Ingatlah wahai semua muslim akan ayat pada al-quran:

Allah Ta’ala berfirman: “Maka apa yang ada di luar kebenaran itu, tiada lain hanyalah kesesatan belaka.” (Yunus: 32)

Allah Ta’ala berfirman lagi: “Tidaklah Kami alpakan sedikitpun dalam al-Kitab -maksudnya-: Tidak perlu ditambah yang baru, sebab dalam al-Kitab sudah cukup.” (al-
An’am: 38)

Allah Ta’ala berfirman pula: “Jikalau engkau semua berselisih dalam sesuatu hal, maka kembalikanlah itu kepada Allah dan RasulNya.” Yakni al-Kitab dan as-Sunnah.
(an-Nisa’: 59)

Juga Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah. Dan janganlah engkau semua mengikuti jalan-jalan -yang lain-lain-, karena nanti
engkau semua dapat terpisah dari jalan Allah.” (al-An’am: 153)

——————-

Tahukan kita Kata¬†WAHABI, justru bukan dari pelaku yang disebut wahabiūüôā

Kata Wahabi kata yang berasal dari kaum yang suka mengecap seseorang yang mencoba meluruskan suatu ajaran yang mulai menyimpang dari Al-quran dan Hadist nabi muhammad maka akan di labeli sebagain Wahabi, padahal para pelaku yang dimaksud wahabi itu tidak pernah menamakan dirinya wahabi, aneh khan?

Mereka yang suka mengatakan bahwa seseorang itu seorang WAHABI suka sekali menyebut aliran anu, aliiran ini dll, dimana justru banyak membingungkan sesama muslim, apalagi bagi orang yang baru mau masuk islam. Padahal sudah jelas akar dari agama islam itu al-quran dan hadist nabi muhammad s.a.w yang tidak ada rumit-rumitnya, tetapi kebanyakan pelaku bid-ah malah memperumitnya.
Mereka yang benci dengan WAHABI terlihat lupa karena terlalu meng-idolakan satu atau dua ulama / imam¬†tertentu secara berlebihan daripada memikirkan kemurnian ajaran Al-Quran dan Hadist, bukankan Ulama atau Imam itu hanyalah manusia biasa yang berusaha mengajarkan kebaikan islam dan bisa saja terjadi kesalahan, bahkan justru para imam besar yang mereka anuti memberikan peringatan, bahwa jika ada fatwa-fatwa mereka yang tidak sesuai dengan al-quran dan hadist maka buanglah saja atau jangan gunakan lagi…nah pengikutnya yang ngotot menelan mentah-mentah.
Mereka justru meletakkan iman-imam itu seolah-olah sebagai penyempurna, seolah olah tidak cukup ajaran yang sudah ditinggalkan oleh nabi muhammad s.a.w. Saya yakin jika ternyata ada yang salah dimana dari ketidaksengajaan imam imam besar tersebut dan pengikutnya tetap melakukannya bahkan menyebarkannya, saya yakin imam imam tersebut akan menjerit-jerit memohon ampun kepada allah s.w.t

Video Zakir naik diatas saja, banyak sekali di cap orang dengan label Wahabi, anehnya yang Zakir Naik kemukakan sumbernya hanya dua, yaitu yang super valid AL-Quran dan Hadist Muhammad S.A.W.

Pertanyaan terbesarnya, kenapa pencetus kemurnian ajaran islam yang berlandaskan al-quran dan hadist ini yaitu Almarhurm Muhammad bin Abdul wahab, bagi yang berselisih paham dengan Muhammad bin Abdul Wahab tersebut menyebutnya WAHABI bukan Muhammad?

Sudah ngeh belum dengan udang dibalik batu dari penyebutan label wahabi tersebut?

Saya tidak mau berpikir jelek, salah satu cara untuk memutar balikkan fakta banyak sekali dilakukan oleh orang-orang yang menyebut wahabi ini, dan jika search pada google naudzubilllahminzalik banyak sekali fitnah-fitnah kejam dengan menyematkan kata WAHABI, salah satunya website http://kabarislamia.com/2012/12/21/sejarah-wahabi-dan-muhammad-bin-abdul-wahhab/

Mereka menggunakan kata-kata yang seram, seperti menyembelih dll…untuk cerita-cerita mengenai muhammad bin abdul wahab ini.

kabarislam menyembelih kata andalan
kabarislam menyembelih kata andalan

Mudah-mudah mereka tidak bermaksud seperti itu, tapi hanya termakan fitnah…

Pada website tersebut saja jika dibaca dengan hati-hati…sangat terlihat, siapa yang sesungguhnya sedang memecah belah umat islam….
——————-

Mau tau sejarah singkatnya?

