Cari

Zulkarnain

The world is composed of givers and takers. The takers eat better, and the givers sleep better…

Kategori

Islam

Kita hanyalah setitik debu kosmik yang tak berarti di alam semesta ini…kecuali hanya untuk patuh terhadap ketentuan Allah Swt….

Meng-ghibah Pejabat/Pemerintah akan mendapat dosa & si pejabat dapet transfer pahala?

Ghibah = Bergunjing

Saya sering membaca tipikal statement diatas dimana menurut saya sangat kaku, dan seperti sangat absolut, tidak bisa lagi berubah, pokoknya dosa wesss…, artinya siapa yang menjelek2kan pemimpinnya maka dia pasti berdosa dan pemimpin tersebut mendapat transfer pahala, yakin sesederhana itu? dan apakah hanya itu satu-satunya jalan keluarnya?

Menurut saya jika sesederhana itu konsepnya tentunya akan menjadi cacat bahkan kontradiktif dengan hukum-hukum islam lainnya.

Sebelum di lanjutkan, pertama-tama, pegang dulu statement saya bahwa saya sangat percaya dan 100 persen benar untuk hadits:

Ghibah/bergunjing dapat membuat pahala seseorang berpindah kepada orang lain yang ia gunjingkan Rasulullah saw bertanya,

“Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di
hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan
diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa – dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).

Kita lihat bentar hadits diatas, “mencaci si anu”, “menuduh si anu” artinya yg kena caci itu sifatnya korban.
Trus “Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi”, artinya yg kena ghibah sifatnya kena zalimi, artinya yang kena ghibah tidak ada salah terhadap si penggibhah…

Misalnya saya tiap hari makan nasi campur garam, lalu tetangga mengejek saya karena miskin, cacat otak tidak mampu mencari rezeki, saya yakin juga tetangga saya akan mentransfer pahala kepada saya.
Jadi saya sangat percaya 100 persen dalam kasus seperti ini si penggibah akan mentransfer pahala kepada si korban, tidak ada keraguan sedikitpun dalam hal ini.

Tapi saya tidak percaya, permasalahan sekarang yang sering kita lihat, misalnya seseorang mencaci pemerintah atau pejabat lalu ia 100 persen berdosa dan si pejabat mendapat pahala.

Misalnya ada statement, “enaknya jadi pejabat/pemerintah yg kena ghibah oleh rakyatnya, udah hidup enak didunia, lalu di akhirat nanti dia akan mendapat perhitungan transfer pahala dari rakyatnya”.

Ini seperti ada semacam keuntungan pasti akibat menjadi pejabat korup, seolah semakin korup dia maka semakin banyak yang mencacinya, maka si pejabat semakin panen pahalanya..
Tentu hal ini sangat kaku dan terlihat terlalu absolut harus seperti itu hukumnya…

Coba kita pikirkan, kita ini mahluk sosial dan terlebih kita di indonesia, toleransi orang indonesia umumnya begitu tinggi….jarang-jarang ada pejabat yang melakukan kesalahan kecil lalu seantero indonesia mencacinya.
Umumnya karena kesalahan fatal, kebijakan fatal yang berpengaruh pada nasib orang banyak…lalu mencaci mereka dimana kita merasa dirugikan lalu kita otomatis mentransfer pahala ke pejabat? Luar biasa fantastis…

Bagaimana jika si pencaci itu korban (rakyat) atas kebijakan yang pemerintah buat? Yakin sekonyong2nya si pencaci mentransfer pahala ke pejabat?

Apakah karena dia pemimpin dalam suatu sistem yang dinamakan pejabat atau pemerintah yang sudah pasti salah (misalnya) di caci maki rakyat tidak boleh 100%?

Yang saya percaya benar adalah, jika ada seseorang yang mengeluarkan statement,
“bersabarlah dengan pemerintah/seseorang yang zalim, jika engkau bisa bersabar dan tetap beribadah maka surga telah menanti”.

