Ada satu website yang mengajarkan membedakan bacan asli, entah apa karena ketidaktahuan atau untuk tujuan lain.

Di website tersebut memberitahukan beberapa metode yang sangat salah menurut kami.

Jika kami memberitahukan “metode” yang salah tersebut kepada orang awam, maka orang awam akan percaya dan akan berpatokan kepada metode kita, sehingga sangat mudah bagi kita memanfaatkan ketidaktahuan orang lain.

Berikut ini cara-cara yang mereka ajarkan:

Ungkapan salah mengenai Asli dan Sintetis
Ungkapan salah mengenai Asli dan Sintetis
Ungkapan salah mengenai Asli dan Sintetis
Ungkapan salah mengenai Asli dan Sintetis

Cara pertama : Menggireskan batu bacan pada kaca atau cermin. Batu bacan dengan tingkat kekerasan 7 skala mohs mampu menggores kaca. Jika kaca itu tergores bisa dikatakan batu itu asli

Cara satu ini sangat mudah dipalsukan, kita datang ke depot bangunan, cari batu yang berwarna putih yang agak bening (quartz), lalu goreskan ke kaca, maka 99.99 persen kaca akan mudah sekali baret, karena umumnya batu quartz jauh lebih keras daripada kaca.

Kedua: Melihat batu bacan dengan kaca pembesar. Cara ini banyak dilakukan terhadap berbagai jenis batuan kristal. Batu bacan asli jika dilihat menggunakan kaca pembesar lalu disinari (senter) akan terlihat kotoran atau serat didalamnya atau ada semacam bercak walaupun hanya sedikit sedangkan yang palsu akan terlihat mulus tanpa noda

Cara dua juga sangat salah, sekarang bagaimana jika batu batu lain yang diwarnai seperti bacan?
Mereka juga akan mempunyai kristal kristal, serat serat dll.
Yang mulus tanpa serat dan kristal itu umumnya kaca.

Ketiga: Jika batu bacan dipanaskan menggunakan api akan keluar minyak, namun setelah dilap mengguanakan kain akan kembali seperti semula mengkilap. Sedangkan yang sintetis atau palsu tetap meninggalkan bekas warna agak kusam.

Cara ketiga ini juga sangat salah.
Batu batu lembut, umumnya mengandung air, jika tidak lagi mengandung air, disimpan lalu dia akan menghisap juga kandungan air disekitar mereka.

Dibawah ini cara pamungkas yang mereka ajarkan:

Namun, meskipun sudah menunjukkan ciri-ciri seperti yang telah disebutkan diatas, tetap bukan jaminan bahwa batu bacan itu benar-benar asli. Untuk memastikan keasliannya bisa menggunakan alat pengetes Diamond Selector yang berfungsi mengetahui tingkat kekerasan batu atau bisa melakukan uji laboratorium

Batu-batu lain, terlalu banyak yang kerasnya sama atau lebih keras dari bacan bahkan yang mudah ditemui di depot bangunan, jadi bagaimana jika batu yang kerasnya sama, diwarnai seperti bacan (bukan dicat) dengan metode treatment khusus? Tambah tertipu jadinya khan???

Contoh Topaz biru 99.99 persen diwarnai dengan metode radiation, kita bakarlah maka tidak akan ada efek dan bersifat permanen warnanya.

Jadi jika kita memang ingin memeriksakan bacan yang asli, periksakan ke laboratorium atau jika kita sudah mempunyai database suatu inklusi batu bacan dll sebagai pembanding bisa saja kita bandingkan sendiri dengan microscope.

Mengetahui itu “batu bacan” atau “batu bukan bacan” dengan membandingkan suatu kristal kristal atau kandungan umum suatu bacan dibanding dengan batu lain lewat microscope.

Lalu misalnya Refractive Index bacan, lalu spesific gravity si bacan…

Jika semua telah kita miliki datanya, maka tentulah akan mudah untuk memastikan apakah itu bacan atau bukan.

Tujuan penulisan ini hanya berbagi, kami yakin di Indonesia yang tercinta ini, pasti memiliki juga deposit batu mulia yang berkualitas internasional, dan jika kita mengetahui apa itu batu mulia, yang murah, yang mahal bahkan berkualitas heirloom (Pusaka), tentulah akan membuat kita sesama pencinta batu mulia tidak tertipu dalam perdagangan batu secara nasional dan internasional.
Jika ada saran dan pertanyaan mengenai batu, kirimkan pertanyaan anda melalui sms ke 0816-384499 atau whatsapp dengan no +62 816 384499.

Iklan