Cari

Zulkarnain

The world is composed of givers and takers. The takers eat better, and the givers sleep better…

Kategori

Tokoh Islam

Arrahmah.com vs Arrahmah.co.id terhadap Zakir Naik

pandi - data arrahmah.co.id
pandi – data arrahmah.co.id

Kenapa harus ada arrahmah.co.id padahal arrahmah.com sudah ada dari dulu dan terlebih sudah terkenal?

Ada banyak kemungkinan siapa pemiliknya, bisa memang PBNU, bisa syiah, bisa juga pembenci ISLAM, bisa juga pembenci arrahmah.com, hanya situs Pandi.Or.ID yang bisa membeberkannya dan menghapusnya..

Mendapatkan domain .co.id memang tidak bisa pakai ktp saja seperti domain dot com, harus dgn surat sepeti akte perusahaan dll dll, jika memang PBNU pemiliknya, masyaallah….kenapa menyuarakan yang menurutnya benar menggunakan arrahmah.co.id?

Ini Trik untuk apa?
Kenapa tidak langsung ke website PBNU?
Sepeti Muhammadiyah berdakwah di situs resminya?
Trik trik ini sungguh luar biasa bagi orang awam…
Dengan cara spt ini saja seharusnya sudah bisa mengartikan ada udang dibalik batu….

Cara atau trik yang Aneh bukan?

Lanjutkan membaca “Arrahmah.com vs Arrahmah.co.id terhadap Zakir Naik”

Iklan

Ajaran Buya Hamka tidak Valid?

Buya Hamka Mengamalkan Maulid dan Qunut Subuh Setelah Baca 1000 Kitab, ini judul asli dari yang saya kutip di http://www.suaranetizen.com/2016/01/buya-hamka-mengamalkan-maulid-dan-qunut-subuh-setelah-baca-1000-kitab.html

Tulisan ini sebetulnya cukup banyak ditemui di internet, dan isinya sama…hanya satu inilah…artinya semuanya COPY dan PASTE, bahkan dramatis dengan kata 1000 Kitab!

Isinya seperti dibawah ini dan mengandung keanehan yang sangat:

Lanjutkan membaca “Ajaran Buya Hamka tidak Valid?”

‎APA‬ PERBEDAAN dari SALAFY, ASWAJA dan WAHABI?

Tulisan ini sangat bagus, dan untuk penulisnya tetap terus berjuang dan saling menasehati dalam kebenaran…

Tetap lurus dijalan allah dan rasulnya, sungguh aneh memang min, dunia sudah mau kiamat…diajak ke yang murni, kearah yang sederhana sesuai ajaran nabi muhammad, malah kena semprot….sabar yaa min…

Bismillah,

Salafy adalah mereka yang setidaknya faham dan mengamalkan beberapa nash ini :

Allah Azza wa jalla berfirman :

”Berpeganglah kamu semua pada tali Allah (Al Qur’an dan Sunnah), dan janganlah kamu berpecah belah” (Al Qur’an. Surat Ali Imron : 103)

“ Hai orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah RasulNya dan Ulil Amri diantara kamu, Kemudian jika kamu berlainan/berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Kitabullah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya) jika kalian benar2 beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Al Qur’an. Surat An Nisa’ : 59)

“Katakanlah , “Inilah jalan ku, aku dan orang-orang yang mengikuti ku menyeru (kalian) kepada Allah Ta`ala dengan ilmu yang nyata .Maha Suci Allah dan aku tidak termasuk oarng-orang yang musyrik” (QS. Yusuf :108)

“Wahai orang2 yang beriman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhan (Total), dan jangan kamu ikuti langkah2 syetan, sesungguhnya ia (syetan) adalah musuhmu yang nyata” (QS. Al Baqoroh ayat 208)

Dari Mu’awiah Radhiallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berdiri diantara kami lalu bersabda :“Ketahuilah bahwa umat sebelum kalian dari golongan ahli kitab berpecah-pecah menjadi 72 firqoh/golongan, dan sesungguhnya umatku sampai dengan hari kiamat nanti akan terpecah menjadi 73 firqoh/golongan, dimana dari 73 golongan ini, yang 72 golongan terancam neraka dan hanya satu golongan yang menjadi ahli surga.