Saya sangat yakin jika ada orang yang sabar dalam setiap cobaan, dia selalu sabar apalagi bisa memaafkan….menurut saya inilah manusia the best of the best of the best, yang tidak saya ragukan lagi..

Terlebih banyak hadits atau al-quran yang menjelaskan kebaikan dari suatu kesabaran.
Misalnya, “Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang
mereka kerjakan”. [An-Nahl : 96]
Misalnya lagi, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. [Az-Zumar : 10]

Tapi apakah salah jika saya mencaci pemerintah, misalnya suatu saat saya di tuduh mencuri padahal saya tidak mencuri dan tidak terbukti tapi saya keburu di tembak (bahkan jika hanya menghabiskan waktu saya) dalam suatu pengejaran yang membuat saya cacat seumur hidup?
Saya yakin jika saya sabar, apalagi memaafkan tentunya itu lebih baik….tapi tidak juga saya berdosa jika saya mencaci pemerintah atas dasar kesalahan ini karena cacat dalam terapan kebijakannya.

Contoh yang saya alami dan tipikal kejadian ini sering sekali saya alami, saya import barang seharga 20an jt, lalu dihitung pemerintah (BEA CUKAI) saya harus bayar pajak masuk 30an juta (hampir 40jt) karena kesalahan perhitungan, dimana seharusnya saya membayar hanya paling banyak 5jt sd 7jt, tapi hasil perhitungan akhir saya harus bayar tetap di 30an jt..

Setelah apa yang saya alami, apakah saya berdosa mencaci pemerintah?
Saya yakin saya tidak berdosa karena dalam kasus ini saya korban juga keterbatasan saya sebagai manusia biasa, yang terkena dampak dari kesalahan sistem yang mereka buat, dan memang iya jika saya bisa sabar, apalagi bisa memaafkan saja kejadian tersebut, tentunya saya termasuk manusia the best of the best of the best, yang tidak perlu di ragukan lagi 🙂

Contoh lagi, yang lagi marak dalam beberapa hari terakhir, kasus keterlambatan pelepasan barang import (terjadi Red Line) yang terjadi
karena ada perubahan kebijakan oleh pemerintah, sehingga biasanya barang sudah dirilis dalam waktu 1-3 hari sekarang bisa bermiggu-minggu…

Kebayangkan kesulitan yg dialami rakyat? Misalnya jatuh tempo dia punya hutang dan menanggung kerugian yang besar, barang punya/titipan konsumen jadi telat membuat konsumen tidak percaya lagi, atau bahkan kena cancel oleh konsumen.

Apakah berdosa jika seseorang itu mengejek pemerintah karena kelakuan mereka tersebut?
Apalagi permasalahan ini bisa memicu efek domino dimana bisa saja terjadi pada rakyat yang sama sekali mereka bukan importir, misalnya mengalami kelangkaan sesuatu yang dibutuhkan orang banyak.

Saya yakin importir tidak berdosa jika ia mencaci pemerintah, karena dalam kasus ini importir korban dari kesalahan sistem yang mereka buat, dan memang iya jika importir bisa sabar, apalagi bisa memaafkan saja kejadian tersebut, tentunya importir termasuk manusia the best
of the best of the best, yang tidak perlu di ragukan lagi 🙂

Lalu ada sebagian orang berkata mengkritik pemerintah harus secara diam-diam, apakah memang harus atau absolut seperti ini yang di benarkan?

Lalu apa solusi nya jika tidak bisa diam dimana pernah saya lakukan?

Apakah saya harus sabar?

Bagaimana jika saya tidak sabar lalu mencoba memblow-up permasalahan supaya terdengar pemerintah di tempat umum?

