Sebelum kita berbicara mengenai treatment GF (glass filled) dengan dibubuhi penambahan GF1 GF2 GF3 dan mungkin seterusnya, maka kami coba jelaskan dahulu, kategori pada penjualan kami.

4 Kategori pada penjualan kami saat ini adalah:

  • Mulia Untreated dan Maximum Heated Only.
    Artinya grup batu Kategori mulia, dan grup batu yang kena treatment maksimum dipanaskan saja, artinya tidak ada komponen tambahan, HANYA DIPANASKAN SAJA.
  • Lalu Mulia Morethan heated.
    Artinya grup batu Kategori mulia, dan grup batu yang kena treatment lebih dari dipanaskan saja, artinya ada komponen tambahan, TIDAK SEKEDAR DIPANASKAN SAJA.
    Contohnya safir ruby yang kena glass filled, beryllium, cobalt dll. Artinya juga sudah ada komponen tambahan pada batu tersebut sebagai bahan untuk memperbaiki kualitas si batu.
  • Lalu Semi Mulia.
  • Lalu Sintetis.

Jadi disini maksudnya kami ingin menjelaskan dahulu, pada kategori mulia lebih dari dipanaskan atau semua batu ruby safir zamrud berlian yang memakai komponen lain atau komponen eksternal kami LETAKKAN PADA KATEGORI yang sama.

Juga di luar negeri lebih dari dipanaskan pada ruby dan safir semuanya sudah dianggap pada level yang sama.

Mengenai GF1 GF 2 dan GF 3,  kamipun pernah mendengar ada memo atau sertifikat yang menjelaskan pada comment treatment-nya untuk ruby dan safir level Glass Filled (GF) dibagi-bagi lagi menjadi GF1 dan seterusnya.

Kami hanya menghimbau, keputusan tetap ditangan anda, apakah kita masih akan meletakkan pada posisi berbeda untuk suatu batu yang sudah sama-sama memakai komponen eksternal?

GF1 artinya glassnya lebih sedikit (minor) dari GF2 lebih banyak lagi dan seterusnya dan seterusnya….

Faktanya batu yang mendapat predikat GF atau beryllium atau cobalt sudah ditreatment dengan mengisikan komponen lain dari luar, hehehe…

Dan rasa-rasanya sepengetahuan kami, di luar negeri ini tidak perlu dipilah-pilah lagi menjadi GF1 dst.

Sebab hanya akan membingungkan masyarakat terlebih yang awam dengan batu, dan cenderung menjadi akal-akalan penjual batu nantinya.

Iklan