Kami tidak bilang seperti itu, bahwa Red Borneo Lokal artinya murah.

Kami pernah mendapat komplain melalui sms mengenai Red Borneo dari kalimantan yang kami tulis disini.

red borneo 1 ton
red borneo 1 ton

Mohon maaf, jika terjadi kesalah-pahaman dengan yang ingin kami maksudkan.

Pertama tujuan kami, agar kita orang indonesia mengerti batu yang bagaimana yang bernilai tinggi dan yang bagaimana yang bernilai rendah dengan fakta-fakta Internasional, bukan hanya testimoni dari kita untuk kita sesama orang indonesia yang akhirnya seperti Jeruk makan jeruk.

Bagiamana perasaan kita, jika suatu saat teman, kerabat, keluarga, membeli batu berjuta-juta pada saat tertentu saja, lalu dijual dilain waktu karena butuh uang, mereka ingin menjual batu yang berjuta-juta tersebut, menjadi batu yang berharga puluhan ribu saja, bahkan berat orang lain untuk membelinya.

Kami pernah mendapati Red Borneo BURAM dan CUMA SEKEDAR BERWANA PINK dan ada HITAM nya, dijual oleh penjual cincin seharga 500 ribu paling murah, sedangkan kami sudah senang dan lega jika kualitas yang sama kami jual cukup pada harga Rp30.000 saja, dimana tidak membuat orang awam meraung-raung menangis darah, jika suatu saat ingin menjualnya lagi.

Cerita seperti diatas, sudah sangat sering sekali kami temui, pada batu musiman di indonesia, karena di luar negeri seperti Thailand dan India saja (jangankan negara maju), musim batu itu tidak ada, yang mahal akan tetap mahal begitupun yang murah, karena ada FAKTOR yang sangat sulit untuk dibantah atau untuk dilangkahi.

Kami jelaskan bahwa faktor mutu salah satu yang besar andilnya adalah Warna yang kuat dan kejernihan yang tinggi.
Jika dari mana saja ada red borneo (rhodonite) yang merah dan jernih, praktis menjadi mahal.

Contoh Red Borneo dibawah ini, yang berharga cukup mahal, sekitar hampirt 30an juta rupiah, asal Brazil.

Red Borneo kristal jernih merah mahal
Red Borneo kristal jernih merah mahal
Red Borneo kristal jernih merah mahal
Red Borneo kristal jernih merah mahal

Kami di 3batu.com prihatin dengan yang terjadi disini di indonesia, dimana pada LEVEL MEMILIH batu yang sudah dibuat alam saja, hanya tinggal memilih saja kita tidak bisa memilih mana yang berkualitas tinggi mana yang berkualitas rendah.

Dan mengenai harga 40rb per kilogram kamipun tidak pernah mengeluarkan statement harganya 40rb per kg.

Jika ditawari batu Bacan, Red Borneo, atau batu batu murah lain dalam ukuran ber-ton ton kami pernah ditawari.
Namun kami tidak berani meng-Importnya, takutnya kenapa?

Karena faktor bea cukai disini menetapkan harga batu-batu tersebut sedemikian tinggi, bagaimana mungkin bisa kami masukkan jika 1 kilo gram saja ditetapkan bea cukai, jika bea masuknya 10 juta  saja?
Baca lebih lanjut disini.

Fakta fakta internasional:
Red Borneo yang buram dan berwarna pink ada hitam-hitam sedikit bahkan yang tidak ada hitamnya, diluar negeri praktis menjadi batu yang tidak masuk hitungan lagi, karena satu faktor tidak terpenuhi yaitu BURAM, praktis barangnya berlimpah dan akhirnya menjadi murah.

Jika kita berkeras Red Borneo yang sekedar punya warna, tidak ada kejernihan yang tinggi, itu adalah suatu batu yang mahal, cobalah jual ke luar negeri, mumpung dolar amerika lagi tinggi, sebab menjual batu diluar negeri menjual batu seperti menjual “emas”, mereka tidak memandang siapa yang ingin menjual batu, siapapun menjual batu murah tetaplah murah, siapapun menjual batu mahal tetaplah dihargai mahal.
Bukan seperti disini, kebanyakan pengusaha menjual batu dengan pengusaha, kawan dengan kawan dan kenalan, baru bisa menjadi tinggi, jika tidak kenal maka kemungkinan batu akan menjadi murah.

Kami disini menjual Red Borneo yang berkualiatas rendah (kamipun menyebutkan “kualitas rendah”), dengan harga 30 ribu rupiah, satuan, sudah diasah, dengan berat 2-3 gram per batu, menjualnya dengan harga tersebut dengan keuntungan bukan kerugian, bahkan kami sempat jual sebanyak beberapa ratus pcs (hampir 1 kilogram) , sudah diasah, hanya seharga 6jt rupiah.

Mengenai pewarnaan?

Red Borneo yang kami jual dimana harganya murah, bukan red borneo yang diwarnai (DYED), karena sudah kami test pada oven dengan suhu 100-200 derajat celcius, warna pada red borneo yang kami jual bahkan sedikit meningkat, tapi kekuranganya si red borneo seperti umumnya batu batu lembut, menjadi agak getas, mengering dll, dan pada batu batu yang diwarnai atau DYED, warnanya praktis menghilang atau sangat MEMUDAR, baca lebih jauh mengenai DYED disini.

Video pengetesan, Red Borneo vs Quartz, digores dan dibakar disini.

Tujuan penulisan ini hanya berbagi, kami yakin di Indonesia yang tercinta ini, pasti memiliki juga deposit batu mulia yang berkualitas internasional, dan jika kita mengetahui apa itu batu mulia, yang murah, yang mahal bahkan berkualitas heirloom (Pusaka), tentulah akan membuat kita sesama pencinta batu mulia tidak tertipu dalam perdagangan batu secara nasional dan internasional.
Jika ada saran dan pertanyaan mengenai batu, kirimkan pertanyaan anda melalui sms ke 0816-384499 atau whatsapp dengan no +62 816 384499.

Iklan