Islam itu terpecah dalam 73 golongan,
Jika golongan itu ibarat dijual di pasar….ada nawarin kue sunnah jelas banyak di kerubungi sunnah hobbies, ada yang nawarin kue bidah jelas banyak dikerubungi bidah hobbies, ada yg nawarin  kue sirik mulai dari paket hemat sampe paket mewah…juga akan banyak kerubungi oleh siriker’s, terlepas itu baik benar salah sesat bagi orang lain, orang islam itu pastilah akan saling menasehati  sesuai dengan anjuran Surah al-asr…

Jadi Monggo monggo….silahkan di kerubuti dagangan saya….kata pedagang sunnah, bidah, sirik dll…

Jadi silahkan bersaing dengan sehat, yang nawarin sunnah dan sunnah hobbies santai aja, tentunya bagi sunnah hobbies itu sudah TEPAT bukan?
yang nawarin biddah dan biddah hobbies santai aja, tentunya bagi bidah hobbies itu sudah TEPAT, terlebih ada bidah yang baik dan buruk bukan bagi bidah hobbies? Dst….

Gunakan akal sehat, karena jika akal sehat digunakan tidak ada istilah pemecah belah umat,  jangan-jangan justru mereka yang sedang menunggu-nungu indonesia terpecah belah berharap demikian.

Pecah belah bangsa, gimana dengan si M dan si N, yaitu Muhammadiyah dan NU?

Contoh kasus, ini bukan soal mana yang baik dan buruk terbaik, terkebelakang dll dll.

Tapi silahkan kita pikirikan dalam hati saja, contoh Organisasi muhammadiyah berdiri, Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan , ingat yaa 18 nov 1912 sumber Muhammadiyah.or.id.

Lalu NU (nahdlatul Ulama) berdiri pada 31 Januari 1926, sumber wikipedia.

Kenapa ada organisasi islam satu lalu timbul lagi satu? Apakah untuk memecah umat yang dipikirkan oleh muhammadiyah? Tentu tidak bukan, karena  orang islam itu pastilah akan saling menasehati  sesuai dengan anjuran Surah al-asr…

Jadi kembali ke pasar….

  •  Pada pasar itu ga ada yg memaksa kita untuk beli bukan?

Kalo ga ada yg maksa kenapa kita harus marah…tetap perjuangkan yang kita yakini….ini baru masuk akal jika yang kita ikuti benar…..baik itu sunnah, biddah, sirik dll.

  • Kenapa kita marah jika ada yang menggunakan kata Sunnah, Biddah, sirik dll?

Pernah ada Pedagang Batu Cincin berotak Preman yang marah pada pedagang batu lain yaitu teman saya dimana teman saya memasang LABEL yg benar (baginya) pada jenis batunya, bahkan ada label SINTETIS dan Label PALSU?
Lalu si otak preman maksa agar label tersebut di buang atau ganti, lalu ditanya si otak preman: jika dibuang labelnya, maka diganti dengan apa?

Si otak premanpun tidak tahu sewaktu ditanya, hanya bisa menjawab ganti apa saja, hehehe luar biasa aneh bukan?
Akhirnya diganti teman dengan sinonimnya Sintetik yaitu  Lab Created, akhirnya pembeli tetap nanya apa itu Lab created dan tentunya akan dijelaskan bahwa itu sintetik….

Jadi tetap perlu gunakan akal sehat agar tidak terjadi pasar yang krodit, bukankah kata-kata “BIDAH” memang ADA ketetapannya dan sepakat ADA dari dulu?  
Baik kata BIDAH  bagi sunnah hobbies, kata bidah bagi biddah hobbies itu sendiri, juga bagi para sirikers dll…

  • Jangan SHOCKED dengan keterbukaan karena kemajuan zaman bro, Jangan marah kalo ada kelompok yang berkata, itu tidak baik, ini tidak baik, sesat,  yang inilah baik dan benar dll.

Ini zaman millenium, kalo dulu satu keluarga, satu kaum kumpul-kumpul di masjid mengatakan ini baik, cara ini sesat dll TANPA ada yang tahu yaa wajar,…
Kalo sekarang ini tidak bisa, pada sunnah hobbies, biddah hobbies, sirikers harus siap dengan era ini….akan ada akal yang menerima satu dan menolak yang lain….