Ketika para sahabat bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang siapa golongan yang hanya satu itu, Rasulullah menjawab: “Al jama’ah, yang aku dan para sahabatku ada diatasnya/berpijak pada sunnahku”. (SHAHIH, Riwayat Ahmad, Abu Daud, dishahihkan oleh Al Albani)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
”Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu amalan dalam urusan agama yang bukan datang dari kami (Allah dan Rasul-Nya), maka tertolaklah amalnya itu”. (SHAHIH, riwayat Muslim Juz 5,133)

Lanjutkan membaca “‎APA‬ PERBEDAAN dari SALAFY, ASWAJA dan WAHABI?”

Beda Salafi dengan Wahabi

Secara umum umat Islam awam mengartikan Ahlus Sunnah sebagai :

1. Golongan mayoritas

2. Golongan yang selamat, dalam artian bukan salah satu dari 72 golongan yang terancam api neraka sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadis terkenal tentang perpecahan umat.

3. Lawan dari Syiah. Dewasa ini media kerap mengartikan Ahlus Sunah (pengikutnya disebut Sunni) sebagai semua lawan dari kaum syiah yang masih termasuk kaum muslimin.
Padahal, kalau kita cermati pihak – pihak yang berlawanan dengan Syiah sangat banyak dengan aqidah yang berbeda – beda pula.

4. Paham yang dinisbatkan kepada Imam Abu Hasan al Asy’ary(Asy’ariah) dan Abu Mansur al Maturidi (Maturidiah). Definisi keempat ini banyak tertulis di pelbagai buku Pendidikan Agama Islam SMA dan Perguruan Tinggi. Salah satu buku terkenal yang menyatakan demikian adalah “Teologi Islam” karya Dr. Harun Nasution.

Dari beberapa definisi di atas, hanya poin nomor 2 yang benar. Adapun poin 4 yang banyak diamini oleh kalangan akademisi jelas salah 100%. Paham Asy’ariah yang oleh masyarakat luas dikenal sebagai Ahlus Sunnah, justru berasal dari pemikiran Imam Abu Hasan al Asy’ari ketika beliau mengalami pergolakan batin dalam mencari kebenaran. Akhirnya Imam Abu Hasan al Asy’ari bertobat dan kembali kepada ajaran Islam sebagaimana dipahami generasi salafus shalih. ajaran paham Asy’ariah yang terkenal adalah :

1. membatasi sifat Allah dengan 20 sifat wajib sebagaimana kita kenal seperti wujud, qidam. baqa’, mukhalafatu lil khawaditsi, dst. Penetapan yang demikian tidak pernah dilakukan oleh kalangan Sahabat Nabi yang paling memahami ajaran Islam.

2. mentakwilkan beberapa sifat Allah, seperti “tangan ” Allah ditakwilkan menjadi kekuasaan Allah, “wajah” Allah ditakwilkan sebagai Ilmu Allah, dan sebagainya. Pentakwilkan semacam ini tidak pernah dilakukan oleh para Sahabat Nabi yang telah ditetapkan Rasulullah sebagai generasi terbaik. Para Sahabat Nabi mengimani semua sifat – sifat Allah tanpa mentakwilkan, meniadakan, menanyakan bagaimana, serta menyerupakan dengan makhluk. Dengan kata lain mereka meyakini, benar bahwa Allah memiliki tangan, wajah sebagaimana telah dinyatakan dalam Al-Qur’an dan As Sunnah, namun tangan Allah, wajah Allah tidak sama dengan makhluk. Mahasuci Allah dari hal yang demikian.

Terminologi Ahlus Sunnah baru populer setelah abad III Hijriah, untuk membedakannya dengan berbagai sekte menyimpang semisal Khawarij, Syiah, Muktazilah, Jabariyah, dan Qadariyah. Dengan kata lain terminologi Ahlus Sunnah digunakan sebagai penegasan tentang ajaran Islam murni sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para Sahabat.

