Ayam saya tahan api lho…bahkan dibakar tidak apa-apa…tuh lihat bulunya saja yang habis, dan si ayam tetap sehat wal-afiat.

Tentulah jika saya hanya memperlihatkan gambar atau video nya si ayam tanpa bulu yang sedang bertengger, seperti dibawah ini semua orang tidak akan percaya…

Ayam Tahan Api bahkan dibakar.
Ayam Tahan Api bahkan dibakar.

Lalu Nalar kita langsung meminta video terhadapa KLAIM saya bahwa ayam itu tahan api, setidaknya meminta photo atau video waktu ayam itu dibakar.

Kenapa Nalar kita jalan?
Karena kita semua tahu, jangankan api, dengan pisaupun si ayam jadi santapan kita.

Kita secara sengaja langsung membandingkan antara Klaimnya apa, mana faktanya atau input dan outputnya, yaitu ayam tahan api, inputnya apa? Yaitu api yang dibakarkan ke tubuh si ayam, dan outputnya apa? Outputnya ayam tersebut tidak mati walau dibakar.

Klaim dengan fakta input dan ouput inilah yang selalu pasti digunakan oleh penemu atau hanya pengembang baik di indonesia atau di luar negeri…

Penemu tanpa memberikan fakta input dan output

Sekali lagi kita mempunyai penemu baru, bahkan temuannya bagi sebagian orang melebihi film fiksi iron man.

Mudah-mudahan dapat mengejar ketinggalan kita dalam berbagai penemuan, dimana kita bahkan jauh cukup tertinggal, contoh penduduk singapore yang sangat sedikit, bahkan sering dikatakan negara super kecil, memegang Hak Paten sebanyak 8996 jumlah patent, India yang sering dikatakan negara yang setara dengan kita paling tidak, memegang hak paten sebanyak 14450. Malaysia dimana kita sering menganggapnya terkebelakang daripada indonesia, memegang hak paten sebanyak 2423 hak paten, bahkan philipina memegang hak paten sebanyak 574 hak paten, tapi kita negara yang besar (ukurannya….) dan banyak penduduknya hanya memegang hak paten sebanyak 312, hehehe fakta!

Daftar Peringkat Paten se Dunia
Daftar Peringkat Paten se Dunia

Atau link nya disini

Permasalahannya kebanyakan kita bahkan tidak bisa mengerti bagaimana menilai suatu klaim atau penemuan itu…

Banyak sebagian orang yang membaca seperti yang saya tuliskan ini seolah-olah iri hati, hanya bisa meng-kritik dan predikat buruk lainnya….

Saya pribadi, bukan ini yang saya maksudkan…terlepas itu penemuan yang berhasil, atau penemuan yang gagal, atau kecerdasan super, atau kebetulan menemukan sesuatu, atau sekedar keberuntungan, bukan ini yang ingin kita bicarakan….

Masalah utamanya banyak dari kita tidak mengetahui cara menilai sesuatu itu terhadap KLAIM yag dimaksudkan oleh penemunya.

Jika ada orang indonesia yang berhasil menjadi penemu tentulah kita akan menjadi bangga, kenapa tidak bangga apalagi irihati….pastilah kita sedang sakit jiwa  jika kita irihati…
Jangankan menjadi penemu, menjadi pengembang yang berhasil saja harusnya membuat kita bangga…apalagi penemu yang orisinil yang belum pernah ditemukan orang lain sebelumnya.

Jadi begini…agar tidak membuat bangsa malu…kita harusnya pandai pandai menilai klaim dari berita penemuan tersebut…
Lucunya banyak dari kita yang sepertinya “keduluan” euforia..padahal suatu berita penemuan bahkan tidak mampu menunjukkan fakta atau point apa yang ditemukannya.