Yang saya lakukan bukan memberontak…apa yang mau saya berontakkan…hehehe, contoh kasusnya dibawah ini:

Pemerintah (PLN) “katanya” mendukung konsep green energy salah satunya dengan tenaga matahari, lalu saya
mencoba peralatan murah dulu sebagai tester, namanya controller harganya 4jt-an, dan setelah di test bekerja dengan sempurna!
Setelah tau bekerja sempurna, saya langsung membeli 2 controller baru (karena saya memakai 2 meteran) untuk mengganti alat test yang kecil tadi dengan harga total controller 70an juta.

Sebelum alat datang, eeh tau-tau pln lokal mengganti meteran yang hasilnya tidak mendukung seperti meteran yang lama.
Saya minta ganti dengan pejabat PLN secara diam-diam, tidak menggerutu apalagi memberontak yang mendukung controller….tapi tetap tidak ditanggapi, akhirnya saya mempublish video di youtube dan kompas mengenai KEKEsalan saya pada pemerintah (PLN).
Akhirnya Dirut PLN (sekarang tersangka maling oleh KPK) menghubungi saya, dan akan memberikan meteran yang mendukung peralatan yang baru. Tapi setelah komunikasi, tetap saja janji tinggal janji…controller yang saya beli hanya menjadi sampah.

Jadi apakah saya berdosa mencaci-caci pln dengan mempublish video di youtube?
Sekali lagi, Saya yakin saya tidak berdosa jika saya mencaci pemerintah, jika menurut saya…saya adalah korban dan memang iya tidak saya ragukan jika saya bisa sabar, apalagi bisa memaafkan saja kejadian tersebut, tentunya saya termasuk manusia the best of the best of  the best!

Apakah yakin kita akan selalu sabar dalam suatu cobaan yang besar misalnya dalam carut marut ekonomi saat ini, tidak sekalipun mencela pemerintah karena itu berdosa….?

Malah kenyataan yang paling saya temui adalah ibaratnya saya sering sekali bertemu dengan seseorang yang ngakunya Pembalap Formula 1, tapi masa dalam kesehariannya bawa mobil layak jalan raya umum saja tidak bisa.

Tepatnya saya sering ketemu mulai dari orang biasa saja, bukan alim ulama…mencetuskan suatu statement yang luar biasa, misalnya selalu berkoar-koar memafkan pemimpin…pokoknya yg fantastis bombastis deh…
Bahkan seseorang yang alim yang juga mencetuskan statement yg mirip-mirip seperti itu, seolah super bijak, super pemaaf, super sabar dalam ikrar nya pada suatu kasus yang besar yang menyangkut perut orang banyak tapi tidak menyangkut perut dia….

Pokoknya semua harus dimaafkan, kalo dicaci berdosa…. 🙂

Eeeeh nanti pas dalam keseharian saya temui dia lagi mengalami suatu permasalahan yang sepele seperti kesalahan hitung dari penjual atau kesalahan2 yg tidak bombastis yang umumnya terjadi dalam keseharian kita deh….tapi pada waktu terjadi padanya, dia ngotot menuntut haknya…atau dia lagi mengurus suatu surat di kantor pemerintah, lalu lama, diacuhkan, di ping pong…lalu dia mulai ngoceh sana ngoceh sini…

Demi allah, saya tidak mengatakan ia salah berlaku seperti itu, apalagi menganggapnya munafik selagi ia menuntut kebenaran…tentu hak nya dia.

Tapi yaa itu tadi tidak konsisten dengan statement yang yang super bijak pada kasus besar yang tidak bersangkutan dengan dia…mirip pembalap formula 1 tadi…

Bukan juga artinya tidak ada orang yang sabar dalam kasus yang sangat besar, itu pasti ada…seperti orang tua yang memaafkan si pembunuh anaknya..dll dll…

Jadi bagi saya mencaci, menggunjingkan orang lain itu memang benar berdosa jika kita mencaci kepada seseorang yang tidak bersalah kepada kita atau tidak ada keterkaitan dengan kita dimana kita lakukan hanya sekedar memuaskan penyakit hati kita misalnya…tentu saja kita akan bangkrut di akherat…

Apalagi kita hanya membalas kesalahan yang menurut kita belum sepadan dengan kerugian yang kita alami…tentu menurut saya pribadi sah-sah saja…tentu jika kita mampu bersabar itu opsi terbaik dan lebih sempurna (kalau bisa).

