Pertama memo atau report kebanyakan kita menyebutnya “sertifikat”.

Sebetulnya itu memo atau report hasil pengukuran umum saja, dan bukanlah sertifikat.

Bahkan pada kasus kasus tertentu memo yang sudah lama perlu dipastikan lagi, bahwa batunya tidak berubah, misalnya retak, bergores, di treatment, atau hal hal lain yang membuat batu itu “tidak sama lagi”.
Contoh batu yang terjatuh, bisa saja dia tergores, patah atau sompel bagian pinggang (girdle) dll.
Artinya ada berat dan bentuk yang berubah.

Kesalahan paling banyak terjadi adalah, banyak yang memandang suatu memo, penerbit memo, itu suatu hal yang eksklusif, mahal dll, layaknya dokter spesialis bedah otak dll…
Padahal banyak kursus-kursus gemologis di luar negeri dimana hanya memakan waktu dalam kurun bulan bukan tahun…
Artinya sangat jauh jika kita bandingkan “waktunya” dalam mencari ilmu dibandingkan dengan dokter, engineer dll.

Sebetetulnya pembuatan memo hanyalah layanan pengukuran batu, pemastian apakah batu itu sintetis, alami, apakah ada treatment dll.

Bahkan jika kita bisa mengetahui nama batunya dan ditambahkan saja ukuran fisik si batu hanya dengan modal penggaris, atau micrometer yang murah, dan hanya ukuran fisik saja yang kita tampilkan, dan kita terbitkan memo,  tidak ada salahnya…

Artinya memo tersebut hanya menyertakan ukuran fisik nya.

Layaknya tukang service, ada yang tamatan SD karena otodidak dia bisa memperbaiki peralatan elektronik, ada dari sekolah teknik, ada insinyur elektro dll, walaupun tamatan SD faktanya dia bisa membetulkan tv, radio, dan hasil perbaikannya dapat bertahan lama…maka terkenallah si tukang service…

Jadi pembuatan memo atau report hanyalah suatu “layanan” atau “service”, ada layanannya baik, ada yang buruk, ada penilaiannya yang salah, ada yang benar, ada yang tidak jujur dalam menjelaskan suatu treatment dll dll.

Jadi jika kita secara pribadi ingin menerbitkan memo atau report tanpa badah hukum menurut kami sangat bisa, kenapa tidak.

Iklan