Maaf, kesalahan terbesar kita adalah selalu menamakan batu itu berdasarkan nama daerah dimana batu itu ditemukan, padahal nama ilmiahnya sudah ada.

Pada akhirnya masyarakat awam semakin bingung dengan penamaan cara seperti ini, bahkan seperti cerita kami dahulu, ada yang memperdebatkan giok daerah A, lebih baik dari giok daerah b, lebih baik lagi giok dari daerah c.
Padahal kita seharusnya menamakannya dengan nama ilmiah yang umum lalu ditambahi warnanya, bila perlu dengan nilai kejernihannya, misalnya idocrase hijau muda vvs dll.

Akan sangat membingungkan, jika kita lebih merasa giok aceh lebih bagus dari jenis jenis giok lain yang terdapat di indonesia.
Sewaktu kita ingin menjualnya dengan menyebut “saya mau jual giok aceh”, terlebih di luar negeri.
Owwh ??? bagaimana warnanya dan kejernihannya mereka akan setidaknya berkata seperti itu.
Karena yang mereka butuhkan, agar dapat membayangkan dengan yang apa kita jual adalah, nama batu umumnya, warna, dan kejernihannya, sesederhana itu saja.

Percakapan asal daerah mengenai bagusnya suatu batu, menurut kami hanyalah percakapan konyol, dan akan membuat orang diluar negeri tertawa saja karena melihat kekonyolan ini.

Batu itu, jenis yang sama, dari koordinat yang sama (suatu area), ada yang “berkualitas baik” juga ada yang “berkualitas sampah”.

Giok aceh atau Idocrase atay Vesuvianite.

Simple saja untuk yang baik kualitasnya, tentulah yang semakin “berwarna” dan “semakin jernih” (baca disini) setidaknya itu dua faktor terpenting untuk mencapai kualitas yang berharga bahkan kualitas permata.

Nah, IDOCRASE ini banyak sekali bisa ditemukan di berbagai belahan bumi…
Tetap saja, diluar negeri mereka memilah-milahnya karena setidaknya dua faktor diatas, yaitu warna yang kuat dan kejernihan yang tinggi.

Jika kami beritahukan suatu batu apapun atau idocrase yang berkualitas baik itu yang berwarna kuat dan yang jernih, banyak yang menjawab, “oooh itu ga ada, itu ga mungkin ada disini, kemungkinan sintetis…bla bla bla”….
Yaah, karena lebih indah, mencarinya lebih sult atau lebih langka, mangkanya jadi mahal.

Jawaban seperti itu, karena pikiran kita sudah terkunci pada hal yang konyol tadi….mengecap, membaguskan, batu karena faktor daerah (baca disini).

Karena yang berwarna kuat, dan karena mempunyai kejernihan tinggi sudah pasti lebih sulit dicari dan dan lebih layak dijadikan perhiasan tubuh, makanya lebih dihargai orang diluar negeri.

Diluar negeri apakah juga dijual dengan harga mahal?

Jika indah kenapa tidak…

Contoh seperti gambar dibawah ini dimana Idocrase mencapai harga 2-3 juta :

idocrase yang berkualitas baik
idocrase yang berkualitas baik
idocrase yang berkualitas baik
idocrase yang berkualitas baik
idocrase yang berkualitas baik
idocrase yang berkualitas baik

Jadi idocrase yang berharga mahal, bukan asal ada warna hijau dan buram atau perlu disinar-sinari dari bawah baru terlihat keindahannya.

Contoh-contoh gambar idocrase yang berkualitas baik, dapat juga dilihat disini.

Tujuan penulisan ini hanya berbagi, kami yakin di Indonesia yang tercinta ini, pasti memiliki juga deposit batu mulia yang berkualitas internasional, dan jika kita mengetahui apa itu batu mulia, yang murah, yang mahal bahkan berkualitas heirloom (Pusaka), tentulah akan membuat kita sesama pencinta batu mulia tidak tertipu dalam perdagangan batu secara nasional dan internasional.
Jika ada saran dan pertanyaan mengenai batu, kirimkan pertanyaan anda melalui sms ke 0816-384499 atau whatsapp dengan no +62 816 384499.

Iklan