Erdogan hope allah to keep him save...
Erdogan hope allah to keep him save…

Jika ada pemimpin yang berperilaku seperti erdogan artinya bukanlah pemimpin
tersebut meniru erdogan, atau erdogan meniru sultan bolkiah, atau erdogan meniru zakir naik
dsb…
Erdogan itu pemimpin turki yang mencoba menegakkan ajaran islam…
Artinya erdogan itu lebih menegakkan tiang agama dibanding umumnya dengan
pemimpin-pemimpin islam sekarang ini.

Pemimpin yang smart itu misalnya, memerintahkan anak buahnya bahkan orang islam
itu sendiri, menjaga ketertiban di sekitar gereja agar acara tetap aman dan lancar
misalnya…bukan berkata selamat natal…

Didekat Rumah saya ada 2 gereja, 1 persis di depan rumah (gereja plus sekolah plus
asrama siswa), satunya lagi sekitar 100 meter dari rumah saya.
Dan bahkan tetangga saya (persis samping rumah) orang kristen…belum lagi teman
teman saya yang beragama kristen, rekan bisnis yang beragama kristen dll…

Saya beragama islam, dan jika ada acara-acara ke-agamaan di gereja atau di rumah
tetangga yaa saya tidak pernah ke gereja…, jika ada acara ramai-ramai walaupun
kadang tengah malam karena disana juga ada semacam asrama anak sekolah
sepertinya, yaa kadang ada rasa sedikit terganggu…tapi yaa tidak masalah,
satukalipun tidak pernah saya meng-complain nya…itu artinya toleransi.
Silahkan lakukan peribadatan sesuai agama masing-masing…

Justru agama lain, menjadi agama paling aman di dunia ini jika mereka hidup di
negara islam, sebab ajaran islam mengajarkan mentoleransi terhadap ajaran agama
lain…
Jika tidak ada toleransi dari orang islam terhadap agama lain, jelas mereka bahkan
tidak pernah membaca ayat yang paling umum yang sering dibaca orang di al-quran…

Apa artinya jika ada acara natal saya berkunjung ke gereja, secara rumah saya
didepan gereja lho….?
Artinya saya minta alem, enyek-enyek kata orang sini…wong saya bukan orang
kristen, wong dia orang kristen dan saya islam…
Kayak ga ada kerjaan lain saja…

Jadi salah besar menurut saya, jika ada ucapan dari seseorang “saya tidak mau
meniru atau seperti erdogan, seperti zakir naik dll yang diucapkan oleh orang islam,
bahkan sekelas pemimpin….

Apa basis utama dari pemimpin tersebut? Uang? Kekuasaan semu (bahkan nanti
cuma mimpin beberapa tahun hehehe)?

Pemimpin itu jelas ada di baris terdepan, penyemangat…
Jika ada negara yang mayoritas penduduknya islam, tapi justru penduduknya
melempem dengan ajaran islam, yaa karena pemimpinnya tadi…tidak ada keberanian
untuk menegakkan ajaran islam, mungkin takut jatuh pamor dlll …karena pada
dasarnya tuhannya adalah Pemimpin Lain yang lebih hebat, misalnya
amerika…bukannya Allah…

Misalkan kita kebetulan menyukai fisika dan belajar fisika, bertahun-tahun dari
kecil…lalu sewaktu dewasa dalam pekerjaa kita menjadi kepala team R&D pada
perusahaan juga bergerak pada keilmuan yang sama, lalu mendapat problem yang
bersifat fisika, misalnya contoh sederhana, kita bekerja pada perusahaan ban mobil,
dimana pada salah satu produk ban terjadi perhitungan efesiensi cengkraman ban
masih terlalu dini untuk diproduksi karena ada pertentangan dalam hukum fisika,
sebagai pimpinan team kita meng-amien-kan saja sewaktu ban tersebut akan di
produksi, artinya kita?
Bisa saja bergaji kecil ingin semua cepat selesai, walau nanti efeknya barang
produksi perusahaan kurang laku….artinya kita tidak memandang jauh kedepan
terhadap kelangsungan perusahaan tempat kita bekerja….
Atau Bisa saja kita disogok oleh suplier karet agar segera dibeli karetnya…
Atau Bisa saja ditekan oleh divisi lain dan kita takut menyuarakan kebenaran karena
takut dipecat…dll dll…
Apa artinya keilmuan fisika yang kita dalami selama ini?
Artinya simple saja, kita tidak menjunjung tinggi paham yang selama ini kita anut…

Jika pemimpin yang beragama islam cukup mengerti dengan ajaran islam yang ada di
al-quran, tidak ada alasan dia untuk tidak menegakkan islam, sebab basisnya untuk
mencapai kemamkmuran, kedamaian umat justru ada pada ajaran di al-quran…tapi
dia sendiri takut untuk menjalankannya….

Mereka yang memimpin. dengan menegakkan agama allah yaitu ajaran islam,
menomorsatukan ajaran islam, karena mereka sangat paham bahwa dia hidup ini
asalnya darimana, sekarang dimana, dan mau kemana setelah ini.

Sebab tidak ada secuilnya kenikmatan dunia ini, tidak ada apa-apanya waktu di dunia
ini dibanding di akhirat nanti…

Kenapa saya tidak memberikan selamat natal?

Saya bukan orang alim lho…atau mengerti secara mendalam ajaran islam…saya
hanya mencoba menuliskan apa yang benar dan masuk akal, setidaknya secara akal
saya…

Sejujurnya karena esensi dari natal itu sangat bahkan super bertentangan dengan
ajaran islam, itu sebabnya sebagian orang islam tidak menyebutkan selamat natal…

Kenapa bertentangan atau dianggap salah oleh orang islam tidak ada ribut-ribut?
Yaa karena toleransi tadi, karena kepercayaan atau keyakikan masing-masing…

Lalu sebagai orang islam terlebih pemimpin, apa artinya Jika kita sudah tahu
bertentangan, lalu dia sendiri justru yang mengucapkan selamat natal?

Silahkan pikir sendiri, tidak perlu otak yang cerdas untuk tahu jawabannya…

– Buya Hamka –

Adalah satu hal yang sangat tidak bisa diterima akal; mengakui diri Islam, mengikuti perintah Allah dalam hal sembahyang (shalat) tetapi mengikuti teori manusia dalam pemerintahan

Adalah satu hal yang sangat tidak masuk akal; mengakui diri beriman pada kitab-kitab, beriman pada sebagian lainnya, tapi ingkar pada sebagian lainnya, memutuskan suatu perkara tidak dengan HUKUM YANG DITURUNKAN ALLAH.

Adalah satu hal yang sangat tidak masuk akal; mengakui bahwa Islam adalah sempurna, tapi mengambil sistem pemerintahan kafir dan mengagungkan hukum buatan manusia yang JELAS bertentangan dengan hukum buatan ALLAH.

Adalah satu hal yang tidak masuk akal; mengakui bahwa Islam itu lengkap, mengatur segala hal, mulai bangun tidur sampai tidur lagi, mulai makan dan bahkan buang air besar pun diatur dalam Islam. Namun menolak saat dihadapkan dengan HUKUM buatan Sang Pencipta yang selama ini memberinya nikmat.

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang K A F I R.

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang Z A L I M.

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang F A S I K.
QS.5 Maa’idah:44-47

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan MUSIBAH kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. QS.5 Maa’idah:49
(Pantas negeri ini selalu dilanda MUSIBAH)….

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? QS.5 Maa’idah:50