Seorang penemu bahkan pada level teori jika ia ingin mengajukan penemuannya, maka ia harus berpikir “DULUAN” memberikan beberapa cara untuk mematahkan teori atau yang ia ciptakan itu salah…

Artinya justru si penemu tanpa dikomando dia harusnya bepikir dari sisi orang lain waktu ingin mengumumkan klaimnya…ini yang selalu dilakukan oleh penemu atau pengembang diseluruh dunia…jika fakta berhasil ia kemukan dan tidak terbantahkan, JANGANKAN PEMERINTAH indonesia apabila tidak tertarik, tapi DUNIA akan segera merangkulnya…apalagi ini zaman internet, di zaman youtube, segala informasi begitu cepat tersampaikan ke seantero dunia…

Maksudnya pembuktian yang salah gimana?

Maksudnya begini, dalam keseharian…kita saja terbiasa memberikan klaim dengan memberikan semacam tantangan (sadar atau tidak sadar)….

Contoh sederhan dalam kasus ini kita sebagai PENEMU harga sepeda termurah…sewaktu kita membeli sesuatu dengan harga termurah menurut kita…misalnya sepeda murah.

Sepeda itu kita dapatkan dengan harga murah (bagi kita), lalu kita memberitahukan entah kepada keluarga, sahabat….biasanya kita akan memberitahukan dengan kata-kata, “…beli di tempat saya beli saja..harganya sangat murah…kalo ada yang lebih murah dari toko itu…saya beli lagi sepeda di toko lain tersebut…”

Kenapa kita berani mengeluarkan tantangan kalo ada yang lebih murah dari toko itu dengan kata-kata: saya beli lagi sepeda di toko lain tersebut…?
Karena kita sebagai penemu sangat yakin dengan penemuan harga sepeda termurah tersebut…
Tinggal orang lain yang kita berikan fakta ingin memastikannya langsung, atau menghitung-hitung dengan cara lain apakah memungkinkan harga sepeda SEMURAH ITU.

Pengembang yang sukses…

Contoh pengembang yang sebentar saja mendapatkan investor yaitu OPENROV, kalo tidak salah dulu saya pernah membaca di websitenya dimana openrov memerlukan investor dengan projeknya…
Nah pengembang ROV Drone (Remotely operated underwater vehicle), si pengembang kemukakan semua projectnya, fakta-faktanya secara detail, input output suatu produk dan bagi suatu perorangan atau perusahaan baginya MASUK AKAL maka dalam waktu yang tidak lama bejibun investor yang mendekati dia…ini pengembangan jauh lebih sederhan, yaitu semacam mainan kapal yang bisa menyelam…apalagi sekelas Robot Iron Man pak Tawan dari Bali…

Websitenya http://www.openrov.com/

Daftar Investor: https://www.crunchbase.com/organization/openrov/insights/investors

Jangan sampai penemuan yang mengarah ke bulshit

Contoh penemuan yang menjadi bulshit karena penemunya hanya menggunakan kata-kata “kalo tidak percaya, ya silahkan…itu hak anda….” seperti yang di utarakan oleh penemu energi listrik yang berasal dari listrik atau Electric power generation …
Kang Dicky secara tidak langsung justru membuat dirinya terlihat bodoh dan bulshit bagi sebagian orang yang melihat videonya terumtam bagi orang yang sedikit saja mengenal electronics apalagi ahli electronics tentulah berat untuk menelannya mentah-mentah.
Jadi untuk apa ia mengumumkan penemuan, tapi tidak menyertakan FAKTA sederhana.

Kang dicky seharusnya apalagi levelnya seorang PENEMU, seharusnya tidak perlu diberi arahan, dia seharusnya terpicu untuk memberikan fakta…anehnya justru memberikan fakta pada temuannya sangat mudah tapi tidak ia lakukan, tidak ada fakta fakta yang ia berikan pada videonya, hanya memberikan video berisi lampu hidup dimana powernya didapat dari sebuah box, yang isinya BISA APA SAJA, tidak memberikan PENGUKURAN jelas video videonya maka menjadi BULSHIT, karena ia menemukan dimana alatnya mendapat inputnya dari listrik dan outputnya juga berbentuk listrik, seharusnya ia dengan mudah memberikan FAKTA, cukup berikan pengukuran INPUT nya berapa dan mendapatkan OUTPUT-nya berapa dengan VIDEO yang BAIK, jika mampu ia berikan pengukuran seperti yang saya sebutkan diatas, maka orang lain yang melihat di videonya tersebut TIDAK BISA BERKATA APA, jika orang lain ingin membuktikan lebih jauh, tentulah ia akan segera meluncur ke kediaman kang dicky…
Bahkan sayapun siap menjual harta benda saya untuk menjadi investor…hehehe..

