Kami sudah sering sekali mendapat pertanyaan ini dan sering memang ada keluhan, perseteruan mengenai hasil memo dll.

Jawabannya singkatnya absolutely tidak bisa 100 persen di percaya dan permasalahan kesalahan ini, bukanlah tanggung jawab dari pemeriksa…tertulis di memo tersebut…

Sebetulnya kami sudah banyak mempunyai fakta-fakta pentng mengenai kesalahan penilaian hasil memo dari lab-lab batu perhiasan di indonesia.

Tetapi kita akan luruskan dulu permasalahannya yang sudah sedemikian pelik ini, hehehe…

Ok, sekarang jawaban detilnya,…

Di era millenium ini…kita yang menyukai batu, atau pedagang batu perhiasan dll, jauh dan jauh lebih mudah dan cepat menguasai ilmu batuan perhiasan atau sering orang sebut gemolog, karena keilmuannya batu perhiasan alatnya semakin murah, dan informasi teknis mengenai batu yang di treatment sangat mudah di dapatkan.

Perlu diketahui, Gemolog bukan geolog…
Gemolog umunya hanya kursus, siapa saja bisa langsung kursus, sedangkan geology itu engineer atau insinyur yang bidangnya jauh lebih kompleks…

Kenapa menjadi gemolog lebih mudah?
Pertama, tinggal kursus…bisa secara online dengan biaya yang cukup murah, bahkan bisa belajar gratis di forum-forum gemolog internasional…
Tinggal dapet sample foto/video hasil riset mereka.
Hanya dalam beberapa minggu atau bulan sudah selesai kursusnya.
Tinggal beli perangkat utama seperti mikroskope, terlebih bukan seperti di zaman dahulu dimana harga mikroskop sangat mahal, sekarang ini microscope sudah jauh lebih terjangkau…bahkan microscope buatan cina yang sudah cukup mumpuni juga sudah banyak…
Lalu tinggal beli perangkat pendukung lain, seperti refraksi meter dll…apalagi refraksi meter digital, yang tinggal letakkan batu diatasnya, dalam tempo detik hasil sudah keluar, dan harganya juga TIDAK MAHAL!

Bahkan diamond jubilee hongkong saat ini, mengeluarkan alat pemisah berlian sintetis dan alami dengan harga yang murah, dimana dulu harus ditebus dengan jam terbang dan riset yang panjang baru bisa mengetahui berlian sintetis atau alami, sekarang dalam tempo detik hasil berlian sintetis atau alami sudah langsung bisa didapatkan.

Semua bisa dilampaui dengan waktu relatif singkat dengan membeli peralatan yang sudah relatif murah, dan informasi yang bertebaran di internet, klop…

Terlebih jika kita tertarik pada sedikit jenis batu saja, misalnya Ruby dan Safir saja…tentunya akan semakin murah…

Contoh dibawah ini, salah satu tipe kursus dari AIGS yang berlangsung cepat (2 hari) juga murah (350usd).

kursus gemologi batu AIGS
kursus gemologi batu AIGS

Banyak dari kita yang awam, menjadi gemolog itu suatu hal yang rumit, berkaitan dengan peralatan super canggih…dan semua yang serba wah…dan super pakar…hehehe…

Kita bisa berpikir seperti itu, karena banyak hal-hal umum di dunia gemolog itu sengaja di tutupi oleh yang tahu dengan cara tidak memberitahukan keadaan yang sebenarnya atau lebih cenderung “mengAminkan” saja yang sudah jelas-jelas dia tahu salah, atau lambatnya aliran informasi di era internet sekarang ini mengenai batu…padahal jauh lebih mudah daripada yang dibayangkan, terlebih pengalaman kita secara history mengenai hasil batu batu di indonesia masih sangat sedikit..maka semakin kaburlah ilmu ilmu perbatuan perhiasan bahkan pada level yang paling mendasar atau fundamental…

