Kami pernah mendapati, seseorang juga penjual yang ingin membeli batu-batu dari kami…

Lalu dengan melihat safir dan ruby saya, dalam hitungan detik dia langsung bisa merumuskan “asal batunya / origin,” dipegang sebentar, lalu berkata: Oh ini dari birma, oh ini ceylon, oh ini madagascar…dll dll…

Sungguh jika memang semuanya tepat, itu suatu tingkat keahlian yang sangat tinggi, bagaimana tidak AGL-IGP Indonesia, AIGS thai, GIA, semua butuh dana tambahan jika report batu kita ingin dilengkapi dengan keterangan origin, itupun “JIKA MEREKA TAHU” (artinya ada origin yang tidak bisa mereka deteksi) karena tingkat kesamaan “kristal” inclusion pada masing-masing batu bisa juga sama walau lain daerah.

Saya hanya senyum saja, karena saya tidak ada kemampuan untuk membedakan origin safir ruby zamrud, baik dengan mikroskop apalagi hanya melihat dengan mata telanjang saja.

Maklum katanya dia menjual batu sudah berpuluh tahun….

Lalu Dia bertanya juga dengan saya, harga-harga safir ruby yang saya jual.

Setelah itu dia mengeluarkan beberapa safir, dan ruby miliknya…

Bila saya menyebutkan safir biru saya misalnya harganya 10 juta, lalu dia ingin menjual dengan saya safir biru yang mirip dengan yang 10 juta punya saya, dan dia hanya menjualnya setengahnya…

Pendek kata, Ruby Safir miliknya dia tawarkan kepada saya semua berharga setengahnya daripada harga saya…

Salah satunya dia menawarkan safir hijau juga (milik dia), yang jelas sangat kentara kotorannya, berukuran yang kurang lebih sama dengan punya saya yang seharga 10 juta, dia minta harganya cuma 4 juta.

Juga pada Safir padparadscha sekitar 3-4 karat (sudah di cincin) dia hanya tawarkan ke saya 7 juta, saya cukup tertarik waktu itu, sebuah padparadscha 3-4 carat hanya 7 juta.

Setelah saya cek ternyata sudah di treatment berat, artinya harganya yang 7 juta adalah harga yang sangat mahal sekali.

Semua saya tolak, saya tidak sanggup membelinya…

Lalu saya bertanya apakah ada sertifikat/report/memonya?

Saya bertanya karena dia menjual dengan harga yang menurut saya mahal untuk ruby safirnya dengan tingkat kotoran yang cukup tinggi, dan terlebih level treatment yang melebihi level “HEATED” atau HEAT ONLY.

Dia menjawab: ada reportnya…(tapi saya belum melihatnya)

Lalu saya jelaskan kepadanya kenapa saya tidak sanggup membelinya, karena salah satu padparadscha dia menurut indikasi sekilas saya dibawah mikroskop, sudah kena treatment yang cukup parah, yaitu “semacam glass filled” atau “glass filling” atau ada komponen lain sebagai pengisi inclusi si padparadscha.

Dan saya bertanya: Bagaimana masalah comment pada report/memonya? apakah disebutkan untreated, atau heated atau glass filled atau beryllium heated?

Lalu terjadi satu keanehan, dia tidak begitu menggubris atau kurang “NGEH” dengan pertanyaan saya…

Padahal, jika saya mempunyai barang yang untreated, atau anggaplah HEATED saja, lalu ada yang berkata menurut indikasi sekilas dia kena “glass filling” tentunya saya akan mencoba menerangkannya, bahwa di report-nya itu HEATED only dll….

Saya terbersit atau menduga dalam hati saja, ternyata dia tidak begitu mengerti bagaimana seharusnya “isi report” atau “isi sertifikat” atau “isi memo” suatu batu, terlebih batu mulia.

Jadi bagimana mungkin menurut saya, seseorang yang bisa (punya kemampuan) dengan mudah membedakan “daerah asal” atau “origin” si batu safir ruby, tapi tidak tahu sama sekali mengenai “treatment” yang terjadi pada si ruby safir, padahal tingkat treatment mempunyai ANDIL yang TINGGI pada harga batu mulia.

Membedakan origin itu menurut saya jauh lebih sulit, daripada sekedar menentukan si ruby safir kena treatment atau tidak sama sekali.

Flux heat treatment pada safir, sebelum dan sesudah
Flux heat treatment pada safir, sebelum dan sesudah

Baca lebih detil mengenai Treatment disini.

Baca lebih detil mengenai Memo / Sertifikat / Report disini

Iklan