 

Bukan berarti saya tidak setuju dengan orang yang sabar, justru saya mau saja bersabar selagi saya mampu bersabar…

Wassallaam

Akulah Pemakan Riba – Kisah Hijrah Pedagang Brownis yang bikin Hati Teriris

(Tulisan: Prasetyo Budi Widodo di Purwokerto)
sumber Facebook

“AKULAH PEMAKAN RIBA!!”

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh..
Saya adalah penebar riba.. saya bujuk orang-orang yang punya usaha untuk berhutang dengan bunga sekian % di bank BUMN tempat saya bekerja.. saya tipu mereka dengan berkata bahwa bunga pertahun hanya sekian % tetapi saya arahkan mereka untuk mengambil hutang lebih dari setahun, sehingga pendapatan bunga menjadi lebih besar!!
Target saya terlampaui!!
Saya menjadi prajurit terbaik!!
Dan saya menjadi ujung tombak perusahaan yang lihai dalam memasarkan kredit!!

Yaa.. saya adalah salah satu dari sekian banyak prajurit di bank BUMN dengan aset terbesar!! Sayalah salah satu dari sekian banyak pasukan penebar riba yang setiap mendekati akhir bulan selalu berwajah tegang..!
Pulang hampir tengah malam!!
Senggol bacok!!
Demi menagih bunga untuk perusahaan!!

“Wahai para nasabah!!! Bayarlah bunga kalian!!! Bila tidak, agunan kalian saya lelang!! Hahahaha.. Jika kalian tidak terima, panggilah LSM.. gugatlah perusahaan saya!! Maka perusahaan saya akan mengirimkan perwakilannya untuk datang ke pengadilan untuk menghadapi gugatan kalian!!! Hahahaha…”

Congkak dan sombong…!!

Bagaimana saya tidak sombong! Bekerja di bank BUMN adalah cita-cita saya..lihatlah! Baju saya rapi dengan merk terkenal..! Saya berdasi.. saya naik mobil! Siapa yang tidak suka dengan kondisi mewah seperti itu??
Itulah saya!!!

Sebelum saya DITAMPAR oleh ALLAH…!!

Lanjutkan membaca “Akulah Pemakan Riba – Kisah Hijrah Pedagang Brownis yang bikin Hati Teriris”

Fatwa fatwa MUI yang nyeleneh menurut kita

Bah, bapak emak (manusia) kita…bahkan Allah pun kita cuekin perintahnya…giliran MUI (Majelis Ulama Indonesia) ngeluarin fatwa base on al-quran, kita (juga manusia) jadi sewot…kita kan manusia bukan setan….?

Alim Ulama para kiyai itu wajib memberitahukan apa yg baik dan benar dalam agama, sebab itu menjadi kewajibannya dan menjadi tanggung jawabnya di akhirat.
Layaknya emak bapak yg mendidik masalah agama kepada kita, karena itu kewajiban mereka…jika tidak mereka akan ditanyai kelak di akhirat jika anaknya masuk neraka karena orang tua tsb yg tidak mengajarkan kepada anaknya.

Jadi memberitahukan itu harus/wajib bagi mereka, soal nanti mau dituruti atau ngga…yaa itu kembali kepada masing2….tetapi tanggung jawab untuk menyampaikannya sudah lepas.

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Ini adalah wasiat yang amat berharga yang Allah ceritakan tentang Lukman Al Hakim supaya setiap orang bisa mencontohnya … Kezholiman dan dosa apa pun walau seberat biji sawi, pasti Allah akan mendatangkan balasannya pada hari kiamat ketika setiap amalan ditimbang. Jika amalan tersebut baik, maka balasan yang diperoleh pun baik. Jika jelek, maka balasan yang diperoleh pun jelek” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 11: 55).