Adalah seorang pemuda bernama Muhammad bin Abdul Wahhab (bapaknya), dimana orang tuanya pengikut imam besar Hanafi.

Muhammad saat itu mempelajari juga ajaran-ajaran hanafi, tapi tidak cukup hanya hanafi, dia mempelajari imam-imam besar lain dan bahkan pada akhirnya bapaknya tidak menyetujuinya.
Didalam masa pembelajaran itu, dia banyak menemui penyimpangan penyimpangan ajaran islam yang sudah melenceng dari ajaran al-quran dan hadist, bahkan dampak
buruknya akan memperburuk, melemahkan islam itu sendiri, seperti ziarah kubur dengan musik, bernyanyi nanyi, membaca al-quran di kuburan, meminta susuatu dari
orang alim yang sudah meninggal dan kegiatan-kegiatan lain yang menyimpang lainnya.
Karena banyaknya ajaran-ajaran yang menyimpang bahkan sudah masuk pada kategori menghina Rasulullah dan Allah, maka Muhammad anak pak Abdul Wahab ini
mencoba meluruskan, memurnikan kembali ajaran islam berdasarkan al-quran dan hadist.
Karena tidak ada yang rumit dalam islam, tidak ada perendahan atau pelecehan pada islam, contohnya meminta melalui perantara orang mati.
Apakah allah tidak mampu mendengar doa kita sehingga harus melewati orang mati dahulu? Apakah orang mati bisa ditambah amalnya melalui orang lain?

Jika kita bisa meminta atau bertawassul melalui orang yang sudah meninggal, artinya orang yang meninggal tersebut menjadi perantara doa kita untuk menuju ke allah.
Artinya lagi orang yang meninggal membantu memnyampaikan doa kita sekaligus yang meninggal itu tentulah termasuk beramal karena membantu menyampaikan doa .

Nabi Muhammad shallallahu ‚Äėalihi wasallam bersabda (kata nabi bukan kata saya):
“Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal:
1. Shadaqah jariyah.
2. Ilmu yang bermanfaat.
3. Anak shalih yang mendoakannya.
(HR. Muslim).

Jika orang yang sudah meninggal dapat menjadi perantara, maka kata-kata nabi muhammad s.a.w diatas patah atau kurang lengkap, atau mendapati kecacatan.

——–

Mereka sebagian menilai kebenaran berdasarkan wajah para kiyai…hehehe

Penilaian kebenaran ulama berdasarkan wajah ulama
Penilaian kebenaran ulama berdasarkan wajah ulama

Penilaian diatas¬†diterapkan oleh mereka sebagai acuan kebenaran, yaitu semakin ganteng ulama, maka semakin benar….nyeleneh bukan…

Sedangkan ia sendiri?

firman burun alas
firman burun alas

Mereka lupa sehingga menetapkan ulama lain lebih sempurna dari Nabi Muhammad (seolah-olah).

Seperti ditulis diatas¬†Allah Ta’ala berfirman: “Jikalau engkau semua berselisih dalam sesuatu hal, maka kembalikanlah itu kepada Allah dan RasulNya.” Yakni al-Kitab dan as-Sunnah.
(an-Nisa’: 59)

Mereka lupa, justru para ulama besar meyuruh umat islam, jika nanti yang salah, yang tidak sesuai dengan al-quran dan sunnah nabi, maka singkirkan saja ajaran itu.

Ulama-ulama yang mereka ikuti ulama-ulama terbaik…mereka sangat bijaksana dan bisa mengakui kesalahan.

Banyak yang diajarkan ulama tersebut, pastilah ada sebagian yang bergeser, tidak cocok dengan zaman dll. Karena yang pasti TEPAT dan COCOK selamanya dengan zaman tentulah al-quran dan hadist nabi muhammad. Jadi pasti ada satu atau dua atau banyak yang terjadi kesalahan atau pergesaran dari yang diajarkan oleh ulama tersebut.

Nah satu cara atau satu ajaran misalnya salah, para pengikutnya tidak menerima padahal yang diberitahukan salah, sudah masuk ke bid’ah mereka tidak menerima.
Mereka lupa, bahwa yang menasehati khan hanya memberitahukan satu atau dua ajaran yang salah, bukan menghina imam atau ulama nya.

Salah satu senjata utama mereka, mengatakan seseorang itu wahabi

Meraka mengatakan seseorang itu WAHABI jika ada yang menasehati suatu perbuatan menambah-nambah dengan kata “sesat” “bid’ah”…ditambah sejarah-sejarah dinamakan wahabi itu dibengkak-bengkokkan oleh situs-situs lain….

