Kami mendapat pertanyaan seperti ini, dan sebetulnya kami cukup terkejut juga…

Pertama jangan lupa, esensinya batu perhiasan itu adalah:
1: alami, baik yang berasal dari bahan organik atau mineral atau gabungan keduanya.
2: harus indah.
3: harus langka.
4: harus tahan (kuat keras).

Alami?
Jelas bacan alami, safir juga alami.

Indah?
Bacan, bolehlah dikatakan indah…tapi jelas jauh lebih indah safir, rasa-rasanya belum pernah kami melihat bacan bisa sejernih safir yang berkualitas baik.

Langka?
Bacan jelas tidak langka, safir sudah pasti langka.
Jika ada yang mengatakan safir yang bermutu banyak stoknya, bolehlah dilempar kepada kami.

Tahan/Kuat?
Bacan jelas batuan lembut, sangat mudah di gores…
Coba saja bacan kita, gores saja dengan safir buram (berkwalitas rendah) atau safir sintetik saja yang hanya 50-75 ribu percarat.
Suruh si Bacan menggores safir, dan sebaliknya juga.

FYI, Sekarang di tempat kami (palembang), batu bacan sudah cukup lama meredup, karena simple saja banyak sekali penduduk dari desa membawanya ke kota, semua ingin menjual bacan (belum diasah).
Awalnya tinggi….semakin banyak yang berbondong-bondong menjualnya, semakin murah…

Sudah terlalu banyak para pembeli bacan yang menangis darah saat ini bila hendak menjualnya dikarenakan bosan dan lain hal…

Karena para pedagang juga mempunyai stok bacan yang banyak…hehehe…

Saran kami, bacan adalah batu perhiasan…tapi jelas kurang indah dan tidaklah langka…
Belilah dengan harga yang sepantasanya, karena jika kita membelinya dengan tinggi, dan jika kita tidak masalah dengan konsekwensinya akan dibeli lagi dengan harga tidak tentu yaa tidak masalah untuk membelinya dengan harga selangit.

Iklan