Pembangkit Listrik Tenaga Angin atau PLTA, sebetulnya konsepnya sederhana, sama atau mirip dengan generator umum, seperti generator genset, generator mobil atau sering disebut juga dengan kata alternator, bahkan sama dengan generator jadul yang ada disepeda, sering disebut orang dinamo…. ūüôā

Isinya hanyalah Generator Pembangkit listrik yang jika diputar maka akan menghasilkan listrik, konsep umumnya pada Rotor dari Generator dipasangi kipas sehingga jika ada angin yang bertiup, maka kipas akan berputar dan Rotor ikut berputar dan tentulah namanya generator listrik maka akan menghasilkan listrik dari tenaga putaran tersebut.

Perlu diketahui, Rotor adalah bagian berputar suatu Motor dan Stator adalah bagian yang diam atau tidak bergerak pada suatu motor atau dynamo atau generator.

Rotor Stator General
Rotor Stator General

 

Lalu apa saja hal yang paling harus kita ketahui sewaktu ingin membeli PLTA?

Banyak sekali yang membingungkan kita sewaktu ingin membeli PLTA kecil skala rumah tangga, hal ini karena jika kita lihat dari harga sering sekali kita temui harga yang “mirip” namun kadang watt atau tenaga atau power yang cukup berbeda, atau watt yang mirip tapi harga yang sangat berbeda.

PLTA Rumah tangga umumnya sederhana, karena dari kipas umumnya langsung terhubung ke rotor melalui komponen sederhana penghubung kipas dan rotor, jadi mekanismenya sederhana.

Namun Hal apa saja yang membuatnya mahal atau lebih murah, silahkan baca penjelasan sederhana dibawah ini…

  • Watt – Rated Power vs Max Power

Tentukanlah dulu Watt Nominalnya (rata-rata) jika ada, bukan Maximum Watt, misalnya pada sepsifikasi menjelaskan:
Rated power: 300w –¬†Maximum power: 400w mana yang lebih di utamakan?

Jadi saran saya untuk pilihan pertama ini, jangan tergiur dengan kata-kata Watt Maximum, tapi berpeganglah ke nilai Rated Power.

  • RPM

Berbeda “sedikit” dari generator bertenaga minyak bensin atau solar atau yang sering disebut genset, dimana memerlukan putaran permenit yang tinggi (RPM ) misalnya 1200 Rpm, nah pada Generator PLTA modern umumnya sudah bisa optimum pada putaran rendah.

Jika dari perbedaan fisik, generator plta karena idealnya bisa menghasilkan listrik dengan putaran rendah, maka body nya jauh lebih besar, lebih berat dibanding dengan genset bensin.

Dan yang paling penting, tentulah dari sisi daya tahan, generator dengan putaran rendah jauh lebih dingin, artinya juga umur yang sudah pasti lebih panjang daripada putaran tinggi.

Contoh ukuran generator putaran rendah yang cocok untuk plta dibawah ini, yang hanya 500W dan putaran idealnya 600rpm, tapi ukuran fisiknya hampir sama dengan generator genset 1500 watt, bahkan ada yang hanya 150Rpm.
Dan memang secara harga lebih mahal generator yang berputaran rendah daripada generator putaran tinggi, semakin rendah putarannya maka semakin mahal, semakin besar juga fisiknya.

Wipo 500W PMA Generator
Wipo 500W PMA Generator
Wipo 500W PMA Generator
Wipo 500W PMA Generator

Dibawah ini gambar generator Rated RPM hanya 450 Rpm dengan watt 5000 watt dan Berat 175kg.

5000w - 380V - Permanent Magnet Generator
5000w – 380V – Permanent Magnet Generator

Dibawah ini Generator Genset umum, dimana sama powernya 5000W, Rpm 1500, hanya 85kg, tapi harganya hanya 10 sd 20 persen dari harga generator diatas (5000W putih).

generator umum 5kw
generator umum 5kw

Jadi Pastikan dulu sewaktu ingin membeli PLTA Rpm Idealnya si Generator berapa Rpm.

Umumnya jika penjual tersebut menyertakan Rpm Motor, biasanya dituliskan dengan kata Rated Speed Generator dsb, misalnya: Rated speed: 450r/m, tentunya semakin rendah akan semakin mahal.

 

  • Rated Wind Speed VS Cut-in Wind Speed atau Star Up Wind Speed.

Sebetulnya istilah ini banyak juga menggunakan nama lain, misalnya Rated Output speed, Rated Speed, dsb, ini seharusnya lebih kita utamakan dalam perhitungan kita dari pada cut-in speed.

Rated Wind Speed atau Rated Ouput Speed maksudnya adalah, Keperluan Kecepatan angin yang Optimum sehingga si PLTA bisa menghasil daya idealnya atau mencapai Rated Power diatas.

Silahkan lihat 3 gambar dibawah ini:

wind power specs 10W
wind power specs 10W
wind power specs 10W
wind power specs 10W
Spesifikasi umum kecepatan generator angin
Spesifikasi umum kecepatan generator angin

Pada gambar diatas, ada Start Up wind Speed vs Working Wind Speed, dimana plta dengan daya 10W dan max 15W, mulai berputar pada kecepatan 2m/s (2 meter per detik), DAN menghasilkan rated power 10w pada kecepatan angin 11m/s dan 15W pada kecepatan angin 16 sd 20m/s.

Nah, kenapa Cut-in tidak begitu kita utamakan?
Karena Rated Ouput Power (Nominal Watt) masih terlalu jauh tercapai jika kecepatan angin masih disekitaran cut-in speed…
Umumnya PLTA mulai masuk pada nominal watt nya pada kecepatan angin sudah mencapai 75 persen dari Rated Speed atau kecepatan nominal kebutuhan PLTA.

  • Cut-off Speed.

Cut Off Speed artinya jika kecepatan angin mulai mencapai sesuai spesifikasi cut off, misalnya 25m/s itu berarti motor akan stop otomatis, atau sistem akan berhenti otomatis jika kecepatan angin mencapai secepat itu, hal ini berguna untuk mengurangi resiko kerusakan mekanisme motor dan juga kerusakan komponen elektronik nya.

Apakah kita bisa mendapatkan 3 perhitungan penting seperti Watt, RPM, Win speed diatas jika kita membeli Generator atau Motor Generator Dynamo saja?

Tidak bisa, karena Spesifikasi wind speed berdasarkan komponen lain, hasil perhitungan pabrik dari suatu produk atau model tersebut saja, kecuali Watt dan RPM tentu dua perhitungan ini ada pada generator nya.

Contoh Generator RPM rendah yang kami jual, disini

Iklan