Kira-kira apakah wajar jika teman saya¬†yang mengingatkan saya yang lagi merakit perangkat elektronika dengan kata-kata “awas nanti overload lho arus dibagian ituu…”, lalu saya
katakan kepada teman saya: Kamu gila…ga waras…
Yaa tentunya tidak, karena overload memang suatu ucapan umum pada kesalahan elektronika atau kelistrikan dan bidang teknis lainnya…maka saya akan memeriksa ulang bagian itu
apakah memang akan ada kemungkinan overload.

Saya tidak begitu paham dengan akar-akar bid’ah atau jenis-jenis bid’ah.
Tapi bid’ah buruk yang menyesatkan itu bisa diungkapan terhadap menambah-nambah suatu cara beribadat yang akan mengakibatkan keburukan, jadi hanya sekedar¬†pengartian dari menambah-nambah dari yang tidak ada, terlebih tidak dilakukan oleh Nabi dan para sahabat apalagi di dalam al-quran.
Nah mereka ini umumnya marah, meracau tidak karuan bukannya memeriksa ulang, bukannya beradu argumentasi secara terarah.

Padahal mereka yang mencoba menasehati bidah, sesat itu umumnya berdasarkan Al-Quran, Sunnah Nabi muhammad s.a.w.
Mulai aneh khan, mereka penganut islam juga, dinasehati orang lain yang berdasarkan Al-Quran, Sunnah Nabi muhammad s.a.w. tapi balik marah.

Mereka suka nyeleneh…
Jika dinasehati, karena kita umat islam diwajibkan untuk saling menasehati dalam kebenaran, maka orang lain¬†coba nasehati karena pada al-quan pada surah al-asr sangat dianjurkan untuk saling menasehati…

terjemahan al-asr - walasri
terjemahan al-asr – walasri

Mereka paling bisa ber-argumen dengan hal yang tidak ada hubungannya, misalnya kita pernah membeli sesuatu benda anggaplah seharga Rp1000, lalu kita bercerita kepada saudara kita bahwa kita membeli benda ini seharga Rp1000, tapi setelah bercerita ternyata¬†saudara kita pernah membeli sesuatu yang sama seharga Rp100 saja, tentulah dengan mudah saudara kita tersebut membantahnya, setidaknya saudara kita akan berucap: ah tidak mungkin…saya beli di toko anu cuma Rp100 dsb…

Nah mereka ini umumnya memberikan alasan yang nyeleneh…seperti berkata: sedikit-sedikit bid’ah sedikit-sedikit bid’ah, kenapa naik pesawat, naik¬†mobil, pakai facebook tidak bid’ah…
Sangat terlihat bukan, pemahaman mereka yang berkata seperti ini sangat rendah, bahkan membalas nasihat yang dirasa menurutnya salah tapi nyasar….

Atau mereka nyeleneh mengenai larangan Maulud seperti kita tahu ternyata maulid maulud nabi itu sumbernya dari syiah…tapi mereka paling akan membalas dengan kata-kata, jika maulid atau maulud nabi muhammad bergaya atau menuruti aliran syiah (dimana kita tahu syiah itu sesat) artinya umat islam di indonesia sebagian besar syiah….

Benar-bener nyeleneh khan pemahaman mereka..tipika adu domba nya sangat kentara.

Gagal Paham pada hal yang sangat fundamental dalam islam (sesama muslim).

Ada yang mengeluarkan pernyataan, yang sebetulnya menurut saya gagal paham pada hal yang sangat sederhana, seperti dibawah ini:
“knp gencar sekali menyerang sesama muslim padahal msh banyak hal lain yg bs dilakukan utk menegakkn agama islam. alangkh lbh baik kalo bs menyebarkn agama islam dr pd menghujat sesama muslim…???? apkh menyerang sesama muslim itu adalh hal terbaik????? herannnn…..”
 
Jangan sampai gagal paham hal sederhana…
Sesama muslim, itu bersaudara, apakah aneh jika ia mencoba saling menasehati dalam hal kebenaran sesuai anjuran al-asr?
Apakah kita tidak akan coba nasehati jika ada saudara, anak, teman, dimana mereka melakukan hal yang salah terlebih pada soal ibadah?