Contoh tidak mau memberitahukan yang cenderung salah, kira-kira beberapa bulan lalu…dimana orang berlomba-lomba membeli dimana chalcedony sampai puluhan juta, efek positifnya bagi gemolog…banyak yang berlomba-lomba ingin membuat memo batu chalcedony dan ingin tahu sampai level treatment nya…padahal chalcedony batu buram, yang lembut, yang tidak tahan panas tinggi, berpori besar, berharga murah dimana treatmentnya rata-rata pewarnaan kimia (dyed) yaitu tipe treatment paling kuno yang sudah dikenal ribuan tahun lalu, dimana untuk memastikannya dengan hanya peralatan umum gemolog sangat sulit, seperti mikroskop sebagai modal utama gemolog…yaa super sulit…
Banyak juga yang ingin memeriksakan level treatment ini kepada kami, tapi kami beritahukan secara jelas kepada mereka kami tidak mampu, harus diperiksa paling tidak ke sucofindo dimana mereka lab besar, yang bukan lagi sekedar lab batu perhiasan, yang mampu memeriksakan kandungan si batu apakah ada kandungan kimia pewarna dan tentunya juga biayanya tidak murah.
Apakah ada cara lain yang mudah untuk memastikan chalcedony itu diwarnai atau tidak?
Ada, karena dia di treatment dengan kimia biasa, yaitu diperiksa dengan sedikit merusaknya yaa tentu saja bisa misalnya memanaskannya…
Namun karena membeli chalcedony sudah pada harga berjuta-juta, yaa jelas tidak mau diperiksa dengan merusak si batu…

Jadi Gemolog ini “hasil kursus” dari tempat besar yang mempunyai pengalaman (ingat pengalaman guru yang paling baik) dan jangan lupa mereka badang badan besar seperti GIA, AIGS ini selain dari pengalaman juga ditunjang oleh peralatan yang sophiscated…dan juga engineer geology sekaligus gemolog…

Jadi dengan kata lain atau istilahnya kata orang sini saat kita belajar batu atau gemolog hasil kursus sekalipun adalah hasil “Nembak pucuk kudo” (menembak dari atas kuda) atau artinya kurang lebih tinggal ambil yang enak nya saja…

Sangat memungkinkan kita yang baru tahu batu 1 bulan 2 bulan, lalu jika kita berani membeli perangkat seperti mikroskop dll , dalam waktu bulanan kita bisa dengan mudah melampaui keahlian misalnya pedagang konvensional yang sudah berjualan puluhan tahun…hanya dengan kemampuan membeli perangkat 25 juta s/d 100 juta, kita sudah mendapat batu loncatan yang jauh lebih tinggi…mendapatkan kemampuan umum gemolog, karena umumnya pedagang konvensional ketinggalan di bidang ini…

Juga sangat memungkinkan juga semakin sering memeriksa batu kita mempunyai kemampuan yang sama dengan gemolog hasil kursus seperti dari GIA AIGS HRD.

Jadi modal utama gemolog itu dan harus ada yaitu Mikroskop.

Kenapa mikroskop menjadi alat utama?

Karena pekerjaannya gemolog umumnya hanya tinggal membandingkan.

Dunia perbatuan kita disini sudah terlalu carut marut…
Mulai dari ketidakmampuan mengenali batu yang berkualitas, mana yang pantas dihargai mahal, murah, mana yang indah, mana hasil bumi yang terbaik, mana hasil bumi yang ada di seantero dunia, persaingan batu dari gemolog gemolog hasil
kursus bersaing mendapat rezeki, alat semakin murah, semakin cepat pemeriksaan, semakin murah pemeriksaan, ditunjuang pemilik batu bahkan sering bertanya “batu nya harus ditinggal yaah…”
Batu buram bahkan tidak tembus cahaya bahkan serba mau di memokan…semua batunya ingin di report atau di memo kan, atau di sertifikasi…hehehe…
Padahal yaa itu tadi, gemolog umum itu peralatan utamanya mikroskop, lah kalo batunya tidak tembus cahaya maka memeriksanya juga semakin super sulit, tapi berbanding dengan harga batu yang murah, lengkaap lengkaap sudah penderitaan, hehehe…

Misalnya chalcedony seperti serat kura, biru langit dan lain-lain, umumnya di dunia luar sana adalah jenis batu-batu sayur…diwarnai dengan pewarna dan tidak diwarnai juga harganya malah cenderung lebih mahal yang diwarnai dengan kimia…
Trus batu batu buram ini mau kita diperiksakan ke lab gemolog biasa?
Semakin buram batu itu, seperti keburaman kelas chalcedony…maka semakin murah harganya…lalu semakin buram batu itu harusnya semakin canggih alat yang harus digunakan…tidak akan cukup sekedar mikroskop biasa…terlalu tinggi tingkat kesalahannya untuk menentukan batu yang buram…

Contoh alat canggih yang dimiliki laboratium umum di indonesia misalnya sucofindo, tapi tujuannya lain…bukan untuk batu perhiasan…
Tapi untuk apa diperiksakan kandungannya, apakah ada zat pewarna atau tidak, toh sudah buram sudah pasti berharga murah…
Maka semakin lengkaplah carut marut dunia batu disini.

