapi juga menghasilkan panas berlebih jika tidak mengontrol arusnya…

Saat ini, saya terbiasa membatasi arusnya pada level 25-40 persen dari total kapasitas batt per jam.

Misalnya 10 ampere (10.000 miliamp) artinya batasi arusnya pada angka 2.5 A saja bahkan pada 2 A saja..

Lalu bagaimana jika kita tidak mempunyai power supply seperti video diatas yang mempunyai setelan CC CV?

Cara membatasi arus dengan sederhana dengan memberinya RESISTOR, berapa nilai ohm nya?

Bisa kita kalkulasi pada web-web online yang menyediakan calculatornya, bisa di google dengan kata kunci “resistor led current calculator”, atau pada link ini misalnya.

kalkulator arus
kalkulator arus

Atau bisa juga gunakan program pada android, nama programnya “ElectroDroid”,

https://play.google.com/store/apps/details?id=it.android.demi.elettronica&hl=en

electoDroid
electoDroid

Tersedia versi free dan berbayar.

Video dibawah ini, menjelaskan mengenai penyetelan CC pada power supply sewaktu hendak mengisi baterai lithium ion dengan kemasan 18650, dan penggunaan program electrodroid.

*Batterai disolder dengan Easyflux.

Demikianlah tulisan ini, semata-mata hanya untuk berbagi pengalaman saja…

Iklan