Mereka suka berkhayal, malah berkhayal lalu membuat fitnah…

Lihat tulisan dibawah ini, mengenai ajaran bid’ah asal muasalnya dari ajaran hindu…

Suatu saat ada yang nanya:  Ya seperti peringatan hari lahir nabi saw,tahlillan,dakwah lewat facebook,tv,bkn kah semua itu perkara baru? Bagaimana sy yg awam ini menyikapi nya..?
Karena saya bukan seorang kiyai, tapi jelas antara Facebook, pesawat, motordll itu adalah fasilitas…bukanlah ibadah…

lalu saya jawab:¬†Soal facebook penggunaannya luas…spt mobil, pesawat terbang, HP…ini fasilitas..
Saya kira ga perlu pinter2 sekali membedakan spt ini…SAMPAH agama islam ini jika tidak bisa atau tidak ada penjelasan antara membedakan sekedar fasilitas dgn ibadah…pasti banyak sekali alim ulama tahu untuk menjelaskan secara detil…

Lalu ada yang nanya nyeleneh bahkan mulai membolak-balikkan dan cenderung memfitnah, contoh pertanyaannya: ¬†Pak Achmad Zulkarnain apakah dalam hadist nabi ada penjelasan tentang bid’ah ibadah atau bid’ah fasilitas?

Pak Achmad Zulkarnain bukankah pendapat anda bidah dalam fasilitas tidak menjadi masalah adalah tetap merupakan bidah juga?

Hehehe…lucu yaa…siapa yg ngomong bidah dalam fasilitas….baca dari atas…kata per kata….lagi dan lagi ga perlu berotak cemerlang utk menelaah yg dimaksudkan….orang diatas saya mengatakan bagaimana fasilitas facebook utk syiar agama…artinya orang diatas saya memperkirakan fb juga bidah….dan bahkan tidak¬†ada 1 katapun statement saya menjelaskan mengenai Fasilitas itu bid’ah….hehehehe….

Lihat screenshotnya dibawah ini:

Bidah dalam hal fasilitas
Bidah dalam hal fasilitas
Bidah dalam hal fasilitas
Bidah dalam hal fasilitas

Mereka juga suka nyeleneh dengan senjata memecah NKRI…hehehe…

Anehnya dimana coba?

Rasa-rasanya semua orang indonesia, pastilah cinta indonesia ngeri yang kaya dan indah…dan membela negara itu harus…

Nah mereka ini tidak sadar, umumnya permasalahan Bid’ah itu secara sedernahanya saja menambah nambah, artinya merumit-rumitkan (belum lagi sifat merusaknya dan bergeser sedikit demi sedikit menjadi bencana besar), jadi sederhanya merumitkan sesuatu yang sederhana. Contoh minta langsung kepada allah jelas boleh, minta doa melalui yang masih hiduppun boleh…tetapi minta kepada meninggal itu tidak boleh…bahkan meminta, menyalurkan doa kita kepada nabi muhammad saja tidak boleh…bukankan nabi muhammad sudah mendoakan umat umat nya yang akan ditinggalkannya nanti agar diselamatkan tidak cukup?

Apakah allah tidak punya kemampuan mendengar berjuta-juta doa orang muslim yang sedang meminta bantuan?

Nah mereka tidak sadar, mereka justru merumitkan sesuatu, menambah sesuatu justru memecah umat islam…..baca ayat quran dibawah ini:

Juga Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah. Dan janganlah engkau semua mengikuti jalan-jalan -yang lain-lain-, karena nanti
engkau semua dapat terpisah dari jalan Allah.” (al-An’am: 153)

Mereka yang disebut wahabi ini justru mengajak kepada kemurnian yang berasal dari al-quran dan hadist dimana islam itu sederhana, justru ditentang….luar biasa…
————

Jadi kita harus pikirkan ulang, apakah benar wahabi itu sesat jika wahabi bersumber dari al-quran dan hadist nabi muhammad?

Seperti zakir naik katakan, jika ada yang mengatakan sesuatu yang bersifat ajaran, darimana sumbernya, jika sumbernya sesuai dengan alquran dan hadist yaa tentunya tidak masalah.

Dan juga jangan sampai kita disusupi oleh orang diluar islam yang mengaku islam yang spesialisasinya mengadu domba umat, dan pada akhirnya kita saling berperang
dan merusak sesama kita…

Tidak ada wahabi, tidak ada yang lain-lain jika kita kembalikan semuanya merujuk ke yang paling valid yaitu al-quran dan hadist nabi muhammad s.a.w

Sebagai umat islam tentunya kita harus tahu, kita ini dari mana, kita ini sedang dimana, dan kita ini akan kemana. Maka pergunakanlah akal kita untuk kebaikan kita, keluara bahkan juga kebaikan ummat sesama muslim. Lakukan apa yang pasti diperintahkan pada al-quran dan nambi muhammad s.a.w, kembangkan ilmu dunia juga seluas mungkin untuk kepentingan ummat, jangan larut untuk hal-hal yang tidak berguna.

Jika ada kata yang salah, mohon maaf…silahkan buang saja jauh-jauh tulisan ini….

Baca juga mengenai maulud nabi muhammad s.a.w.