Jadi perhitungan sebab akibat akan ada perhitungannya di hari kelak, walau sekecil apapun….

Apakah kita akan percaya dengan mulut manis (sampah) ustadz Abu Janda ustad alboliwudi?

Saya pribadi tidak…dan justru saya pribadi saking geramnya sama babi ini…bila ada kesempatan ingin berduel berdua dengan tangan kosong dan dengan perjanjian tanpa tuntutan hukum dari kedua belah pihak….jika babi ini setuju tentunya…

Ustadz Abu Janda alboliwudi saya singkat UAJA, alias Akung alias Heddy Arya Permadi, mungkin menyesal karena terlalu tergopoh2 menggunakan nama itu untuk mengelabui umat islam, karena nama tersebut sangat aneh….sehingga mudah sekali diketahui penyamarannya

Dulu ia sangat kejam, sebetulnya tidak aneh…karena sesuai dgn yg telah disebutkan dalam al-quran….

Uaja sangat bernafsu membuat situs islam (islamtoleran.com)…tapi isinya memecah belah umat islam, menghasut umat islam dsb…

Pada akhirnya anjing ini ketahuan belangnya…situsnya di tutup…tapi ia enggan mengakui bahwa ia non muslim…

Lanjutkan membaca “Apakah kita akan percaya dengan mulut manis (sampah) ustadz Abu Janda ustad alboliwudi?”

Daftar Rekening Donasi Dakwah dan berbagai Bencana Dalam Luar Negeri dll.

ACT Aksi Cepat Tanggap.