Apakah bagi kita suatu kaum itu gila, jika kaum itu berkata ini baik dan buruk kepada umatnya?
Tentu saja kita atau kaum akan berkata ini “baik” untuk yang kita sukai dan ini “buruk” untuk yang buruk bagi mereka….

Terlebih di zaman millenium…dimana internet sudah murah…kita jangan terkejut jika melihat orang lain mengatakan yang kita lakukan salah, karena tidak mungkin semua orang islam itu sama cara ibadahnya, terlebih sudah di pastikan rasul akan ada 73 golongan….

Waktu kita melarang teman ke diskotik, pemabuk, tentunya kita akan berkata diskotik,  mabuk dan paketnya itu tidak baik atau sesat bukan?
Begitu juga sebaliknya, pemabuk dan sejawatnya akan menetapkan yang sama untuk yang tidak sejalan bukan? Bahkan agama sekalipun itu bulshit bagi mereka, lalu mau diapakan?

Dibunuh? Dikapak? Dikurung?

Apalagi masih dalam koridor satu tiang agama,  tentunya tidak bisa…

Pasti ada statemen apa itu baik dan buruk sesat pada Sunnah hobbies juga pada Biddah Hobbies juga pada Sirikers dll.

  • Budayakan Gentleman’s Agreement, Jiwa bersaing itu pasti ada, terlebih ada keyakinan ini buruk, itu baik , ini sesat dll.

Saya pribadi SATU KALI saja tidak pernah terbersit, apalagi berkata kepada kompetitor kata “KAMU MERUSAK HARGA”, karena jika kita berkata merusak harga karena orang lain menurunkan harga, kenapa pula kita ikut LEBIH MENURUNKAN Harga, dimana otak saya?

Karena saya paling suka bersaing dalam perdagangan saya, tetap bersaing, akui kalah dan tinggalkan jika kita tidak mampu bersaing, cari bisnis yang lain…tentunya jika kita orang yang berPikir mengubah bisnis itu mudah, dan dalam islam rezeki itu sudah di jamin allah….

Jadi bersainglah dengan sehat…tetap lurus tunjukkan bahwa yang kita pahami itu benar, atau tinggalkan si pendebat jika kita tidak mampu straight dan tetap ingin ngotot pada keyakinan kita sebelumnya…

Sekali lagi janganlah kita berlaku seperti pedagang otak preman, dimana pernah teman saya jualan menyaingi harga si otak-otak preman disekitarnya lalu mereka paksa ubah atau tinggalkan tempat itu jangan jualan di area itu lagi menekan teman saya.

Kalo cerita pedagang otak preman ini kita semua nangkep itu tidak benar bukan?

Seharusnya juga dalam terapan dakwah, sunnah hobbies, bidah hobbies, sirikers, harus fair….
Jika ada kaum LAIN akhirnya banyak yang menjadi atau BERALIH ntah itu menjadi “Sunnah Hobbies”, ntah itu menjadi “bidah hobbies”, ntah itu menjadi “sirikers”, kita harus tetap bersaing dengan sehat, tetap tunjukan yang kita yakini itu benar, yang kita yakini itu baik, atau tinggalkan keyakinan kita kalo kita tahu itu tidak benar, ganti keyakinan, yang penting jangan bunuh diri….

Sayapun pernah menjalankan ajaran bapak saya agar tidak perlu mengucap niat waktu mau shalat, cukup dalam hati….

Karena saya pernah berkumpul dengan yang tidak sealiran dengan bapak saya, lalu saya mulai yakin bahwa allah itu ga tau, kita harus ucapkan agar dia dengar, seandaipun allah mendengar kita tetap Harus TEGASKAN bahwa kita ini nih sedang mau shalat magrib misalnya….dll.

nTah kenapa cara shalat seperti inipun saya tinggalkan dengan sendirinya dan kembali ber niat cukup dalam hati seperti yang alm bapak saya ajarkan….

Jika seperti ini semua indonesia akan aman untuk berdakwah, bahkan pada level antar agama.

Mohon maaf, jika ada yang salah, dan afdolnya tetap straight, tunjukkan bagian mana yang salah dan seharusnya bagaimana….

Wassallam…