Jika tidak percaya, cari sembarang batu yang buram atau bahkan opaque, cari sekitar 10 biji di depot pasir yang agak waras sedikit untuk perhiasan, 5 biji kita treatment dengan metode panas temperature bebas, intinya sampai ada perubahan warna sedikiiiit saja…lalu sisanya biarkan, lalu semuanya diasah…lalu masukkkan ke lab gemolog umum…
Kita pasti terkejut dengan hasilnya yang sangat beragam kesalahan….

Jadi apa bedanya hasil lab di indonesia dibanding hasil lab seperti GIA atau di tempat terkenal lain.

GIA membuat report batu itu umumnya 1 bulan, bisa dipercepat 2 minggu tapi dengan biaya tambahan.
GIA umumnya menghitung biaya per carat.
Disini periksa batu hitungan menit, jam, selesai dan biayanya per biji, nyaman karena murah bukaan….hehehe…

Jangan lupa sifat pekerjaan Gemolog umum itu hanya meronda atau membandingkan!

Jika kita kursus elektronik (tidak usah kuliah), lalu kita langsung terjun ke jalan untuk memperbaiki televisi, radio, perangkat audio dll, apa yang akan terjadi?
Maka kita akan menghadapi beribu macam “kombinasi problema” elektronika…kursus sungguh tidak cukup, perlu pengalaman yang panjang agar bisa handal dalam memperbaiki peralatan elektronik…karena jauh lebih pesat perkembangan elektronika dan segala macam kasus permasalahan…

Nah berbeda dengan gemolog umum, yang akan di ronda, ya itu itu saja..semuanya sama persis dengan yang di dapat dari tempat kursus tadi.
Nanti ada metode baru treatment, badan badan besar seperti GIA AIGS inilah yang memberikan solusi penyelesaian dengan menyebarkan informasi seperti gambar dan video, yang kursus telah mendapatkan informasi berharga dimana GIA dll telah mendokumentasikannya dengan peralatan yang jauh lebih canggih dan juga waktu serta keilmuan yang lebih tinggi…

Ingat peribahasa daerah sini “Nembak pucuk kudo”, kita yang belajar batu ini…mendapat sample…seperti Ini batu safir yang dibakar, ini batu safir yang masih murni atau untreated atau tidak diapa-apakan, ini batu ruby yang sudah di treatment lebih dari dipanaskan, penampakannya seperti ini dan itu di mikroskop.

GIA AIGS dan tempat besar itulah yang mempunyai Source (sumber) sebenarnya dari hasil riset mereka…

Jadi kita yang kursus “mendapat sample gambar atau video”, bukan membuat sample!

Jika harus dari awal, artinya membuat sample, maka gemolog itu harus melakukan riset yang panjang dan biaya yang sangat tinggi.

Misalnya kita mau belajar tentang safir berwarna kuning saja…kita harus mencari batu safir dan mendapatkan safir dari tempat yang harus bisa dipercaya, belum diasah, berwarna kuning, lalu kita treatment dengan tungku pemanas (umumnya tungku peleburan lab) yang bisa di program bukan sekedar tungku digital untuk penyetelan puncak terpanas saja, dan tungkunya harus bisa vacuum dan tungku yang tidak vacuum karena ada perbedaan treatment panas pada safir dengan methode vacuum dan non vacuum (oksidasi) akan berefek pada perbedaan perubahan warna, dan bermacam-macam persiapan peralatan lain, yang intinya untuk mengantisipasi para pengepul batu yang mentreatment batunya, baik dari pengepul tradisonal atau pengepul modern yang mempunyai peralatan canggih untuk men-treatment si batu…

Belum lagi treatment safir, ruby yang menggunakan temperature rendah, jangka waktu treatment yang lama, tidak akan bisa dibedakan dengan mikroskop walaupun batunya jernih (batu yang jernih bisa dengan mudah diterawang oleh mikroskop), dimana hanya bisa dilakukan oleh gemolog yang sangat berpengalaman, dan pengalaman saja tidak cukup…karena harus ada alat yang sangat canggih misalnya FTIR Spectroscopy dimana umumnya di amerika “BEKAS” nya saja di angka puluhan ke ratusan juta…
http://www.gia.edu/gia-news-research-low-temperature-heat-treatment-mozambique-ruby

