Tulisan ini hanya bersifat untuk saling menasehati, karena kita dianjurkan untuk saling menasehati.

terjemahan al-asr - walasri
terjemahan al-asr – walasri

TERJEMAHAN AL-QURAN SURAT AL-‘ASR AYAT 1-3
1. Demi masa
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang yang beriman dan orang-orang yang yang mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya menetapi kesabaran.

Catatan : surat ini menerangkan bahwa manusia yang tidak dapat menggunakan masanya dengan sebaik-baiknya termasuk golongan yang merugi.

Sering saya mendengar dari masjid melalui speaker masjid sewaktu saya dirumah.
Setelah solat mereka mengumumkan akan membacakan semacam doa, permintaan doa ini titipan dari keluarga si anu untuk si anu yang sudah meninggal…
Semakin lama semakin membuat saya heran karena hal ini terjadi setiap hari, artinya sudah lumrah pada daerah tersebut budaya mendoakan orang mati, dimana doanya dari orang lain bahkan tidak kenal sama sekali agar yang mati masuk surga…

Jika orang lain bisa mendoakan orang lain untuk masuk surga, jelas dan valid allah tidak adil.

Lah artinya orang miskin lebih kecil kemungkinan akan masuk surga, apalagi orang miskin yang banyak sekali dosanya, sedangkan orang kaya, tinggal ajak orang beramai-ramai, bahkan satu kelurahan atau satu desa, suruh datang karena akan ada kiyai paling terkenal sedunia yang akan ceramah sekaligus mendoakan keluarganya yang telah meninggal beramai-ramai….tuiing…masuk surga…

Hal ini terdengar sepele, seperti ada orang yang pernah berdebat mengatakan bahwa setidaknya mereka beramal melakukan suatu pengajian…
Tapi yang saya maksudkan disini efeknya…karena efeknya akan menyebabkan kesalahan kesalahan lanjutan yang bisa saja menjadi lebih fatal…
Contohnya, banyak orang yang tidak mampu dimana pada waktu ada yang meninggal dari salah satu keluarganya, lalu mereka bela-belain berhutang agar acara tersebut terselenggara, hehehe…mantapkan efeknya….

Contoh lagi hal super aneh, ada satu daerah di sumatera selatan, dimana di daerah tersebut terkenal dengan perampoknya yang banyak beroperasi di luar negeri…
Sebelum ke luar negeri, mereka melakukan dulu semacam sedekahan, memanggil kiyai, yaa apalagi agar tujuannya agar perampokan, pencurian, kejahatan yang mereka lakukan berhasil…
Aneh bukan? kitapun sepakan jelas ini sangat salah, kecuali bagi mereka yang melakukannya….hehehe

Saya yakin hal-hal aneh tingkat tinggi seperti ini asal muasalnya pasti dari yang kecil…

Doa dari orang lain mendoakan seseorang yang sudah meninggal, jelas tujuannya agar yang meninggal masuk surga.

Lalu saya mencobakan kepada anak saya yang paling kecil yang masih berumur 10 tahun (William), dimana dia kadang-kadang pergi dengan teman-teman seumurannya, jika sehabis sholat di masjid lalu beramai-ramai kerumah orang meninggal untuk tahlilan.
Saya sengaja belum mmemberitahukannya adab atau cara yang benar ketempat orang yang meninggal, karena nanti agak dewasa baru saya ceritakan.

Namun akhirnya saya memanggilnya untuk menanyakan sesuatu juga saya ingin melihat bagaimana pertimbangannya sebagai anak yang masih kecil. Dan memang sebelum bertanya, saya mengatakan bahwa pertanyaan yang akan saya lontarkan ini untuk menguji logika kamu.

Pertama tentu saya tanyakan gerombolan perampok yang bersedekah dahulu sebelum merampok, dia jawab dengan sangat yakin bahwa itu sangat salah.

Pertanyaan kedua, apabila si perampok mati di tembak polisi, lalu anaknya yang sudah banyak uang bekal dari hasil rampokan terdahulu dari ayahnya, memanggil kiyai dan penduduk setempat membuat sedekahan, membacakan ayat-ayat al-quran agar ayahnya masuk surga, apakah itu masuk akal?
Diapun menjawab tidak masuk akal, uangnya uang haram…
Bagoss…

Pertanyaan ketiga, bagaimana jika ini cerita orang baik-baik, ada salah satu ayah yang meninggal, lalu anaknya mengundang tukang becak seperti mang fany, mang ujang dll juga teman-temannya, kiyai dan orang-orang lain disekitarnya untuk menghadiri acara sedekahan, membaca alquran beramai-ramai yang ditujukan untuk ayahnya agar masuk surga, apakah ini masuk akal?
Alhamdulillah anak saya berkata tidak masuk akal…

Saya tanya lagi, lalu kenapa kamu sering ramai-ramai ke acara semacam itu dengan teman-teman jika pulang dari masjid?
Dia menjawab hanya ikut-ikutan saja beramai-ramai…
Lalu saya jelaskan, bahwa sebetulnya tujuannya orang-orang lain membaca al-quran pada waktu ada kematian seharusnya bertujuan menghibur keluarga yang di tinggalkan dan jika kamu ada uang atau apa saja yang dapat membatu keluarga yang ditinggalkan, agar mereka tidak repot-repot lagi pada waktu kejadian tersebut karena banyaknya tamu yang datang, maka dibantulah mereka dengan membawakan makanan, minuman untuk para tamu-tamu yang datang, terlebih jika kematian tersebut sedang menimpa orang yang tidak mampu…bukan malah kita para tamu menggerogoti yang tertimpa bencana…

Karena dulu saya kecil, sering saya dengar bisik-bisik orang yang sudah dewasa, bahwa disana
sedang ada kematian maka sebentar lagi ada acara makan-makan besar….aneh bin ajaib…dan ini fakta…

Nabi Muhammad shallallahu ‘alihi wasallam bersabda (kata nabi bukan kata saya):
“Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal:
1. Shadaqah jariyah.
2. Ilmu yang bermanfaat.
3. Anak shalih yang mendoakannya.
(HR. Muslim)

1, 2, 3 menurut saya sangat masuk akal.

Dan salah satu doa untuk mendoakan kedua orang tua kita adalah:
Alloohummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.
Artinya :
“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku
diwaktu kecil”.

Doa untuk kedua orang tua
Doa untuk kedua orang tua

Demikianlah hal ini seperti yang saya tulis diatas hanya untuk saling menasehati dan ini yang menurut saya yang benar, jika ada yang berpendapat lain tentunya silahkan saja, karena ini hanya menyampaikan saja, bukan memaksakan.

Mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang tersinggung karena tulisan ini kurang berkenan.

Wassallaam