Pada foto diatas, yang dibicarakan mengenai menteri agamanya yang ber-agama islam, dan tulisan ini lebih dikhususkan kepada orang islam.

Saya kurang mengerti dengan arti tulisan tersebut…

Menurut saya ucapan menteri agama yang sudah sangat parah…bahkan membuat saya ragu apakah dia manusia yang mempunyai agama?

Dalam hal umum saja seperti suatu perlajaran apa saja, pasti ada sifat mengajarkan dan menasehati…apalagi mengenai kehidupan pada manusia terhadap agama…

Jangankan pada agama islam, bahkan agama-agama lain pun saling menasehati, kenapa ada khutbah pada setiap agama?

Apakah dia tidak pernah menasehati anaknya tentang agama?

Apakah dia tidak pernah menasehati temannya tentang agama?

Apakah dia tidak pernah menasehati istrinya tentang agama?

Apakah dia tidak pernah dinasehati oleh orang tuanya tentang agama hingga bisa menjadi menteri?

Jika dia islam, pastilah dia lupa dengan ajaran bahwa kita harus saling menasehati didalam kebenaran.

terjemahan al-asr - walasri
terjemahan al-asr – walasri

Tipikal ucapan seperti ini, justru sangat bertolak belakang dengan ajaran islam…dimana justru akan sangat melemahkan agama pada suatu bangsa…jika hanya pada satu keluarga terutama keluarga dia tentulah bukan jadi masalah…

Ataukah dia sedang mencari muka kepada ntah siapa sehingga meletakkan agama jauh pada level agama itu sendiri…

Ingatlah pak menteri, kita ini dari mana, sedang dimana dan mau kemana?

agama hanya untuk diri sendiri yang keblinger
agama hanya untuk diri sendiri yang keblinger