Belum lagi treatment-treatment batu safir warna lain, atau batu lain, bahkan berlian dimana umumnya di treatment dengan peralatan super modern seperti radioactive, laser dll…

Sudah cukup jelas bukan bedanya report dari GIA atau badan lain yang sudah sangat terkenal secara internasional, kenapa terlalu sering terjadi kesalahan dari laboratorium batu perhiasan disini, bahkan kesalahan fatal, nanti akan kami ceritakan lebih lanjut…

Gemolog itu tidak lebih dari tukang tampal ban (bahkan).

Mohon maaf, bukan ada maksud menghina tukang tampal ban atau sebaliknya, tapi maksudnya adalah jaminan hasil kerjanya lebih pasti dengan tukang tampal ban!

Pernahkah kita mendapat jaminan berkali lipat dari nilai barang atau pekerjaan tersebut?
Jika pernah, artinya si penjamin sangat merasa fasih dengan perhitungannya, betul bukan?
Atau setidaknya, setiap dari kita yang merasa mampu melakukan suatu pekerjaan, sangat ahli dengan satu pekerjaan, mampu dilakukan dengan fasih, dengan tingkat ke presisian yang sangat tinggi, jika suatu saat kita ditanya oleh pemberi pekerjaan tersebut, LOGIC atau Logika kita akan segera jalan, waras, memberikan jaminan bahkan berkali lipat memastikan suatu pekekerjaan tersebut sampai sukses…benar?

Misalnya akan keluar statement dari kita, pak jika tidak berhasil, saya ganti sekian ratus persen, dll.

Jika kita sedang menampal ban, dan tanya berapa biayanya, jangan di tawar lagi, bila perlu lebihkan sedikit, misalnya dari 50 ribu, katakan saya akan bayar 60 ribu.
Lalu tanyakan berapa lama pak ban ini bapak jamin bisa bekerja….
Tukang tampal ban itu umumnya akan berkata, 1 atau sekian bulan masih tahan pak….saya jamin, kalo tetap rusak dalam sekiaan saat dibagian ini lagi saya jamin perbaiki ulang dengan gratis.

Atau misalnya dengan telkom, kita sewa bandwidh internet, lalu telkom biasanya menjamin, jika putus sampai sekian lama, maka telkom berani memotong biaya bulanan…
Dan pernah terbukti, internet kami putus beberapa hari kami dapat kompensasi…

Nah hasil lab, umumnya tidak bertanggung jawab dengan kesalahan pemeriksaan, dari segala kerugian yang akan terjadi pada memo tersebut. Hal maksimal yang bisa mereka lakukan adalah mengganti biaya pemeriksaan saja…
Tentulah hitungan seperti ini adalah hal yang paling nyaman posisinya adalah gemolog atau lab tersebut.

perjanjian acc gem lab jakarta
perjanjian acc gem lab jakarta
perjanjian AGL IGP jakarta
perjanjian AGL IGP jakarta
DGL perjanjian Dufau jakarta
DGL perjanjian Dufau jakarta

Silahkan kita berpikir kembali…betapa lemah atau seberapa detilnya hasil pemeriksaan batu di Indonesia ini.

Jadi jika kita berpikir ulang, kira-kira jauh lebih yakin, lebih tepat perhitungan dari bapak tampal ban tadi atau hasil lab batu perhiasan?

Kenapa bapak tampal ban atau misalnya telkom tadi berani?
Simple karena mereka yakin dengan perhitungan ketepatan pekerjaan mereka!

Lalu kenapa mereka laboratorium gemolog umum tidak berani memberikan jaminan kerja seperti itu?
YA itu tadi, mereka hanya meronda, membandingkan sample, umunnya tidak pernah memulai dari awal, dan memang begitu adanya…
Jika mau dimulai belajar praktek dari awal seperti GIA AIGS dll lakukan, sampai tak ber-ending, maka butuh waktu, ilmu yang jauh lebih kompleks, dan juga pastinya biaya yang super besar…

Beberapa Contoh kesalahan yang pernah terjadi dan bahkan bersifat fatal.