http://act.id/id/rekening

Aksi Cepat Tanggap
Aksi Cepat Tanggap

Semua rekening atasnama Aksi Cepat Tanggap

Kemanusiaan Umum
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
CIMB Niaga 411 01 0028 9000 Kemanusiaan Umum
BSM 101 000 9990 Kemanusiaan Umum
Bank Mega 010 8800 1100 0354 Kemanusiaan Umum
Syariah Mega Indonesia 010 8800 1100 0354 Kemanusiaan Umum
Solidaritas Palestina
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BSM 101 000 5557 Solidaritas Palestina
Mandiri 128 000 4593 338 Solidaritas Palestina
BCA 676 030 0860 Solidaritas Palestina
BNI Syariah 009 611 0239 Solidaritas Palestina
Solidaritas Suriah
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BSM 101 000 1114 Solidaritas Suriah
Mandiri 164 0000 965 550 Solidaritas Suriah
BCA 676 025 4442 Solidaritas Suriah
BNI Syariah 66 00000 120 Solidaritas Suriah
Muamalat 304 0031 870 Solidaritas Suriah
CIMB Niaga 433 01 0020 7006 Solidaritas Suriah
Solidaritas Rohingya
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BCA 676 030 2021 Solidaritas Rohingya
Mandiri 128 000 4723 620 Solidaritas Rohingya
BSM 706 854 8181 Solidaritas Rohingya
BRI 092 401 000018 304 Solidaritas Rohingya
100 Pulau Tepian Negeri
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
Mandiri 101 000 5625 106 100 Pulau Tepian Negeri
BCA 676 025 4434 100 Pulau Tepian Negeri
BCA 676 025 4400 100 Pulau Tepian Negeri
BNI Syariah 66 00000 164 100 Pulau Tepian Negeri
Wakaf
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BSM 166 002 1212 Wakaf
BCA 163 035 8007 Wakaf Pangan
BCA 706 133 7417 Wakaf Qurban
CIMB Niaga Syariah 528 01 0000 1006 Wakaf Qurban
CIMB Niaga 080 01 0098 4009 Wakaf Ternak
Mandiri 128 000 4555 808 Wakaf Aset Produktif
Mandiri 166 002 1110 Wakaf Ilmu
Qurban
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BSM 101 002 6996 Qurban
BCA 676 017 6760 Qurban
Mandiri 101 000 4884 977 Qurban
Muamalat 304 006 9326 Qurban
BII Syariah 270 0006 110 Qurban
BNI Syariah 333 400 5000 Qurban
Zakat
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
Mandiri 128 000 4793 136 Zakat
BCA 676 025 1991 Zakat
Infak
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BCA 676 025 5252 Infak
BNI Syariah 66 00000 108 Infak
Peduli Bencana Banjir
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BCA 676 030 3133 Peduli Bencana Banjir
Mandiri 101 000 4802 482 Peduli Bencana Banjir
BSM 004 011 9999 Peduli Bencana Banjir
Permata Syariah 097 1001 224 Peduli Bencana Banjir
Muamalat 304 006 9127 Peduli Bencana Banjir
BII Syariah 270 0006 004 Peduli Bencana Banjir
BNI Syariah 0270 360 372 Peduli Bencana Banjir
BRI 0382 01000 222 303 Peduli Bencana Banjir
Dapur Sosial
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BCA 676 025 5040 Dapur Sosial
Mandiri 164 0000 965 576 Dapur Sosial
BNI 014 076 5481 Dapur Sosial
Bengkel Gizi Terpadu
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BNI Syariah 66 00000 153 Bengkel Gizi Terpadu
CIMB Niaga Syariah 520 010049 3009 Bengkel Gizi Terpadu
ACT Cabang Bandung
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BNI Syariah 440 000 5051 ACT Cabang Bandung
Mandiri 164 0000 965 584 ACT Cabang Bandung
BSM 706 854 4313 ACT Cabang Bandung
Jabar 000 962 559 3001 ACT Cabang Bandung
BCA 676 000 9944 ACT Cabang Bandung
ACT Cabang Medan
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
Mandiri 101 000 5634 264 ACT Cabang Bandung
BNI Syariah 66 00000 142 ACT Cabang Bandung
Permata Syariah 097 0613 048 ACT Cabang Bandung
BSM 709 8258 374 ACT Cabang Bandung
ACT Cabang Yogya
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
BNI 341 854 750 ACT Cabang Yogya
BSM 030 008 0080 ACT Cabang Yogya
Mandiri 164 0000 965 543 ACT Cabang Yogya
BCA 676 030 3028 ACT Cabang Yogya
ACT Cabang Semarang
Bank Nomor Rekening Peruntukkan
Mandiri 164 0000 932 006 ACT Cabang Semarang
BNI Syariah 55 0000 7772 ACT Cabang Semarang
Permata Syariah 0701 621 174 ACT Cabang Semarang

Khalid Basalamah Islamic Centre

<https://www.facebook.com/ustadzkhalidbasalamah/posts/464695563690453&gt;

Data Rekening :
Bank Muamalat : 8050000852 atas nama Khalid Z.A Basalamah.
Bank Muamalat : 8050000172 atas nama Khalid Z.A Basalamah.

Rodja TV 

http://infaq.rodja.co.id/

rekening rodja tv
rekening rodja tv

Operasional Radio Rodja
Bank Syari’ah Mandiri
Nomor rekening: 756 1212 001
Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah
Cabang: Cibubur

Operasional Rodja TV
Bank Syari’ah Mandiri
Nomor rekening: 756 1717 006
Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah
Cabang: Cibubur

SDIT Cahaya Sunnah
Bank Syari’ah Mandiri
Nomor rekening: 756 1515 004
Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah
Cabang: Cibubur

Peduli Kemanusiaan
Bank Syari’ah Mandiri
Nomor rekening: 756 1616 005
Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah
Cabang: Cibubur

Zakat Mal
Bank Syari’ah Mandiri
Nomor rekening: 756 1919 008
Atas nama: Yayasan Cahaya Sunnah
Cabang: Cibubur

FPI Front Pembela Islam

http://www.fpi.or.id/p/rekening-fpi.html

No Rekening FPI
No Rekening FPI

Blog di WordPress.com.

Atas ↑