Kasus Iron Man dari Bali.

Nah pada kasus iron man mr tawan dari bali ini, tipe penemuan seperti ini, super berat untuk dikembangkan oleh satu orang saja…
Dimana pada temuannya digembar-gemborkan, ia mampu membuat Lengan Robot yang bisa membantu tangannya yang lemah menjadi lebih mudah bergerak hasil kontrol dari sensor yang ia letakkan dikepalanya.

Temuan kang dicky zainal, itu memunkinkan untuk ditemukan oleh satu orang saja…baik itu nanti ditemukan oleh kang dicky atau oleh ilmuwan lain, karena tipikal percobaan seperti ini sudah terjadi ratusan tahun lalu…dan sampai sekarang inipun semua orang tetap berlomba-lomba untuk mendapatkan konfigurasi yang tepat….

Pada robot iron man, terlalu banyak kejanggalannya…buanyaaak sekali…

  • Pertama,  pekerjaannya (maaf) mengelas, bukan bermaksud berkata negatif mengenai pekerjaan mengelas, bukan itu point yang ingin saya kemukakan…karena sayapun kadang-kadang melakukan pengelasan di bengkel saya…
    Belum nyampe ia selesai menciptkan robot iron man, dia pastilah stop mengelas…karena level kemampuannya sudah jauh sangat tinggi…
    Mengelas itu umumnya pekerjaan sederhana, apalagi pengelasan yang Mr Tawan lakukan, artinya upahnya pas-pasan saja…
    Jika ia mampu baru setengah saja kemampuannya membuat robot tangan tersebut, maka ada BERIBU jenis pekerjaan yang hasilnya jauh jauh berkali lipat dari mengelas, mengumpulkan uang dengan mudahnya, dan sembari mengembangkan robotnya…

Jadi bagaimana mungkin seorang yang sangat antusias dalam hal robotik, tetap pada pekerjaan tukang las yang bagi saya cukup membosankan, dan upah yang pas-pasan sedagkan ia bisa meroketkan pendapatannya karena kemampuannya jauh lebih tinggi, SERTA menahan GELORA keingintahuannya agar segera terselesaikan projek robotiknya karena mendapatkan uang yang pas-pasan dari mengelas tadi?

  • Kedua, mengapa orang yang mengerti teknis sedikiiiit saja…baik itu mengenai Hardware atau perangkat keras dan Software atau perangkat lunak, sulit untuk menerima berita Iron Man Pak Tawan?

Karena penemuan pak tawan super berat untuk dikembangkan oleh satu orang saja….karena mengandung Hardware dan Software…

Contoh, saya mempunyai mesin CNC dimana mesin ini hanyalah mesin bor, atau mesin bubut yang semuanya terkontrol dari komputer…alhasil mesin ini bisa mengerjakan pekerjaan mekanis yang sangat presisi tidak lebih dan tidak kurang sesuai dengan yang sudah diperintahkan.

Contoh mesinnya di:  https://zulkarnain.wordpress.com/2015/12/15/cnc-router-super-power-2-2kw-komplit-siap-perang/

Nah mesin ini, menggunakan software yang free ataupun yang versi berbayar, misalnya MACH3 http://www.machsupport.com/

Saya yakin tingkat kerumitan sistem perintah robot pak tawan terlebih bisa diperintahkan dari otak langsung untuk menggerakkan lengan robotnya dibandingkan dengan software MACH3 tidak ada seujung kukunya…

Dibawah ini software cnc mach3 yang hanya bisa menggerakkan atas bawah, kanan kiri dan depan (3D sekarang sudah masuk pada level 4D) SAJA dikembangkan oleh puluhan bahkan bisa saja sumbangsih ratusan keahlian…

Jelas bagi saya super berat, untuk mengembangkan software robotik Iron Man pak Tawan, jika dilakukan oleh seorang saja, dimana pagi dan siang bekerja sebagai tukang las, dan waktu malam mungkin digunakan untuk mengembangkan Robot Iron Man nya…

Tapiiii…okelah…kita anggap pak Tawan itu Ultra Jenius dan orang yang Ultra Sabar….

