Harapan saya dalam menulis ini adalah bertujuan mengajak kita sesama pencinta batu agar lebih mengetahui kondisi sebenarnya sesuai dengan pengalaman saya dan saya mencoba menjabarkannya sebaik mungkin….

Ketika kita melihat orang-orang yang bosan, atau karena sesuatu yang ingin menjual batu-nya yang dulu dibeli berjuta-juta lalu sewaktu hendak dijual lagi paling banyak di tawar orang lain hanya 50.000 rupiah…
Kasihan kah kita penjual? atau merasa lucu kah kita melihatnya? atau tidak tega kita melihatnya?

Itulah batu musiman, batu yang tidak begitu indah, tidak langka…dimana dipilih tanpa perasaan yang murni…tapi kebanyakan karena faktor pengaruh.
Simpel saja, bisa terjadi diatas karena batunya memang tidak berharga mahal pada dasarnya karena bukan batu yang indah, langka dll.

Cerita Ini menurut pandangan saya pribadi…mohon maaf, jika ternyata pengalaman yang lain tidak seperti yang saya alami.

Sesuatu yang tidak baik, jika kita tahu itu tidak baik, tidak bagus…lalu apa yang akan kita lakukan?
Ada beberapa kemungkinan…
Tetap menutupnya agar tidak diketahui umum….atau sebaliknya memberitahukan agar diketahui orang lain.
Tujuannya?
Jelas bermacam-macam, rasanya tidak perlu di jabarkan….

Contoh, beberapa minggu lalu heboh batu (amethyst) kecubung bintang (lampung)…lagi lagi origin atau daerah asal yang menjadi “jargon” bukan kualitas warna dan kejernihan…
Kecubung yang berkualitas buruk, warna ungu yang lemah, kejernihan pas-pasan, dihargai beratus -ratus ribu untuk satu batu yang hanya diasah polos sebesar kecoa…hehehe…
Minggu ini, batu-batu berkualitas rendah tersebut menyerbu kota, alhasil harganya hanya beberapa puluh ribu, hehehe…
Bagaimana tidak, saya bilang ke istri saya…
Silahkan patahkan kata-kata saya, selagi batu itu tidak mempunyai tone yang kuat dan kejernihan yang tinggi, tunggu tanggal mainnya, batu itu akan menyerbu kota, karena sudah pasti itu kecubung yang bukan saja tidak indah, tapi kecubung yang mudah didapatkan atau tidak langka…
Jadi jangan heran, tidak akan lama harganya tinggi….hehehe…
dan beberapa hari terakhir ini sekali lagi “ucapan” saya terbukti.

Menurut saya, Insting memilih batu berdasarkan warna dan kejernihan:

Fakta, saya dahulu tidak hobi batu.
Batu yang saya simpan lama, sejak saya remaja sampai menikah (akhirnya hilang) hanya satu batu, disimpan ibu saya di laci pakaian, lalu saya simpan di dompet sampai hilang.
Sekitar 5 atau 6 tahun lalu, saya iseng saja membeli beberapa batu ruby, safir, alexandrite di thailand…satu batu tersebut hanya beberapa ratus ribu.
Saya simpan bertahun-tahun tidak saya buatkan cincinnya, saya beli karena faktor yang sederhana saja….walaupun saya tidak “ngebet” dengan batu cincin…tetapi batu yang saya beli tersebut terasa indah dimata saya…padahal saya tidak pernah tertarik waktu itu mengenai batu-batuan….
Indah dimata saya karena warna-nya, kejernihannya….inilah pilihan saya yang menurut saya berasal dari “naluri saya” yang murni…tidak terpengaruh oleh apapun.
Walaupun, pada akhirnya saya ketahui, batu itu dari kelas sintetis, yaah ada rupa ada harga…
Batu safir, ruby, alexandrite yang jernih bisa ditebus hanya pada angka ratusan ribu….

Fakta, saya mempunyai teman bisnis, dia berasal dari eropa timur…
Karena saya bergerak di bidang elektronik…sekitar 10 tahun lalu saya sering berjual beli hardware dan software GSM dengannya…
Suatu saat saya tidak melanjutkan ke bidang GSM tapi tetap untuk elektronika yang lain…akhirnya saya jarang berkomunikasi dengannya.
Tahun 2015, dia mencari saya dan akhirnya ketemu di facebook.
Dia menanyakan apa bisnis saya sekarang, saya bilang saya jualan batu cincin, hehehe…
Dia terkejut, dan saya berikan website saya….dia bukan orang yang hobi dan mengerti dengan batu-batu cincin…
Bahkan satu batu cincinpun dia tidak punya!
Tetapi dia menunjukkan pada saya “gambar” Ruby merah darah di website saya….
Ooh…saya jawab…itu batu mahal, dan hanya gambar saja, saya belum memilikinya.
Dia jawab, dia sangat menyukainya, warnanya bagus dan indah.
Lalu dia melihat status saya di fb, di status tersebut ada video mengenai zamrud yang berkualitas baik dan zamrud yang berkualitas rendah.
Sekali lagi dia menunjukkan pilihannya zamrud yang berkualitas baik…
Jadi inilah pilihan dia yang menurut saya berasal dari “naluri” yang murni…tidak terpengaruh oleh apapun.
Saya berkata, saya akan kirimkan satu batu cincin “teratai” atau “sarang tawon”.
Dia bertanya, bagaimana kira-kira rupanya?
Saya berikan salah satu contoh gambarnya yang bertebaran di website lokalan…
Karena kami sudah berteman lama, dia tidak ragu ragu mendamprat atau menolak pemberian saya…dia berkata, untuk apa saya berikan batu tersebut, batu tersebut sungguh tidak atraktif…