DGE (Dufau Gemological Laboratories).
Kami pernah mempunyai Ruby yang cukup baik kualitasnya, lebih dari cukup jernihnya, artinya sangat mudah jangankan microscope, kaca pembesar batu umum saja cukup mudah melihat jejak treatment dipanaskan…

Yaitu Ruby dengan SN 25315 yang kami jual di tokopedia atau bukalapak.
Ruby tersebut kami dapat dari pengepul yang bisa dipercaya, dan testimoni pengepul tersebut Ruby itu Heated (dipanaskan saja) tanpa GF, Beryllium, Difussion dan tambahan lainnya.
Setelah sampai kami pastikan melalui peralatan kami, dan memang hasilnya Heated Only.
Karena kebanyakan kita lebih menyukai “MEMO” daripada “JAMINAN 47 HARI KAMI” lalu kami periksakan ke DGE,
Hasilnya sangat mengejutkan, Ruby tersebut mendapat status UNTREATED, jauh lebih baik dari Heated only pada pemeriksaan kami.
Untreated artinya batu tersebut sejak ditemukan, lalu diasah, jadi 100 persen alami.
Tetapi permasalahannya batu itu dibawah microscpe jelas dan tegas ada bekas kena heated, hehehe…

Contoh inklusi batu ruby tersebut seperti gambar dibawah ini:
Gambar dari posisi yang sama, namun hanya pencahayaan yang berbeda-beda.

25315 Ruby heated inclusions
25315 Ruby heated inclusions
25315 Ruby heated inclusions
25315 Ruby heated inclusions
25315 Ruby heated inclusions
25315 Ruby heated inclusions

Bawalah foto ini kemana-mana, tanyakan kepada ahli batu, mereka pasti menjawab jika heated setidaknya sudah terjadi pada batu ini.
Tapi di DGE, batu ini mendapat predikat Untreated, hehehe….

Dibawah ini, Ruby 25315, Ruby Heated Only dikatan No Heat oleh DGE🙂

Ruby Heated Only dikatan No Heat oleh DGE
Ruby Heated Only dikatan No Heat oleh DGE
Ruby Heated Only dikatan No Heat oleh DGE
Ruby Heated Only dikatan No Heat oleh DGE
Ruby Heated Only dikatan No Heat oleh DGE
Ruby Heated Only dikatan No Heat oleh DGE

AGL IGP (Institute Gemology Paramita) Jakarta.
AGL ini bahkan tempat orang kursus menjadi gemolog…hehehe…
Kami pernah memeriksakan batu Serendibite…hasilnya bahkan lebih fatal.
Fatalnya menyatakan batu yang kami periksakan itu BUKAN serendibite, tapi Spinel.
Jadi jangankan memastikan level treatment pada batu, memilah-milah batu atau menentukan nama batu saja lagi salah…
Sangat mudah menyangkal spinel…karena property nya sangat berbeda dari Serendibite…
Kami mempunyai program (berbayar) yang dibuat oleh sekumpulan gemolog.
Pada program itu terdapat ratusan jenis batu, sehingga kita mudah memilah-milah atau memisahkan jenis batu berdasarkan properti batu masing-masing…
Nah Serendibite memiliki khas, yaitu pleochroism sedangkan spinel tidak ada.

AGL IGP jakarta Serendibite dinyatakan Spinel
AGL IGP jakarta Serendibite dinyatakan Spinel

ACC Gem lab (jakarta)

Di ACC gem lab, serendibite tersebut terindentifikasi sebagai Diopside…hehehe

ACC Gem Lab - Serendibite dikatakan Diopside
ACC Gem Lab – Serendibite dikatakan Diopside

Contoh gambar dibawah ini perbandingan Diopside dengan Serendibite,

diopside serendibite komparasi ACC gem lab
diopside serendibite komparasi ACC gem lab

Jelas pada gambar diatas, terlalu banyak perbedaan antara Diopside vs Serendibite…
Kita akan balik bertanya, seberapa sungguh-sungguh mereka memeriksa batu kita? Peralatan apa yang mereka pakai? dll…

Pleochroism adalah:
Fenomena secara optikal, dimana batu itu akan terjadi perubahan warna jika dilihat pada sudut berbeda.