  • Ketiga, gambar dibawah ini gambar perangkat keras Iron man pak tawan…
mesin iron man dari bali
mesin iron man dari bali

Gambar diatas, dengan lingkar biru baterai buatan cina, lingkar merah papan pcb kotor.

Pada tahun 80 akhir hingga 90an awal, saya biasa memperbaiki TV, amplifier, Laser Disc…

Mungkin di palembang, hanya saya tukang service yang mempunyai kompressor pribadi yang berukuran besar (pemompa angin ban mobil). Apa gunanya buat saya?

Jangankan Komputer atau perangkat perangkat yang mempunyai prosessor high-end ataupun low end processor terkena secara terus menerus debu dengan kelembaban tertentu, BAHKAN Televisi tabung era 80-90an saja sering sekali saya perbaiki dengan hanya membersihkannya saja…

Jadi kebersihan perangkat keras sebelum diservice itu prioritas saya…
Bahkan persentasenya cukup tinggi, dimana TV atau Tape mobil yang saya perbaiki, akhirnya langsung hilang penyakitnya dengan hanya meniupkan angin dengan kompressor tersebut…

mesin iron man dari bali
mesin iron man dari bali

Anehnya alat yang sedemikian canggih yang diceritakan, waktu beberapa wartawan berkunjung ketempatnya sedang mengalami kerusakan, katanya terkena air…

Saya kira tidak perlu jenius..anak sma yang baru bisa elektronika saja pasti mengantisipasi permasalahan ini, apalagi membuatnya dengan susah payah…lalu justru melakukan hal yang paling tidak masuk akal, membiarkan debu, lembab, bahkan air mengenainya…

Perhatikan cara pak tawan pada video diatas waktu diwawancarai, dimana mukanya, pandangannya selalu melihat ketempat lain bukan ke wartawan…u know what i mean…?

Super Kaya dan Super Jenius

Jadi lagi lagi kejanggalan atau keanehan yang teramat sangat, dimana pada lingkar merah, papan pcb yang berisi chip atau IC, berdebu, terbuka, diajak mengelas, bisa bekerja?
Terlebih dengan penghasilannya terbatas dan susah payah dengan mengelas, apakah ia tidak sayang dengan hasil ciptaan nya rusak?

Hanya satu kemungkinan yang bisa membiarkan alat temuan satu-satunya seperti ini, dia harusnya orang yang sangat KAYA, Super Jenius, mempunyai Bengkel yang super lengkap, jika rusak tidak masalah…toh masih terlalu mudah jika rusak untuk membuat prototipe-prototipe yang sama atau mengembangkan prototipe lain, dimana semua sudah terdokumentasi dengan baik pada sistem komputerisasi yang ia miliki…

Tapi dengan melihat lingkar biru (baterai NiCd) pada gambar saja, kemungkinan sangat berat diandaikan sebagai orang kaya dan super jenius diatas, jika ia memakai baterai NiCd atau Nickel-Cadmium adalah tipe baterai lawas teknologinya, dan parahnya baterai china merk jiade yang umumnya berasal dari mainan murah…
Sebab tidak mungkin baterai ini mempunyai kehandalan yang diinginkan terlebih untuk penciptaan prototipe robot…baterai ini jelas sangat diragukan kehandalannya dipakai dalam tempo 1 – 2 bulan saja, mungkin kehandalannya akan drop sampai 50 persen umurnya…hanya bisa menghidupkan separuh kemampuannya dalam ukuran menit…

battery jiade 10v 850mA
battery jiade 10v 850mA

Setidaknya ia akan memakai baterai Li-Ion atau yang lebih maju lagi seperti LiFePo4 tipe baterai…

Dan keempat yang paling penting.

