Ahok menurut saya lebih tidak jaim daripada pemimpin lain…

Kebergantungan Ahok terhadap orang lain menurut saya lebih rendah dibanding pemimpin di indonesia yang lain bahkan jokowi.

Kenapa orang bisa jaim?
Karena pengaruh lain, atau pengaruh luar lebih kuat daripada pengaruh ia sendiri.
Karena ketergantungan kita terhadap orang lain sangat tinggi maka semakin jaimlah kita.

Orang yang sangat yakin dengan kebenaran (setidaknya baginya), dan orang tersebut sangat rendah kebergantungannya dengan orang lain, sangat rendah juga kepentingan nya dengan orang lain, maka dia akan lantang menyuarakan apa yang ingin ia suarakan….

Contoh orang-orang yang sangat rendah tingkat jaim nya:

Erdogan Presiden Turki didepan pemimpin super power Shimon Peres, erdogan bisa berbicara lantang, meninggalkan begitu
saja Shimon Peres yang lagi duduk dalam pertemuan yang berdampingan…

Raja Arab yang baru Salman, berani meninggalkan obama untuk shalat disaat azan baru berkumandang, padahal waktu shalat masih cukup panjang…
Coba kita di datangi orang penting, waktu shalat baru tiba, jarang sekali kita untuk menyegerakan shalat, kasarnya bahkan
mungkin faktanya kita lebih takut kepada orang tersebut daripada allah…
Semakin lama kita menunda shalat tersebut, semakin besarlah juga tingkat ke jaim-an kita terhadap orang tersebut…
Coba posisinya terbalik, pas waktu shalat tiba, dengan segera kita akan permisi untuk shalat dan meninggalkan dia sebentar…

Almarhum Buya Hamka, walaupun dia dulu sangat bersahabat dengan sukarno…pada akhirnya berbeda pendapat, maka buya hamka akhirnya berseteru, bahkan dimasukkan ke penjara oleh sukarno,…
Artinya tidak ada yang ditakutkan oleh alm buya hamka bahkan sukarno…

Suatu kata-kata yang mahsyur dan sangat masuk akal dari Buya Hamka:

“Adalah satu hal yang sangat tidak bisa diterima akal; mengakui diri Islam, mengikuti perintah Allah dalam hal sembahyang (shalat) tetapi mengikuti teori manusia dalam pemerintahan”

Saya pernah punya teman seorang pengusaha, yang banyak berbisnis dengan pejabat…bukan pengusaha berbisnis dengan pengusaha atau end-user swasta lain….
Sering sekali ia dimaki-maki oleh pejabat, dia hanya manut, manggut manggut saja sewaktu di maki-maki oleh pejabat
tersebut, setelah pejabat tersebut tidak ada, maka dia balik memaki-maki si pejabat bahkan jauh lebih kotor dari makian
pejabar tersebut, tapi bedanya si pejabat tidak mendengar makian dia…hehehe…

Artinya?
Artinya dia sangat bergantung dengan pejabat tersebut, tangannya ada dibawah bahkan tidak setara dengan pejabat tersebut…
Dia balik memaki karena ia pun merasa benar (baginya), tapi tidak berani menyuarakan kebenaran….

Terlepas ahok sering berkata kasar, mungkin memang sisi moral yang rendah pada ahok.. atau angry management nya
memang tidak bagus,.tetapi yang sudah pasti dia lebih sedikit jaim nya…
Sehingga ada hal yang menurut ia salah, maka ahok pun dengan enteng mengeluarkan kata-kata apa saja….
Karena ahok sangat merasa benar dan merasa tidak ada kebergantungan dengan banyak orang.
Coba kita yang banyak kepentingan dengan orang lain, suatu saat berbenturan kepentingan dengan orang lain, maka kita akan
noleh kanan kiri atas bawah depan belakang sebelum mengeluarkan pernyataan, kita pernah maling ga dengan orang
tersebut? Kita pernah makan jasa ga dengan orang tersebut, kita bergantung ga dengan bapaknya, emaknya, kerabatnya dll
dll…

Jika kata-kata kasar menjadi suatu patokan dari kebenaran, kata kasar menjadi hal yang harus dihilangkan diatas segala keburukan yang lain agar tercipta suatu kepemimpinan yang sempurna jelas kita sangat naif…
Selama ini, banyak pemimpin bermulut manis, seperti santun seperti bermoral (karena tidak berkata kasar) tapi faktanya sampai saat ini, mereka seperti menyodok-nyodok dubur rakyat menaruhnya ke panggangan, menggerus harta negara, super korup dll.

Bagaimana mungkin tinggal di indonesia, semua ada, alam yang sempurna, rakyat banyak yang menjadi kelaparan, membuat rakyat setengah mati bukan mati…menjadi dongok, naif, hobi menjadi kerbau yang dicucuk hidungnya dlll?
Karena kita selalu susah pada level kesusahan yang terendah, sehingga kebanyakan kita memikirkan urusan perut, tidak sempat memikirkan hal-hal lain, maka jadilah kita seperti ini, agar tetap bisa dikontrol secara otomatis…

Air Kaki yang menyegarkan
Air Kaki yang menyegarkan

Saya pribadi, jika saya di warga jakarta dan jika ahok islam, lebih memilih ahok daripada kompetitor lainnya…berdasarkan pertimbangan saya diatas…

Karena saya islam dan ahok bukan islam, saya tetap harus menuruti perintah agama, karena agama diatas segalanya,…
Just remember…kita dari mana, sedang dimana dan mau kemana setelah ini…

Dan pada tulisan ini, saya hanya menilai sisi ke jaim-an seseorang berdasarkan realita yang saya lihat, bukan masalah moral, kebenaran dll…