Masalah batu ruby atau bukan sering sekali menjadi perdebatan, karena Ruby adalah batu Corundum (aluminium oxide), sedangkan Batu Corundum ada safir yang banyak macam warnanya dan ada Ruby atau dikatakan Ruby, banyak warna merahnya bukan varian warnanya yang banyak, tapi semakin Merah semakin tepat si corundum dinamakan Ruby.

Jadi syarat disebut batu Ruby ya Corundum dan Berwarna merah.

Corundum berwarna merah artinya Aluminium Oxide juga terdapat unsur Chromium, jadi paduan Aluminium-Oxide plus chromium.

Bisa saja ada batu ruby yang merah, cukup merah, lemah merahnya, lalu ada sedikit warna abu-abu pada ruby.
Sedikit ini maksudnya sangat sedikit, tapi jelas merahnya.

Contoh seperti gambar dibawah ini:

ruby-abu-abu
ruby-abu-abu

Gambar diatas Ruby yang ada warna abu-abunya, tapi satu hal yang pasti, ruby diatas adalah gambar ruby yang berkwalitas rendah karena sangat terkotori oleh komponen lain dan opaque (tidak tembus cahaya) atau dengan kata lain jauh berkurang indahnya dibanding non opaque.

Jika sudah opaque dan sangat terkotori seperti gambar diatas atau yang mirip-mirip seperti diatas, rasa-rasanya tidak perlu didebatkan apalagi mau dipastikan apakah Unsur Chromiumnya mendominasi agar afdol dikatakan ruby, karena jika kita ingin memastikan dominasi atau persentase unsur chromiumnya lab-lab biasa tidak bisa, hanya lab papan atas atau lab pengecekan unsur unsur tambang seperti suconfindo yang hanya dapat memastikan kadar atau persentase chromiumnya dan biayanya sangat mahal sedangkan sudah dapat dipastikan ruby seperti gambar diatas hanya pada kisaran puluhan sampai ratusan ribu dalam bentuk batu cincin…