Saya yakin, jika SBY sudah berteman lama atau cukup dekat dengan Obama, ada kemungkinan dia akan menolak secara blak blak-an saja sewaktu sby memberi obama batu bacan….seperti saya ditolak oleh teman lama saya tersebut…
Ini hanya tebakan saja ko’…tapi kemungkinan seperti itu tetap ada….mohon maaf, jika saya “naif”.

Fakta, suatu hari saya mengirim barang ke salah satu kurir, biasanya saya mengirim barang elektronik….tetapi kali ini saya mengirim cincin…
Dia bertanya mengenai isinya, saya sebutkan cincin…
Waaah dia terkejut…jualan cincin juga pak?
Iya saya jawab….hehehe…
Kebetulan dia tidak memakai cincin, dan saya tanya…
Kamu suka dengan cincin…?
Dia jawab tidak punya.
Bagus…saya mau bertanya…
Kebetulan di jari kiri dan kanan saya ada 2 cincin batu safir yang kebetulan lagi “mencolok” kualitasnya, satu safir warna hijau jernih heated only, satu lagi safir abu-abu efek star, buram tentunya, walaupun untreated tetap saja suatu safir yang lebih murah dari yang hijau.
Saya suruh pilih, mana yang menurut kami bagus…
Lalu dia memilih safir hijau nan jernih…
Bagooosss…pilihan kamu tidak terpengaruh apa-apa…benar-benar pilihan dari hati nurani, hehehe…
Jadi inilah pilihan dia yang menurut saya berasal dari “naluri” yang murni…tidak terpengaruh oleh apapun.

Jadi pilihlah dahulu sesuatu yang indah memang dilihat indah dari hati nurani kita, tanpa pengaruh lingkungan dll.

3 fakta diatas hanyalah sedikit contoh, banyak sekali saya mencoba bertanya dengan orang-orang lain yang tidak menyukai atau tidak begitu getol dengan batu, jawaban mereka persis seperti contoh tiga diatas.

Update: Kebetulan pada tanggal 04 maret 2015, saya bertemu dengan teman yang sama sekali tidak menyukai batu, cincin pun tidak punya, nah kebetulan banged karena saya lagi memakai cincin yang ada batu safir dimana harganya sangat jauh berbeda.

Sebelah kiri saya ada safir yang berharga puluhan juta, dan sebelah kanan saya ada safir yang berharga dibawah lima juta.
Lalu saya minta memberikan pertanyaan pilihan: menurut anda yang tidak hobi batu, silahkan pilih mana yang lebih indah secara penampakan di mata anda?

Lalu dia memilih batu safir disebelah kiri, dimana memang safir yang sangat jernih, dibanding safir yang disebelah kanan.

Dibawa ini video safir yang dimaksud, disebelah atas safir yang sangat jernih, dan dibawahnya safir yang berkualitas lebih rendah daripada yang diatas.

Update: Tanggal 5 maret 2015, saya bertemu dengan kenalan saya, yang tidak begitu hobi batu, dia hanya mempunyai satu cincin dengan batu kecubung di tangannya, kecubung itu cukup gelap dimana dia beli hanya pada harga puluhan ribu.

Sewaktu saya beri sample 2 cincin yang satu ada batu tanzanite (cincin wanita) dan satu lagi cincin pria dengan batu safir.

Semua saya sebutkan nama batunya, yaitu safir yang sangat biru namun sangat buram, dan batu tanzanite yang biru dan sangat jernih, saya minta pilih, jangan lihat cincinnya (karena dia seorang pria) tapi lihat batunya mana yang menampakkan keindahan,?

Lalu dia memilih batu tanzanite!

Bravo, pikiran anda masih jernih, tidak terpengaruh teman, orang-orang lain penggila batu buram yang berharga mahal, dimana di negara lain tidak begitu berharga.

Gambar batu yang dipilihnya, seperti pada gambar dibawah ini:

Orang awam menilai batu
Orang awam menilai batu

Contoh batunya pada video dibawah ini:
*batu safir yang ditengan tidak termasuk pada waktu penilaian.

Mohon maaf, jika ada kata-kata yang salah.

Tujuan penulisan ini hanya berbagi, kami yakin di Indonesia yang tercinta ini, pasti memiliki juga deposit batu mulia yang berkualitas internasional, dan jika kita mengetahui apa itu batu mulia, yang murah, yang mahal bahkan berkualitas heirloom (Pusaka), tentulah akan membuat kita sesama pencinta batu mulia tidak tertipu dalam perdagangan batu secara nasional dan internasional.
Jika ada saran dan pertanyaan mengenai batu, kirimkan pertanyaan anda melalui sms ke 0816-384499 atau whatsapp dengan no +62 816 384499.

Iklan