Memang bacan itu adalah batu chrysocolla.
Ada chrysocolla plus quartz yaitu bacan yang mengandung Quartz, chrysocolla cuprite (unsur tembaga) dll dll.
Nama umumnya si BACAN adalah Chrysocolla.

Sejak chrysocolla ditemukan di pulau bacan, kita tanpa melihat kanan kiri, kita menamakannya dengan bacan, hehehe…

Padahal  chrysocolla banyak sekali dibelahan dunia, termasuk barang murah juga di amerika (duuuh SBY kasih kenang-kenangan ke Barrack Obama batu bacan), padahal di amerika banyak sekali  chrysocolla quartz yang biru dan cukup jernih dan keras, hehehe…

Sempat ada yang menyindir mengenai tulisan kami berjudul: mengenai BACAN yang murah, atau ZAMRUD KALIMANTAN ALIAS OBSIDIAN (KACA ALAMI ALIAS NATURAL GLASS), dimana mereka mengira kami ingin menjelekkan suatu batu pada suatu daerah.

Jadi point-point mengenai bacu lokal disini yang sering kami tulis bukan soal origin atau daerah asal, karena kami termasuk paling anti membicarakan masalah keindahan batu dikait-kaitkan dengan origin…
Sebab jika batu punya nyawa, mereka tidak mengenal nama Kalimantan, Zambia, Colombia, Africa dll, karena mereka sudah lahir jutaan bahkan milyaran th lalu.
Tetapi masalahnya banyak yang “latah” berkata itu batu zamrud kalimantan, bacan.

Kita sering over estimate…mentang2 hijau lalu disebut zamrud kalimantan, mentang-mentang merah ruby borneo, mentang-mentang tidak pernah ditemui di Indonesia menamai batu sesuai daerahnya yaitu BACAN, Sungai Dare tanpa melihat kanan kiri lagi bahwa nama ilmiah si batu sudah ada, dan malah membuat sesama orang indonesia seperti katak dalam tempurung, tidak tahu nama ilmiahnya lalu terbeli dengan harga selangit, yang penting menyandang nama bacan.
Malah seolah-olah kita bukan orang Indonesia, tapi terlalu membangkakan kesukuan, hehehe…

Kami sebetulnya lebih spesial berjualan Ruby Safir Berlian.
Tetapi kami mulai menjual diluar 3 jenis batu ini, karena kami mempunyai teman, saudara, kenalan, keluarga, dimana kebanyakan mereka membeli tanpa melihat dulu mana yang pantas dihargai mahal (ada sebabnya) dan mana yang murah (juga ada sebabnya), sewaktu mereka ingin menjual kembali batu musiman yang dulu mereka beli tinggi, ternyata tidak musim lagi, batunya jadi super murah.

Batu itu tidak mengenal mati seperti ikan louhan….batu yang mahal, dan batu yang murah tetap pada harganya masing-masing…
Batu yang mati masanya yaitu batu musiman, seperti batu red borneo yang hanya sekedar merah, sekedar pink tapi buram, bacan yang rata-rata hanya translucent, lalu menjadi mahal…ini yang akan mati, mati dari harga mahal, mereka tidak akan mati jika murah…karena depositnya berlimpah, indah yang cukup, maka tentukah akan murah.
Sedangkan jika ada red borneo yang merah dan jernih, atau bacan nanti ditemukan sejernih Ruby Safir Zamrud atau Berlian, tentulah ini akan tetap mahal dan Bacan atau Red Borneo yang LANGKA, inilah GEM.

Tujuan penulisan ini hanya berbagi, kami yakin di Indonesia yang tercinta ini, pasti memiliki juga deposit batu mulia yang berkualitas internasional, dan jika kita mengetahui apa itu batu mulia, yang murah, yang mahal bahkan berkualitas heirloom (Pusaka), tentulah akan membuat kita sesama pencinta batu mulia tidak tertipu dalam perdagangan batu secara nasional dan internasional.
Jika ada saran dan pertanyaan mengenai batu, kirimkan pertanyaan anda melalui sms ke 0816-384499 atau whatsapp dengan no +62 816 384499.

Iklan