Contoh, seharusnya pak tawan terpicu memberikan fakta sederhana, misalnya melepaskan lengan robotnya dan meletakkan di meja…

Seperti yang saya tuliskan pada awalnya tadi….kenapa pak tawan atau publisher tidak memberikan fakta kongkrit…
Ia mempertontonkan ciptaan yang maha dahsyat dengan membiarkan PCB nya terbuka menjadi rawan kerusakan, tapi tidak memberikan gambaran kemampuan robotnya yang kongkrit…padahal seharusnya sangat mudah ia lakukan, karena robot tersebut mampu ia gerakkan dengan perintah otaknya…

Contoh, seharusnya pak tawan terpicu memberikan fakta sederhana, misalnya melepaskan lengan robotnya dan meletakkan di meja…
Lalu sensor yang dipasang dikepalanya tetaplah ia pasang dikepalanya, lalu berikan perintah sederhana dari otak melalui kepalanya seperti menggerakkan, menggenggam, lengan ayun bergerak…sangat mudah bukan untuk memberikan Fakta kongkrit seperti ini, inputnya dari otaknya, dan outputnya ke lengan robot iron man nya..

BAHKAN, saya ulangi bahkan….jika lengan robotnya tidak berhasil sempurna bergerak…yang seperti itu saja dulu…bahkan SANGAT BISA untuk mendapatkan INVESTOR dalam jumlah TRILYUNAN bukan lagi milyaran…apalagi bagi investor-investor luar negeri, dimana ukuran trilyunan bukanlah suatu hal yang besar untuk kelas investor raksasa…

Contoh…youtube yang sudah pasti banyak pesaingnya seperti vimeo, veoh dll…dibeli oleh google seharga 1.65 MILYAR Dolar… (1 juta dolar sekitar 13 milyar rupiah), bayangkan sistem yang sudah banyak bertebaran seperti youtube….bahkan google dulu punya sub domain bidang usaha seperti youtube yaitu google video, jelas bagi google suatu prospek yang sangat bagus membeli youtube dan mematikan 1 channel usahanya tadi yaitu google video, karena faktanya YOUTUBE lebih prospek… jadi apalagi Lengan Robot yang bisa diperintahkan oleh otak pemakainya…ini jelas Ultra Prospek bagi perusahaan besar…

Video-video seperti Iron man dari bali, Video energi listrik kang dicky…yang tidak mampu memberikan apa input dan outputnya secara terukur bahkan anehnya tidak mau, untuk apa video itu dibuat di publish ke youtube jika hanya akan menimbulkan fitnah…?

Semakin banyak video-video seperti ini, bahkan di blow-up secara besar-besaran bahkan sekelas gubernur…sekelas wartawan senior…apa ga nanya-nanya dulu untuk menilai…mengajak pembanding yang mengerti pada bidangnya barulah memberitakannya ke media massa….ini justru hanya akan memalukan kita bangsa indonesia sendiri…kita menjadi bisa diukur oleh negara lain, seberapa jauh pemahaman kita dalam berlogika teknis…

Logika, provide sebuah fakta bagi pemirsa (kita) tidak perlu dituntut dengan kelimuan yang tinggi, apalagi melebihi kemampuan pencipta atau penemu tersebut, tapi yang kita perlukan dulu adalah mencerna apa yang di klaim oleh penemu, berikan fakta secara JELAS dan tak terbantahkan..terlebih setelah inspeksi secara langsung tentulah akan membuat nama bangsa menjadi harum dan membuat kita bangga tentunya…

Demikianlah tulisan ini dibuat, saya pribadi bukan tidak setuju, tapi sangsi atau ragu, dimana atau kenapa memberikan FAKTA yang seharusnya begitu mudah, malah tidak dilakukan…

Wassallaam…