Serendibite Pleochroism
Serendibite Pleochroism
Spinel pleochroism
Spinel pleochroism

Juga pada program database batu yang kami gunakan, apakah ada pada spinel efek pleo?

gemology tools spinel
gemology tools spinel

Jadi sudah pasti mudah menyangkal bahwa batu itu bukan spinel, karena pada spinel efek tersebut sudah pasti tidak ada.
Lalu apakah 3 lab yang menyatakan serendibite itu akan 100 persen benar pada batu lain?
Ya tetap saja tidak bisa dipegang, jika tidak percaya coba saja kita test dengan metode batu dari depot pasir seperti yang kami ceritakan diatas, 3 lab itupun akan berbeda-beda hasil memonya…ada yang benar, ada yang salah dll.

Video batu Serendibite, SN 18815 (already sold), yang dikatakan Spinel oleh AGL IGP dan dikatakan Diopside oleh ACC Lab, hehehe…

Itu sebabnya kami memberikan “Jaminan 47 hari” pada batu yang kami jual..
Kami tidak mau tahu batu kami sudah dilengkapi GIA AIGS dll, apalagi sekedar memo umum dari indonesia, tetap saja kami memberikan jaminan 47 hari, karena inilah bagian terpenting daripada memo…
Sebetulnya kami mempunyai peralatan lab yang jauh lebih kompleks dari sekedar lab batu umum di indonesia bahkan kami miliki jauh tahunan silam sebelum musim batu…tapi kami tidak menerbitkan memo.
Kami menggunakan peralatan untuk memeriksa batu batu kami yang kami jual, keperluan penentuan jaminan 47 hari dari kami dan terlebih untuk keperluan keperluan projek kami yang lain…

Kenapa kami tidak berbisnis menerbitkan memo jika alat kami jauh lebih lengkap dari sekedar peralatan lab gemolog umum?

Jika kita cukup mengerti dalam hal teknis, seluk beluk bagaimana batu-batu itu diperlakukan di luar negeri, ibaratnya polisi dan bandit.
Jika GIA/AIGS/Jubilee Diamond dll adalah polisinya, sedangkan para pengepul yang melakukan treatment dengan berbagai metode semakin lihai inilah banditnya..semakin banyak hal atau cara baru dalam mentreatment.
Tentunya polisi tidak boleh ketinggalan, dengan cara melengkapi alat-alat yang harusnya semakin canggih juga tidak lupa riset..
Jika polisi telat dalam keilmuan gemologi maka kemungkinan terjadi kesalahan dalam pembuatan memo akan semakin memungkinkan…

Jadi bayangkan sendiri dengan Lab-lab batu umum yang ada di Indonesia…hehehe…
Nah terus terang kami ngeri karena kami mengerti teknisnya dengan selak beluk perbatuan ini…dimana sebetulnya jika memang punya rasa tanggung jawab yang besar jangan pernah kita ketinggalan dengan cara terkini dalam hal methode treatment batu, tentunya dengan tuntutan seperti ini jelas sangat berat…bahkan super berat untuk dilakukan perorangan, badan badan level kecil.

Mau seperti GIA atau AIGS dll?

Jelas memerlukan ahli-ahli dalam berbagai disiplin ilmu, riset dan mempunyai sampling terus menerus berbagai batu yang ada di dunia bahkan langsung terkoneksi di tambang-tambang terkenal di dunia…juga peralatan yang bisa dikatakan memakan biaya milyaran…barulah bisa seperti mereka…

Jadi sementara ini, bagaimana cara yang paling afdol..agar kita betul-betul yakin batu yang kita beli itu sesuai dengan harapan kita?

Jika sudah mahal, yaa kami kira kenapa kita berat memeriksakannya ke banyak lab, dan ambil hasil rata-ratanya, berita bagusnya di indonesia pembuat memo batu lagi bersaing ketak, memanjakan konsument dengan memberikan harga yang murah🙂

Seperti serendibite diatas, pada akhirnya kami buatkan 5 memo dari 5 lab berbeda di indonesia, 3 menyatakan Serendibite, 1 menyatakan spinel dan 1 lagi menyatakan Diopside.

Demikianlah, tulisan ini bukan bermaksud apa-apa, namun yang kami bicarakan saat ini, beginilah memang fakta yang harus kita telan…

Mudah-mudahan, di tahun tahun yang akan datang akan hadir lab lab batu di Indonesia yang sekelas GIA dll.

Website-website:

Sucofindo.

GIA.

AIGS.

GRS Swiss.

HRD Diamond Belgia.