Seiring perjalanan waktu kian banyak berbagi pergerakan Islam, partai, organisasi yang mengklaim berazaskan Ahlus Sunnah. Namun faktanya, tak sedikit dari berbagai kelompok tersebut yang dalam aqidahnya, metodologinya, atau tujuan dakwahnya melenceng dari ajaran Ahlus Sunnah yang sesungguhnya. Sebuah ormas besar yang mengklaim sebagai penggerak dakwah Ahlus Sunnah, nyatanya ormas tersebut lebih banyak melestarikan berbagai ajaran syirik, bid’ah, dan pengkultusan terhadap kyai yang amat bertentangan dengan ajaran Ahlus Sunnah itu sendiri. Oleh karena itu, untuk membedakan Ahlus Sunnah yang sungguhan dengan Ahlus Sunnah yang hanya sebatas lebel digunakanlah istilah Salafiyah. Jadi, salafiyah hakekatnya merupakan sebutan lain dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah untuk membedakannya dari Ahlul Bid’ah Wal firqah.

Apa beda Salafi dengan Wahabi?

Istilah wahabi dinisbatkan kepada Syaikh Muhamad bin Abdul Wahab at Tamimi, seorang ulama besar dari Hijaz yang berjuang menegakkan tauhid memberantas kesyrikan di semenanjung Arabia. Dilihat dari penyebutannya saja istilah ini sudah rancu, lantaran kata wahabiyah justru mengacu pada ayah Syaikh Muhamad at Tamimi sebagai penggerak dakwah yang bernama Abdul Wahab. Jika mau fair, harusnya dakwah beliau disebut Muhamadiyah sesuai dengan nama tokohnya. Akan tetapi jika nama itu yang digunakan, maka tujuan pemunculan istilah tersebut sebagai alat penggiring opini negatif terhadap dakwah beliau takkan pernah terwujud.

Dapat dipastikan istilah wahabiyah sengaja dimunculkan oleh pihak – pihak yang tak menyenangi dakwah beliau baik dari kalangan kafir maupun dari kalangan kaum muslimin itu sendiri. Tak cukup dengan sekedar penciptaan opini, musuh – musuh dakwah tauhid bahkan menciptakan sejarah palsu tentang dakwah beliau . Wahabi selalu diidentikkan dengan kekerasan, kebrutalan, dan jejak berdarah. Saat ini pun, ketika terjadi teror yang mengguncang tanah air sebagian orang langsung menuduh wahabi sebagai biang keroknya. Apalagi bila pelakunya memiliki identitas jenggot, jidat hitam, celana ngatung, dan istrinya bercadar. Tuduhan itu sungguh tak berdasar.Pasalnya, dalam berbagai kitab yang ditulis oleh para ulama yang dicap wahabi, justru menyerukan kepada kaum muslimin untuk mentaati pemerintahnya. Tak main – main. Taat terhadap penguasa merupakan salah satu pilar aqidah. Bahkan, Saudi Arabia yang dicap sebagai tempat tumbuh berkembangnya wahabiyah justru sering menjadi sasaran teror Al Qaida.

Sebetulnya penyebutan istilah wahabi dengan konotasi negatif bukan barang baru di tanah air. Dulu, di masa pemerintahan Hindia Belanda, istilah tersebut juga dimunculkan untuk memberi stigma negatif para da’i yang menolak taklid terhadap mazhab dan menolak pelestarian adat istiadat yang berbau kesyrikan. Para da’i yang acapkali diberi stigma wahabi kala itu adalah mereka yang tergabung dalam organisasi Muhamadiyah, Persis, dan Al Irsyad.

Jadi, apa beda salafi dengan wahabi?

Perbedaannya adalah pada asal muasal pemunculan istilah tersebut.

Istilah Salafi dimunculkan sebagai identitas atas sebuah dakwah tauhid yang menyeru kepada umat untuk kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah berdasarkan pemahaman salafus shalih. Sedangkan, istilah wahabi dimunculkan oleh musuh – musuh dakwah tauhid baik dari golongan kafir maupun kaum muslimin sendiri yang kian resah lantaran dakwah ini semakin berkembang dari hari ke hari. Siapakah golongan umat Islam yang tak menghendaki dakwah tauhid ini berkembang pesat menyinari hati para insan?

1. Kaum liberalis yang memang selalu mengeluarkan fatwa – fatwa super nyeleneh seperti bolehnya seorang muslimah menikahi pria di luar Islam, bolehnya menghadiri perayaan Natal, dsb

2. kalangan penyembah kubur, pengkultus kyai, dan semacamnya. Bila dakwah tauhid berkembang, para kyai(Tidak semua kyai, namun memang ada kyai jenis ini) akan kehilangan kedudukannya, penghasilannya, dan kewibawaannya. Mengapa? Kyai (ada yang merangkap dukun) tak lagi mendapat amplop dari orang – orang yang meminta doanya dalam berbagai acara bid’ah, dan orang – orang yang yang meminta jimat darinya dengan bayaran mahal. Praktek para kyai ini tak ubahnya seperti kelakuan para pendeta yang menjual surat pengampunan dosa sebelum terjadinya Reformasi Protestan.

Demikianlah sedikit tentang perbedaan latar belakang lahirnya terminologi salafi dan wahabi, yang banyak orang keliru dalam menyikapinya.

Sumber

Baca juga Wahabi Sesat bin Syaitan, dan keanehannya sambil garuk kepala?

Terjemahan Al-quran dan Hadist lengkap bahasa indonesia.

Program ini sangat bagus, dibuka menggunakan windows dan bisa juga lewat android dengan menggunakan CHM reader, karena file datanya ber ext CHM, atau apapun perangkatnya selagi bisa membuka file CHM.

Silahkan Download disini.

File ini dulu nya bersumber dari OPI.101mb.com namun websitenya sepertinya sudah mati.

Programnya dibuat oleh saudara Sofyan Effendi.

Terjemahan Alquran dan Hadist
Terjemahan Alquran dan Hadist

Pada bagian hadist, terdapat hadis hadis dari Imam Malik, Hanafi, Syafi’i, Hanbali, Bukhari, Muslim, Tirmizi, Al-Baihaqi, Al-Nawawi, sejarah singkat Syeikh Muhammad Mashiruddin Al-Albani.

Program ini salah satu program favorit saya, karena ada fasilitas search, hasil search atau pencarian yang berkaitan dengan hadist dan al-quran jika ada…maka akan ditampilkan dan ditandai dengan warna biru.

Pada bagian hadist, silahkan pelajari sendiri, mana yang baik dan benar menurut kita masing-masing, tapi ingatlah yang paling valid adalah al-quran dan sunnah nabi muhammad s.a.w.

Allah Ta’ala berfirman: “Maka apa yang ada di luar kebenaran itu, tiada lain hanyalah kesesatan belaka.” (Yunus: 32)

Allah Ta’ala berfirman lagi: “Tidaklah Kami alpakan sedikitpun dalam al-Kitab -maksudnya-: Tidak perlu ditambah yang baru, sebab dalam al-Kitab sudah cukup.” (al-
An’am: 38)

Allah Ta’ala berfirman pula: “Jikalau engkau semua berselisih dalam sesuatu hal, maka kembalikanlah itu kepada Allah dan RasulNya.” Yakni al-Kitab dan as-Sunnah.
(an-Nisa’: 59)

Juga Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah. Dan janganlah engkau semua mengikuti jalan-jalan -yang lain-lain-, karena nanti
engkau semua dapat terpisah dari jalan Allah.” (al-An’am: 153)

Update 13 januari 2016:

Hadistweb versi 6, ada disini

Dan websitenya ada disini.

*Saya pribadi lebih menyukai yang versi lama versi 5.0 karena lebih ringan pada pc.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